Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Aksi Alicia


__ADS_3

Cukup lama perjalanan melalui transportasi udara di lakukan, ketiganya mulai tertidur dan baru bangun kala salah satu pramugara membangunkan dengan lembut. Saat pesawat sudah Take off dan tinggal mereka saja di sana.


"Maaf bisakah kalian bangun segera, pesawat sudah lama mendarat," ujar sang Pramugari.


(Author pakai bahasa indonesia saja ya, biar ngga usah tambahkan kata untuk translate)


Darren segera sadar kala suara lembut Pramugari tepat ada di telingannya. Pria itu merasakan kram sampai agak sulit untuk duduk tegak. Di lihatnya apa yang membuat berat ternyata kepala Alicia yang berada di bahunya dan Nina juga masih tertidur.


"Terima kasih sudah membangunkan, maafkan kami karena merepotkan," kata Darren lalu menutup hidung Alicia agar wanita itu bangun dan menepuk pelan tangan sang adik angkat.


"Nina, bangunlah kita sudah sampai."


"Arrghhhh Darren kenapa menutup hidungku, kau mau membunuhku perlahan," teriak Alicia.


Darren cuma tertawa saja dan Nina juga sudah bangun dan sedikit binggung lalu berkata "Kenapa dia, Bang?"


"Biasa kebanyakan tidur jadi bermimpi," sahut Darren lalu bangkit dan mengambil koper kecilnya yang ada di atas juga tas punggungnya lalu mengambilkan tas milik Karenina.


"Aku tidak bermimpi, kakakmu iseng membangunkan dengan menutup hidungku," kilah Alicia.


Nina hanya tertawa saja lalu berkata "Hidungmu begitu mancung dan indah mungkin karena itu Bang Darren ingin menyentuhnya."

__ADS_1


"Hah! bisa jadi makanya operasi saja hidungmu biar lebih mancung," ujar Alicia.


"Tak perlu jika mau operasi maka mulutmu saja yang di jahit agar bisa diam sedikit," ucap Darren lalu pergi turun dari pesawat.


"Apa! Dasar Darren gila," hardik Alicia.


Nina hanya tertawa saja melihat kelakuan keduanya lalu mereka menunggu koper Nina turun dari bagasi setelah itu saat melewati sebuah restoran Alicia berujar "Bos Nina, mari makan dulu. Aku lapar."


"Benar juga, kita makan saja dahulu sambil menunggu asisten abang datang menjemput," kata Karenina sambil menatap kakaknya.


"Baik, baik ayo makandan jangan pesan kebanyakan masih lama perjalanan dari bandara ke rumah jangan sampai kamu malah minta ke toilet di tengah jalan," ujar Darren sambil menatap le gadis bule itu.


"Tenang saja aku tidak rakus kok," sahut Alicia sambil masuk ke dalam.


"Baru kali ini lihat Bule doyan masakan pedas, sampai menelan semua cuko empek-empek dan menghabiskan semua sambel, gila. Kamu ini bule asli atau palsu?" tanya Darren heran.


"Ayahku keturunan italia perancis, Ibuku Chinese Bali jadi ya bisa di bilang aku keturunan campuran," jawab Alicia.


"Bali, jadi masih ada darah Indonesia dong," kata Karenina.


"Begitulah makanya fasih dan bisa komunikasi dengan kalian. Dulu saat Nenekku masih hidup sering ke Bali saat liburan, tetapi sekarang sudah jarang,"ujar Alicia.

__ADS_1


"Sudahlah masa menyakitkan tidak usah di ingat, makan saja lagi," ucap Darren.


"Iya." Alicia menyeruput sisa jus melonnya.


Selesai makan, semua tagihan di bayar Darren dan kala mereka akan menuju tempat parkir di mana jemputan telah menunggu malah ada yang iseng dan nekat mencuri tas milik Karenina. Untung saja Alicia sigap dan menghajar pencuri sebelum pergi jauh.


Gadis itu melakukan tendangan ke ************ pencuri, memukul belakang punggung kala dia meringgis kesakitan akibat tendangan  lalu terakhir menarik kedua tangan pelaku dan mengikatnya mengunakan tali sepatu miliknya.


"Selesai, ayo bawa ke pihak keamanan bandara," ajak Alicia.


"Kamu hebat sekali, skill bela dirimu memang jitu. Cocok jadi body guardku," puji Karenina.


"Alicia memang bisa di andalkan, tunggu sebentar biar asisten ku datang kemari dan kita bisa bawa cecenguk ini," kata Darren.


"Iya, orang ini sepertinya sangat kesulitan sehingga berani merampok penumpang bandara," ujar Karenina.


"Kurasa tidak sesederhana itu, mungkin ada motif lainnya sebaiknya kalian lakukan penyelidikan lebih lanjut," saran Alicia.


Dahi pria itu berkerut , entah mengapa dia juga yakin masalah ini bukan semudah pikiran beberapa orang. Pasti ada hal lain yang di sembunyikan . Darren pun mengetik pesan untuk menyuruh anak buahnya yang lain agar melakukan penyelidiki tentang kasus yang baru dia alami di bandara udara.


Sementara itu kejadian tadi rupanya sudah di awasi oleh orang lain dan kini dia buat laporan melalui sambungan telepon.

__ADS_1


"Bos percobaan barusan gagal, sebaiknya kita melakukan rencana lainnya."


"Lakukan saja."


__ADS_2