
"Akhirnya sampai juga," kata Suzy sambil menyeret kopernya.
"Iya, aku kangen sama Ibu dan Bapak," ujar Kasih.
"Kasih, Suzy, Kemarilah," teriak Delon ketika melihat keduanya.
"Kenapa kau yang jemput?" tanya Suzy heran.
"Sekarang aku manager Kasih jadi menjemput adalah tugasku,"jawab Delon sambil tersenyum.
"Olga dan Oma Gina mana?" tanya Suzy kembali.
"Mereka menanti rumahmu, kita ke sana dahulu sebelum aku mengantar Kasih ke rumah kami," kata Delon.
"Baiklah." keduanya menyahut bersamaan dan mengikuti Delon.
Sepanjang perjalanan dari bandara sampai pusat kota, terpampang di beberapa billboard iklan dengam model Suzy. Memang gadis satu ini berhasil menjadi model papan atas dan menjadi ambasador beberapa produk.
"Lihatlah wajahmu ada di mana-mana," tunjuk Kasih.
"Sebentar lagi kau akan merasakannya," kata Suzy.
Mobil berhenti rupanya sudah sampai di rumah Dokter Sintia dan Awan, benar sekali mereka telah menikah bahkan memperoleh dua anak kembar yang sangat aktif.
"Aku pulang," seru Suzy begitu masuk ke dalam rumahnya.
__ADS_1
Kedua adiknya langsung berlarian ke arah model cantik itu dan nampak minta di gendong. Dengan sigap Delon mengambil salah satunya sedang Suzy mengendong lainnya.
"Cece Suzy, kami kangen," sahut si kembar serempak.
"Mana oleh-olehnya," tagih Gracio.
"Kamu masa tidak bilang kangen cuma minta oleh-oleh saja,"gerutu Suzy sambil mencubit pipi adiknya.
"Cece cepat hajar Papi, masa dia bilang aku gendut. Padahal ini kan masi asa pertumbuhan jadi perlu banyak makan," kata Gracia mengadu.
"Wah pintar sekali kalian, turun dari gendongan Suzy dan Delon. Mereka baru pulang masih lelah,"ujar Dokter Sintia.
"Memang Cia gendut, kemaren timbang di rumah sakit. Bobot badannya melebihi anak lain,"omel Awan.
"Sudahlah, kamu juga sampai remaja betubuh besar. Setelah itu kan bisa diet, mau bagaimana lagi? Bakat gemuk nurun dari kamu," kata Oma Gina.
"Jadi Papi gendut ya, besok ke rumah Oma dan Opa deh buat lihat album foto,"kata Cia sambil bergelayut manja di lengan Omanya.
"Dia memang gemuk, kalau Genesis jauh lebih ganteng dan bertubuh ideal. Awan selalu kesal jika di bandingkan dengan kakaknya," ujar Opa Heru.
"Sudahlah jangan bahas masa laluku di depan anak-anak. Ayo kita makan bersama dan selamat untukmu Kasih. Sekarang kau kebanjiran tawaran kerja," kata Awan.
"Terimakasih, apa maksudnya tawaran pekerjaan?" tanya Kasih binggung.
"Twittermu ramai dan jadi viral. karena Yamada Ryosuke membagikan link beriai cuplikan video akting kalian berdua. Jadi berbondong-bondong sutradara, produser dan agency lain mencarimu untuk peran di beberapa FTV dan film layar lebar," tutur Oma Gina menjelaskan.
__ADS_1
"Segitu hebatnya kah postingan Yamada?" tanya Suzy.
"Mungkin karena efek ketenarannya," jawab Opa Heru.
"Sudahlah apapun itu, yang pasti setelah ini Kami akan sibuk memilih tawaran lalu meraih banyak pundi-pundi," kata Delon.
"Pantas saja kau langsung menjadi managerku," celetuk Kasih.
"Kau kan adikku, tentu saja sambil menjagamu juga memperoleh pekerjaan," ujar Delon.
"Biarkan dia terus bersamamu. Kakakmu. itu sudah berlatih beladiri beberapa tahun ini dan mengemudi jadi bisa mengandalkannya membuatku lebih tenang saat kamu di luar," kata Dokter Sintia.
"Saya paham, Tante," ujar Kasih.
"Ayo makan, mau ngobrol sampai kapan? Lihat di sana si kembar sudah pindah ke meja makan dan menyuruh pengasuhnya mengambil banyak sate ayam," tunjuk Awan.
"Anakmu itu benar-benar menyukai makanan," kata Oma Gina.
"Bagi si kembar, makanan enak adalah dunia mereka," ujar Suzy.
Semua pun tertawa bersama dan mereka nampak rukun di meja makan. Tingkah laku kedua batita itu sanggup mengundang tawa dan omelan dari anggota keluarga.
Gracia dan Gracio hadir mengisi keluarga bahagia Sintia dan Awan. Keduanya menjadi cucu kesayangan Oma dan Opa mereka.
Bersambung....
__ADS_1