
"Bos, saya hanya bisa mendapatkan informasi berdasarkan jejak medis Alicia karena saat memeriksa data dari paspor nya juga menyelidiki ke bali di kampung asal Neneknya sangat minim keterangan yang bisa kita dapatkan. Namun ada hal menarik karena salah satu asisten yang menjaga vila milik sang Nenek mengatakan kalau Cia sangat cucu pernah melakukan operasi dan mendapatkan donor organ," kata Asisten Darren menyampaikan hasil penyelidikan.
Darren menoleh dengan alis mengernyit lalu menatap asistennya "Donor Organ?"
"Iya,Bos. Infonya di dapat dari gadis indonesia dan operasi pun di lakukan di sini bukan di Bali,"jawab sang asisten.
"Hah?di kota ini,coba selidiki siapa pendonornya," perintah Darren.
"Tidak bisa ,Bos. Kita tidak memiliki kewenangan melihat data medis lebih lanjut. Satu hal yang pasti adalah jantung Alicia bermasalah sejak lahir,"kata Asistennya.
"Baiklah ,aku akan coba memancing sendiri dari dia. Terima kasih atas penyelidikan mu,bonus akan ku kirimkan ke rekening," ujar Darren.
"Makasih,Bos."
Asistennya segera pergi meninggalkan ruangan.
"Setidaknya Alicia bukan orang berbahaya yang akan mencelakai Karenina. Sekarang aku bisa sedikit lega," guman Darren.
Sementara itu di bandara,
"Nina,apakah adikmu dan keluarga mereka bisa menerima ku?" tanya Dokter Sonny yang terlihat gugup sekali.
"Pasti, sebenarnya aku dan dia adalah saudara kembar. Sekarang wajah kami berbeda karena dia mengalami insiden penyiraman air keras," jawab Karenina sambil menggenggam tangan sang tunangan.
"Air keras?"
"Iya,akibat menolak cinta salah satu pria lalu tersangka melakukan hal itu kepadanya dan harus operasi wajah."
"Kalian berdua sama-sama mengalami serangan psikis dan mental ya. Kalau begitu aku juga akan menjaga adik kita yang satu itu."
__ADS_1
"Begitulah meskipun kami berpisah sebenarnya kejadian buruk,kesukaan bahkan beberapa kebiasaan kami hampir sama."
"Namanya juga kembar jadi seperti itulah, ada semacam kontak batin antara kalian berdua."
"Kau benar, sekarang parkirlah yang benar dan kita akan menemuinya."
"Baiklah."
Karenina mengambil tas dan tongkat berjalan untuk menemui keluarganya. Rasanya tak sabar ingin berjumpa.
Di terminal kedatangan,
Kasih mengenakan kaus berwarna merah muda dan jeans biru serta kacamata hitam. Dia begitu menarik perhatian meskipun hanya mengenakan pakaian sederhana.
"Kasih,"teriak Karenina sambil melambaikan tangan.
"Nina," sahut Kasih langsung mendatangi saudaranya dan mereka berpelukan.
Kasih menoleh ke sebelah dan melihat seorang pria memakai kacamata minus dengan setelan rapi,kemeja dan celana kain hitam. Gadis ini berakting sok judes kepada pria itu lalu berkata "Oh kamu, awas saja jika menyakiti saudaraku."
"Jangan kuatir, aku sangat mencintai dia melebihi diriku,"kata Dokter Sonny.
"Pegang perkataan mu jika kau gagal maka jangan salahkan kami kalau nyawamu melayang,"ancam Kasih sambil menatap tajam.
Davin yang menyusul adiknya segera menjitak kepala gadis itu karena mengancam pria saudara kembarnya.
"Jangan dengarkan dia, anak ini hanya akting. Memotong ikan saja tak mampu,"ujar Davin lalu memberikan tanganya untuk bersalaman.
"Dia adalah Davin,kakak lelaki ku juga," kata Karenina memperkenalkan keduanya.
__ADS_1
"Saya Sonny."
"Apa pekerjaan calon suamimu?" tanya Davin.
"Dia seorang dokter," jawab Karenina.
"Bagus sekali, tolong jaga adikku dengan baik dan cintai dia sampai ajal menjemput," kata Davin dan menarik tangan Kasih agar berjalan bersamanya.
"Tentu saja," sahut Sonny.
"Kita makan dululah baru pulang ke rumah masing-masing," kata Philip yang juga telah datang.
"Benar aku lapar, kebetulan mobilku dan Davin di parkir di bandara kurasa cukup untuk membawa kita semua,"sahut Delon.
"Aku akan menyusul karena di sana asisten sudah datang menjemput," kata Steven.
"Kalau begitu ke restoran Pesona Sang Diva saja yang ada di dekat sini. Bukankah itu restoran ramai dan enak.Menu nya juga bervariasi,"ujar Oma Gina.
"Kita makan di sana saja,tempat duduknya banyak dan luas,"timpal Suzy.
"Bu,saya izin pulang saja karena keluarga sudah menunggu," kata Lili kepada bos nya.
"Pulanglah terima kasih karena sudah menemani kakakku di sana," ujar Karenina.
"Sama-sama,Bu."
Bersambung.....
Yuhuuuu pada mau baca cerita menarik lainnya, cuss ke karya dari kak Lena ya.
__ADS_1