Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Terkejut dan Kembali Bertemu


__ADS_3

Steven bergegas cepat memacu kendaraannya, tadi Omanya menelpon kalau diganggu salah satu pengunjung dan sekarang tengah berjalan bersama penyelamatnya.


"Steven, kau sangat lama. Oma akan makan saja bersama mereka berdua setelah ini kami akan pergi berkaraoke sebelum pulang," kata sang Oma melalui sambungan telepon.


"Tunggu sebentar, aku susul kalian," ujar Steven.


Sampai di Mall, dia segera ke kantor sekuriti dan tampak manager operasional di sana. Ternyata keluarga Steven punya beberapa stand di sana. Awalnya mall berdiri mereka sudah membeli beberapa bagian. Pemilik mall ini adalah teman baik ayahnya. Kasus yang menimpa oma sudah dia bilang ke orang tuannya karena itu manager operasional mall sudah menunggu di sana.


"Siapa penanggung jawabnya!" kata Steven dengan nada keras.


"Kami, Pak," sahut manager operasional dan salah satu sekuriti.


"Mana pelakunya, perlihatkan bukti CCTV,"pungkas Steven.


Lelaki itu melihat kejadian yang menimpa omanya dan juga bantuan dari seorang pria dan wanita untuk menangani pelaku.


"Laporkan dia ke pihak berwajib, bawa kemari dia,"ujar Steven.


Seorang pria datang sambil tangannya terikat cable ties. Sekuriti membawanya memndekat ke arah Steven.


"Berani sekali kau mengganggu Omanku, apakah kau tidak punya orangtua sehingga berbuat hal seperti itu. Urusan kita belum selesai, lihat saja kau," kata Steven dengan tegas.


"Mohon maaf Pak Steven, kami akan berikan diskon di semua outlet dalam mall karena kelalaian kami," kata Manager Operasional.


"Hanya diskon? kau pikir keluarga ku tak mampu membeli,"hardik Steven.


"Maafkan saya, baiklah silakan belanja apapun di semua outlet. Ambil saja secara gratis satu barang dan ini juga beberapa voucher makan secara gratis. Anda bersama Oma makanlah dahulu di suatu tempat, saya akan buatkan surat kuasa mengenai kebijakan ini," kata Sang Manager.


"Cuma itu."


"Ehmm bukan beberapa voucher, tetapi bebas makan di semua outlet yang ada di mall ini," kata sang manager.


"Ok, itu lebih baik. Cepat buat aku akan mwnungu sebentar dan juga melaporkan hasil. kerjamu ke Ayahku juga pemilik mall ini," kata Steven.


"Terima kasih banyak, Pak."

__ADS_1


Manager tampak membungkukan badan memberikan hormat. Sebenarnya pria ini sama sekali tak ada minat dengan semua hadiah permintaan maaf hanya saja Mamanya benar dia harus minta pergantian dan nantinya bisa mereka berikan kepada penyelamat Oma.


Steven dengan bergegas menuju lokasi tempat makan seperti yang di sampaikan Omanya. Sampai di sana dia agak terkejut melihat siapa penyelamat orang yang dia kasihi.


"Ka--kamu kenapa ada di sini?" tanya Steven sambil menunjuk ke wanita yang duduk bersama Omanya.


"Lah kamu yang ngapain kemari?" Kasih keliatan cuek dan balik bertanya.


"Kalian berdua ternyata saling kenal ya, mungkin bisa berjodoh. Dia cucu lelakiku," kata Oma.


Mendengar kata jodoh, Delon sampai tersesak dan membalikan badannya untuk melihat cucu oma tua itu.


"Oma, masa bilang keduanya berjodoh sih," ujar Delon.


"Mungkin saja kan, Steven jangan bertingkah. Ini Delon kakak lelaki Kasih," kata Oma.


"Hallo, kalau begitu kita makan di sini ya. Kemarilah kaki Oma, aku akan lihat dan urut," ujar Steven.


"Tak usah, tadi kasih sudah mengurut memakai minyak tawon yang memang oma bawa di dalam tas," kata manula itu.


"Oh begitu, terima kasih atas bantuan kalian. Sebentar lagi pihak mall akan datang untuk ucapkan maaf," ujar Steven.


"Bukan aku, tetapi Mama yang melakukannya,"kilah Steven.


"Sudahlah jangan bahas, mana pelayan aku mau makan juga. Lapar dari siang tidak makan," lanjutnya.


"Kau ini suka sekali melewatkan makan siang. Kalau sakit Oma tak mau mengurusmu,"protes sang wanita tua.


"Jangan gitu dong Oma."


Tak lama pelayan datang membawa menu dan Steven langsung memesan. Sekarang dia duduk bersebelahan dengan Kasih, Delon bersama sang Oma.


Pria itu makan dengan santai dan saat itu merka hanya berbincang biasa. Tak lama telepon milik Delon berbunyi dan Oma Gina menyuruh mereka cepat pulang untuk ambil rendang yang Oma masakan.


"Oma Gina, apakah dia itu dokter Gina. Pemilik Sky Cosmetics?" tanya Oma.

__ADS_1


"Benar," jawab Delon sambil terus makan empek-empek yang di pesan kembali.


"Kalian keluarganya?" tanya Oma.


"Bukan kami hanya kenalan dari menantu Oma Gina dan entah mengapa malah jadi dekat," jawab Kasih menjelaskan.


"Jadi Dokter Sintia juga putrinya Suzy ya," kata Oma.


"Benar sekali."


Tak lama Manager operasional datang bersama dua sekuriti dan menyerahkan amplop permohonan maaf. Steven mengambilnya dan menyerahkan ke Kasih.


"Ambilah dan belanja sesuka kalian," kata Steven.


"Tidak perlu," tolak Kasih.


"Ambil saja,"kata Oma memaksa.


"Terimakasih ya," ucap Kasih.


Manager dan pihak keamanan segera pergi, usai makan bersama mereka berpisah dan kembali ke rumah masing-masing.


Di dalam mobil,


"Kasih anaknya ramah, Oma mau punya cucu menantu seperti dia."


"Hah? Jangan deh gosip buruk tentang dia sangat banyak."


"Itu kan cuma gosip, belum tentu benar. Lihat saat dia peduli kepada wanita tua asing. Jika sifatnya buruk tidak mungkin demikian."


"Entahlah."


Steven memilih diam dan malas berdebat dengan Omanya, tetapi perkataanya ada benarnya juga. Mungkinlah kasih tidak seperti berita yang beredar?


Bersambung...

__ADS_1



Hayoo tebak ini visual siapa? benar sekali dia Delon yang sudah mulai sixs pack dan mwmganti warna rambut. Jauh lebih tampan kan?


__ADS_2