
Selesai bertelepon Davin segera mengeluarkan sepeda motor dan mengendarainya menuju rumah Mak Ijah sang penjual.
Di depan rumah sederhana beratap seng yang mulai menua sama seperti pemiliknya itu, nampak beberapa Ibu-ibu yang terkenal hobi bergosip ada di sana dan sebuah mobil sedan terparkir juga di halaman rumah Mak Ijah.
Davin masuk kedalam dan berpapasan dengan seorang pria muda keluar dari dalam rumah membawa beberapa toples kue kacang dan menaruhnya di lantai bangku kedua, menyusunnya agar tak pecah selama perjalanan.
Lalu mobil itu pun pergi meninggalkan rumah reot itu, Davin baru saja mau masuk malah di tarik tanganya oleh Tante Rully, di ajak bergosip tentunya.
"Davin lihat pria tadi kan, kamu tahu ngga siapa dia?" tanya Tante Rully.
"Memang lihat tapi saya ngga kenal," ujar Davin berusaha sopan.
"Duh kamu memang kuper (kurang pergaulan),makanya jangan bergaul sama sapi dan kambing saja," celutuk Tante Poniah.
"Iya nih Davin, betah amat di kandang jarang main keluar," ujar Tante Rully.
"Kalian mau bicaraiin saya atau pria tadi, kalau mau komplain masalah kambing. Nanti saja saya mau pergi," kata Davin yang mukai kesal.
"Eitsss jangan pergi dong, tentu saja bicarain pria tadi," ujar Tante Rully.
"Masa gitu saja ngambek, anak perjaka harus murah senyum," bujuk Tante Poniah.
__ADS_1
"Baiklah, kenapa pria tadi?" tanya Davin.
"Namanya Januar cucunya Winasih, kerja di kota buka usaha baju. Kata Wetty yang merupakan mantan pacarnya, di sana Januard kaya Raya dan berhasil dan wanita itu menyesal memutuskannya lalu menikahi si bandot udin juragan ikan di pasar," kata Tante Rully.
"Lah Bagus dong kalau ada anak desa Flamboyan yang sukses, salahnya dimana tante?" tanya Davin yang semakin heran.
"Salahnya, si mbah Winarsih itu miskin bagaimana bisa Januard tiba-tiba kaya. Masa pesugihan sih," jawab Tante Rully.
"Salah bukan persugihan tapi jadi simpanan tante kaya, keponakanku Subagio pernah lihat dia makan bersama seorang wanita tua di mall dan tampak mesra,"timpal Tante Poniah.
"Subagio yang jadi cleaning service di mall yang ada di kota kan,"celetuk Tante Rully.
"Iya kata Subagio, mereka berdua terlihat mesra dan selesai makan keluar sambil berangkulan," kata Tante Poniah semakin antusias bercerita.
"Ih kamu ini susah di bilangin, masa iya kerjanya menjadi simpanan Tante-tante, kalau Wetty kan menikah beda dong,"ujar Tante Rully.
"Sudah ah kalian lanjutkan saja, aku mau pesan kue kacang sama Mak Ijah jangan habis lagi mau di bawa ke kota buat Kasih," kata Davin sambil masuk kedalam.
"Sana deh, salam buat Kasih dan yayang Daren ya," ujar Tante Poniah dengan centil.
"Iya nanti di sampaikan,"kata Davin.
__ADS_1
Sesampainya di dalam nampak wanita tua itu tengah menyusun kue kacang yang sudah sedikit dingin kedalam toples.
"Mak Ijah pesan 3 Toples mau di bawa ke kota," ujar Davin.
"Kapan mau di bawa?" tanya Mak Ijah.
"Lusa,"jawab Davin sambil mencomot satu kue dan memakannya.
"Baik, besok abis maghrib kamu datang ambil kesini ya sekalian bawa toplesnya buat tukar," kata Mak Ijah.
"Baik beres Mak, terimakasih. Davin pamit pulang ya, takut di tarik ngerumpi lagi sama ibu-ibu di depan," ujar Davin.
"Okay, pergilah. Hati-hati ya, Nak."
Davin pamitan kepada dua tante yang masih bergosip dan segera pulang kerumahnya.
Bersambung.....
********
Iklan dulu yee
__ADS_1