
❤️✨ Terimakasih sudah membaca, jangan lupa Like, Vote, Rate, Favorit, Komentar dan kirim Hadiah yah❤️✨
"Bi, Nina belum bangun ya. Coba ke kamarnya dan bangunkan, jangan sampai telat makan malam," ujar Philip yang telah selesai mandi usai pulang kerja.
"Iya Tuan."
Bibi Kinan berjalan ke kamar sang Nona, pintu tak di kunci jadi mudah untuk masuk. Terlihat memang gadis itu masih tidur di tempat tidurnya. Kursi roda berada di tepi tempat tidur.
""Non, Non Nina bangunlah," kata Bi Kinan sambil menepuk sedikit pipi gadis itu.
"Ehmmm."
"Non Nina bangunlah sudah mau makan malam, Tuan Philip sudah menunggu," kata Bibi mengulangi.
"Ah, baiklah." Karenina mengucek matanya lalu minum sedikit air putih yang ada di gelas atas meja samping tempat tidur.
Gadis itupun duduk perlahan di ranjang, menurunkan kedua kakinya dan berpegangan dengan tiang supaya bisa sedikit berdiri dan duduk ke kursi roda.
Sebenarnya kakinya hanya satu yang belum berfungsi baik akibat kecelakaan saat dia berusia bayi. Jarang melakukan terapi akibatnya keduanya malah tidak berfungsi baik. Agak sulit berjalan.
Tante Anna hanya memberikan jadwal terapi satu kali sebulan dan tidak punya tongkat berjalan jadi sulit bagi gadis muda ini untuk bisa melakukan aktivitas tanpa kursi roda.
Bi Kinan mendorong dari belakang dan keduanya oun menuju ke meja makan. Tampak di sana Philip baru kembali sambil membawa semangkuk besar nasi putih.
__ADS_1
Makan malam ini sangat sederhana tapi menggugah selera, aroma sambal terasi, tampilan ikan mujair goreng yang mengoda juga aneka lalapan sayur mentah juga goreng.
"Wah mantap Bi, makanannya enak sekali," kata Karenina sambil mencocol sebuah ketimun dengan sambel terasi.
"Nina, hentikan. Cuci tangan dahulu baru kita berdoa dan makan bersama," perintah Philip.
" Baiklah."
Gadis itupun menuju wastafel dengan sang Bibi dan mulai mencuci tangan. Di rumah itu ada dua wastafel, di buat rendah dan tinggi. Maksudnya supaya Karenina bisa mudah mencuci tangan.
Kemudian bakik ke ruang makan dan menikmati santapan malam ini dengan Kakak dan Bibinya. Hanya ada sesekali berbicara, tentang konsep iklan nantinya untuk launching produk.
"Kita akan pakai Suzy Park sebagai ambasador produk. Dia model ternama dan kita telah kenal dia lama. Sebaiknya berikan pekerjaan ini kepadanya," kata Philip.
"Sebaiknya memang di saja, karena pasti aman tak akan di ganggi oleh rubah tua. Bukankah Kak Suzy lebih galak daripada Tante Anna. Ini lebih aman lah," ujar Karenina.
"Ah kenyang, Kak aku mau kembali ke kamar ya. Mau baca komik baru pemberian Kak Cecilia," ujar Karenina.
"Pergilah, kakak juga haris ketik beberapa proposal proyek," kata Philip.
Gadis itu menuju ke wastafel untuk mencuci tangan lalu kembali menuju kamarnya, sedangkan Bi Kinan dan Philip masih makan.
Sesampainya di kamar dia langsung menuju meja kecil, di sanalah tersimpan sekeranjang buah, surat dan komik.
__ADS_1
Cecilia memang tak mau berbicara karena itu komunikasi dalam bentuk tulisan. Gadis inipun membuka perlahan amplop agar tak merobek isi surat di dalamnya.
Sebuah kertas berwarna biru dengan aroma parfum menyeruak keluar ketika kertas dibuka. Dengan hati-hati dia pun membaca perlahan osi surat dari sepupunya.
"Karenina, bacalah komik ini maka kau akan mengetahui alasan ku tak berbicara selama beberapa tahun ini. Semua pengalaman pahit telah ku tuangkan dalam tulisan dan gambar. Semoga kamu dan para pembaca bisa mengerti kondisiku. Terimakasih."
Singkat jelas dan padat. Itukah isi suratnya, Membuat rasa penasaran gadis ini meningkat jadi ingin tahu apa sebenarnya rahasia dari kebisuan Cecilia selama ini.
#PesonaSangDiva
#NezhaAgeha
-------Promo Bab Karya Penulis Lainnya------
Hai-hai semua mohon maaf, kali ini minta space tambahan untuk perhatian kalian. Sekarang emak lagi mau bicaraiin karya dari salah satu penulis noveltoon lainnya dan dia adalah .......
Smiling27
cuplikan Blurd
Setelah menyelesaikan halaman terakhir novelnya, Livia langsung mendapatkan banyak sekali hujatan dari para pembacanya. Hujatan itu mengakibatkan dirinya terseret masuk ke dalam dunia novelnya sendiri. Beberapa waktu kemudian, Livia tersadar kini sudah masuk ke dalam raga Shabira Lawrence, tokoh utama yang telah ia buat menderita selama hidupnya.
Tantangan demi tantangan akan Livia hadapi kedepannya, jika tetap ingin melanjutkan kehidupan Shabira yang seharusnya mati di akhir ceritanya. Livia tahu betul bahwa semua orang selalu tidak berpihak pada Shabira, bahkan anggota keluarganya sendiri. Akankah Livia tetap melanjutkan hidupnya sebagai Shabira? Atau ia akan tetap mengakhiri halaman terakhir kisah Shabira dengan cara bunuh diri, sesuai alur cerita yang sudah ia tulis?
__ADS_1
Ayo ikuti kisahnya!