Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Pilihan Rendy Wirabrata


__ADS_3

Rendy yang masih saja jengkel dengan kelakuan para putrinya juga sang istri memutuskan untuk menghadiri undangan yang kemaren dia dapatkan. Menyelesaikan pekerjaan dengan cepat agar segera bisa bersenang-senang menenangkan pikirannya.


“Bos, keluarga Ang membatalkan semua proyek kerja sama dan menolak membayar ganti rugi. Alasannya proyek villa itu awalnya sebagai hadiah pernikahan untuk Ricky dan Connie karena pertunangan di batalkan akibat ulah putri anda sehingga mereka memutuskan mencari kontraktor lain untuk meneruskan pembangunan dan mengubahnya menjadi area wisata,” papar sang asisten menjelaskan.


“Aku mengerti, biarkan saja. Kamu hitung saja total kerugian dan laporkan padaku. Carilah pembeli untuk ruko mewah yang masih tersisa beberapa unit, jual saja semuanya. Semoga saja bisa menutupi semua akibat gagalnya kerjasama dengan keluarga Ang,” kata Rendy Wirabrata.


“Baiklah,Bos. Saya akan koordinasi dengan pihak marketing juga keuangan,” sahut sang Asisten.


“Oia periksa rekeningmu dan ambilah ini. Aku tahu istrimu baru saja melahirkan putri cantik, ambilah sebagai hadiah untuk keluargamu. Rawatlah putri kalian dengan baik, jangan sampai bernasib sama seperti kedua anakku,” tutur Rendy sambil melemparkan sebuah map ke depan meja sang Asisten.


“Bos, tidak bercanda kan,” kata Asistennya tak percaya dengan apa yang dia lihat. Sebuah sertifikat rumah mewah atas namanya di perumahan yang di bangun oleh sang Bos berapa bulan lalu.


“Tidak bercanda, selesai hitung kerugian pergilah ke sana besok bersama anak dan istrimu. Lihat rumah baru kalian dan segera pindah,” ujar Rendy sambil tersenyum.

__ADS_1


“Terima kasih banyak,Bos,” ujar Sang Asisten dan menyalami pimpinan perusahaan itu.


“Nikmatilah hari weekendmu besok, sampaikan slam kepada anak dan istrimu,” ucap Rendy.


“Baik,Bos. Sekali lagi terima Kasih banyak.”


Sang asisten segera keluar ruangan. Ini pertama kalinya sang Bos sanggup berbuat baik dan memberikan hadiah besar. Dulu saat dia menikah saja hanya di berikan dua tiket kelas ekonomi dan libur 2 hari. Sekarang sebuah rumah mewah dengan nilai ratusan juta di beri begitu saja, pegawai ini pun bersukacita dan tak sabar untuk segera pulang dan menceritakan hal ini kepada istrinya.


“Papa mengapa kau sakiti Connie,” hardik Chandra yang memang baru tahu keadaan adiknya ketika di telepon oleh Cecilia saat berada di lokasi syuting tadi.


“Kenapa kau mau marah? Aku tak mau dia jadi seperti Mama kalian, wanita b i n a l ,” kata Rendy dengan tegas.


“Apa maksudmu? tanya Chandra dengan nada suara mulai pelan.

__ADS_1


“Lihat foto-foto ini, apakah kau mau kelakuan adikmu seperti Ibunya. Berganti-ganti lelaki,” tutur Rendy.


“Ya Tuhan , ini sebabnya Papa bersikap sama. Kalian berdua hanya melukai satu sama lain, jangan lampiaskan kepada kami. Jika kau tak sanggup ceraikan saja Mama. Untuk apa meneruskan pernikahan, kalian berdua sama saja,” kata Chandra langsung keluar ruangan dan membanting pintu.


Rendy termenung usai kepergian puteranya, apakah sudah salah membiarkan hal ini begitu lama. Dia mulai menuliskan sebuah surat dan menelpon pengacaranya.


“Bro, kita sudah berteman lama. Sebelum aku berubah pikiran, tolong simpan surat ini dan berikan kepada kedua keponakanku enam bulan lagi. Aku akan menyuruh sopir mengantarkan ke rumahmu beserta hadiah kecil dariku. Simpan rekaman video ini. Terima kasih.”


Rendy langsung mematikan teleponya, entah mengapa dia ,merasa harus berbuat banyak hal dan sepertinya hidupnya sebentar lagi akan berakhir. Dia ingin memperbaiki kesalahan lama yang telah dia perbuat kepada sebuah keluarga di masa lalu dan berpikir akan segera hidup sendiri di luar negri.


Pria tua ini segera melakukan perekaman video melalui handphone canggih miliknya dan kirim ke email sang pengacara dan mengatur sopir mengantarkan berkas. Dia sendiri bersiap menuju club malam untuk melepaskan stress.


“Semoga ini pilihan yang tepat,” batin Rendy Wirabrata.

__ADS_1


__ADS_2