
Di tempat lainnya.
Hujan turun dengan derasnya,suasana semakin dingin. Semenjak sore hari tak juga berhenti meskipun intenitas sudah tak sederas pertama kali. Sebuah mobil mewah terlihat memasuki sebuah aparterment, seorang wanita dengan setelan pakaian kantor berwarna merah muda dengan rambut pendek sebahu turun dan menekan tombol lift menuju lantai 8.
Masuk ke sebuah pintu dengan mudah karena dia hapal kode aksesnya, malam di luar juga membuat suasana apartement ikut remang-remang. Kelihatanya sang pemilik sengaja memadamkan lampu dan hanya ada sebuah cahaya lampu berwarna kuning dan lilin di atas meja makan.
“Januard, dimana kamu?” tanya Anna sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan.
“Aku di sini,” sahut sang pemilik rumah, tak lama datang seorang pria membawakan sebotol anggur dari dalam kamarnya.
“Kau memasaknya?” tanya Anna saat melihat ada steak wagyu dan juga kentang goreng di meja makan.
“Tidak, aku memesan di restoran favoritmu dan menatanya di sini. Kau pasti belum makan malam kan, kita bisa melakukannya bersama,” jawab Januard.
“Terimakasih, kau memang yang terbaik,” kata wanita tua itu.
__ADS_1
“Ayo kita makan, di microwave aku juga sudah memanaskan pizza,” ujar Januard.
“Baiklah, kita santap ini dulu baru aku akan menikmatimu,” ucap Anna dengan menggoda.
Mereka makan bersama, bahkan Januard menyuapi pizza ke mulut pasangannya. Lelaki ini sadar benar harus melakukan pelayanan terbaik agar sang tambang emas tak berpaling ke daun muda lainnya. Sumber pendapatan terbesarnya dari wanita ini.
Pizza masih tersisa beberapa potong, namun Anna terlihat gelisah. Dia haus belaian lelaki, suaminya masih berada di penjara dan sudah cukup lama belum bermain dengan sang berondong satu ini. Tergesa-gesa dia mulai membuka satu demi satu kancing baju sang kekasih.
“Sayang, tolong puaskan aku,”lirih wanita tua itu.
“Kau ingin main di bath up?”tanya Anna.
“Benar, tapi aku akan memijatmu dahulu secara plus plus baru melepaskan dengan bebas. Bukalah semua bajumu sayang,”ujar Januard.
Seperti kerbau yang di cocok hidungnya, wanita ini mengikuti saja semua permintaan sang kekasih dan mereka segera menuju kamar. Disana tercium aroma dari lilin aromaterapi, minyak pun sudah di siapkan. Lelaki itu menyuruhnya berbaring di atas matras yang ada di lantai lalu memijat tubuh sang wanita yang sudah tak mengenakan sehelai benang pun.
__ADS_1
“Ahh.. sayang enak sekali pijatanmu,” lirih Anna.
“Nikmatilah,” sahut Januard.
“Sentuh bukitku sayang, remaslah hal itu sangatlah menyenangkan,” ucap Anna dengan terus mengeluarkan rintihan seksi dari mulutnya.
Lelaki itu bukan Cuma memegang,namun juga menjilat puncak bukit itu. Lidah dan tangannya bergerilya ke spot spot sensitif milik sang Tante. Dia memang sudah hapal benar cara untuk memuaskan sang tambang emas, wanita tua yang menyukai sensasi foreplay.
“Sayang, kau ini luarbiasa. Belum masuk saja aku sudah basah,” kata Anna sambil tersenyum.
“Tentu saja, aku tahu apa yang kau mau,” ujar Januad sambil tersenyum.
“Ayo kita ke kamar mandi dan lanjutkan di sana. Aku mau mencoba tempat berbeda dengan gaya baru,” lanjut sang berondong.
“Baiklah, kalau kau sebagus ini servicenya aku akan menambahkan jajan bulananmu,” kata Anna sambil mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
“Terimakasih sayang, kau memang Tante terbaik dan paham kebutuhanku,” sahut Januard lalau menggandeng tangan kekasihnya menuju ruangan lain untuk melanjutkan aktivias mereka.