
"Mama lihatlah model wanita ini, dia syuting bersama Suzy Park malah beruntung main film dengan aktor terkenal di Jepang," kata Connie.
"Wartawan sudah di bayar untuk melebihkan berita supaya dia bisa terkenal, biarkan saja," sahut Anna kepada sang Putri.
"Mungkin saja tetapi wajahnya cukup cantik juga," ujar Chandra.
"Semua berkat produk kecantikan, eh bagimana keadaan kakak kalian?" tanya Anna.
"Baik saja, kemaren kan dia sudah menghubungi Wedding Organizer untuk acara pernikahannya dengan sopir itu," jawab Connie.
"Akhirnya dia menikah juga dengan begitu kau bisa segera bujuk Ricky agar menikahimu," kata Anna.
"Benar sekali, mama tenang saja. Kami pasti menikah," janji Connie.
"Mama, adik, nanti saja baru kita bahas lagi. Aku hendak jemput Enno untuk makan malam bersama," kata Chandra.
"Pergilah, hati-hati," sahut Anna.
"Mama, apakah malam ini kita akan makan berdua saja?" tanya Connie sambil menatap wanita di sampingnya.
"Sepertinya begitu, Papamu masih ada di luar kota," kata Anna.
__ADS_1
"Ya sudah, aku akan berganti pakaian baru kita makan malam bersama," ujar Connie.
Setelah anaknya pergi, wanita tua itu segera menelpon seseorang.
"Besok lusa target pulang, ingat untuk taburkan itu ke bedaknya!" perintahnya.
"Baik, Bu. Saya akan lakukan apapun, jangan lupa transfer uang muka besok, lalu sisanya usai saya bekerja," kata anak buahnya.
"Tenang saja, lakukan yang rapi. Kalau ketahuan jangan pernah sebut namaku dan uang akan full di transfer," ujar Anna.
"Baiklah, saya juga akan berhenti kerja setelah anda membayar sesuai kesepakatan," kata sang anak buah.
"Baik, sampai jumpa."
"Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui," tutur Anna.
Tak lama sang anak datang dan mereka makan bersama - sama. Sementara itu di tempat lainnya.
"Kau benar-benar mau bersamaku?" tanya wanita itu.
"Tentu. saja, sementara jangan sampai ketahuan Enno. Masalah iklan televisi akan ku dapatkan untukmu," jawab sang pria sambil tersenyum.
__ADS_1
Tangannya mulai menjelajahi setiap inci kulit wanita itu. Mereka melakukanya di dalam mobil yamg sedang di parkir dalam basement.
Goyangan yang terlihat seumpama gelombang ombak di lautan. Mengarungi setiap sensasi naik dan turunya sampai menuju kepuasan masing-masing.
Terkadang terdengar suara rintihan dari sang wanita. Posisinya yang sedang duduk di atas pemuda itu membuatnya begtu keasyikan.
"Kau sangat hebat, melebihi Enno. Padahal usiamu jauh lebih muda, tetapi berpengalaman sekali. Nanti kita bermain lagi," tutur Chandra.
"Tentu saja, selain denganmu dulu aku sudah pernah melakukannya bersama para produser juga pemilik brand. Merekalah yang menjadi guru bagiku. Jangan lupa berikan uang jajan, agar hanya denganmu saja," kata wanita itu.
"Tenang, sekarang juga aku akan mentransfer sejumlah uang ke rekeningmu. Ingat janjimu, tetap bersamaku,"ujar Chandra sambil mengecup pucuk ubun-ubun kepala wanita itu.
"Asalakan uang jajan dan pekerjaan iklan bisa ada maka kau bisa selalu puas,"kata wanita itu lalu merapikan mini dressnya sebelum meninggalkan mobil pria itu.
"Itu hal mudah, nanti malam share lock lokasi apartemenmu. Aku akan ke sana usai mengantarkan Enno," ujar Chandra.
"Baiklah, aku akan menunggumu."
Keduanya segera pergi menuju arah yang berbeda. Wanita itu kembali ke city car miliknya sedangkan Chandra masuk ke dalam stasiun televisi untuk menjemput kekasihnya yang tampil di salah satu acara di sana.
"Tugas sudah selesai, pria itu masuk perangkap. Besok akan ku kirimkan videonya. Ingat untuk transfer sesuai perjanjian kita," kata wanita penggoda tadi sambil menelpon seseorang.
__ADS_1
Wanita itu terseyum senang, pekerjaan kali ini bisa mendapatkan keuntungan lebih daru dua. Gaji dari kedua belah pihak juga kepuasan. Pekerjaan yang sangat dia nikmati.
Bersambung...