Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Ulangtahun Tragis


__ADS_3

❤️✨ Terimakasih sudah membaca, jangan lupa Like, Vote, Rate, Favorit, Komentar dan kirim Hadiah yah❤️✨


Kedua anak perempuan ini sama-sama berusia 17 tahun dan di hari yang sama mendapatkan hadiah berupa trauma dan berakhir di rumah sakit.


Kasih sedang di rawat di sebuah rumah sakit daerah, sedangkan Karenina harus menjalani perawatan di rumah sakit swasta di kota.


Benang merah keduanya seolah menyatu, mengalami kejadian tragis bersamaan. Kedua gadis ini harus mampu bertahan agar kuat menjalani hidup di masa depan.


*******


"Darren, bagaimana dengan adikmu?" tanya Bu Kalina.


"Masih di rawat, Bu. Luka Kasih jauh lebih parah daripada Abang," jawab Darren sambil memperlihatkan pergelangan tanganya yang berbalut perban juga bagian dadanya.


"Astaghfirullah, siapa sebenarnya pelakunya. Kenapa mereka tega melukai kalian." Sontak Bu Kalina menangis kembali melihat keadaan putera sulungnya.


"Entahlah, Bu apakah kalian sudah ke kantor polisi? Cepat laporkan dan foto diriku sebagai bukti," kata Darren.


"Iya Bang, setelah ini kami akan ke kantor polisi," ujar sang Ayah.

__ADS_1


"Ayah saja yang pergi, Ibu mau di sini menemani anak-anak kita," pinta Bu Kalina.


"Baiklah."


Sang ayah pun meninggalkan rumah sakit dan memacu kendaraan roda duanya agar masalah ini bisa segera di usut.


Tak lama salah satu perawat datang dan meminta orangtua Kasih menemui dokter karena ada yang mau di bicarakan.


Bu Kalina dan Darren mengikuti sang perawat menuju ke sebuah ruangan dan di sana tampak seorang lelaki tua tengah menanti kedatangan mereka.


"Masuklah keluarga Nona Kasih," kata sang Dokter.


"Iya Dok, Bagaimana dengan keadaan anak saya?" tanya Bu Kalina.


"Separah itu Dok?" tanya Bu Kalina yang kembali menangis karena puteri satu-satunya harus mengalami kejadian tragis.


"Tenanglah Bu, kita harus kuat agar Kasih tidak lemah," kata Darren sambil merangkul Ibunya.


"Memang operasi plastik adalah jalan satu-satunya, saya turut prihatin dengan keadaan anak anda," ujar Sang Dokter.

__ADS_1


"Baiklah terimakasih,Dok. Masalah ini akan saya bicarakan dahulu dengan suami saya," kata Bu Kalina.


"Silakan Bu, semoga pelakunya cepat ditemukan," lanjut sang Dokter.


"Iya, Dok. Sekali lagi terimakasih."


Keduanya pun meninggalkan ruangan sang dokter kembali menuju ruang rawat inap. Di dalam sana sudah ada Kasih tengah berbaring di salah satu tempat tidur. Gadis muda itu masih tertidur akibat efek obat bius.


Seluruh wajahnya terbungkus perban, persis mumi. Tak pernah terbayangkan akan mengalami kejadian seperti ini.


Hati Bu Kalina luluh hancur melihat keadaan anak perempuan dan lelakinya. Perih menusuk di jantung, mereka sedikitpun tak pernah mendapatkan pukulan saat di didik dalam rumah. Kali ini malah mendapatkan perawatan akibat perbuatan orang lain.


Dalam Hatinya wanita ini berjanji akan sekuat tenaga memulihkan wajah anaknya walaupun harus menjual seluruh tanah, sawah juga rumah yang mereka miliki di kampung.


"Kasih bertahanlah Nak, Ibu akan mengusahakan yang terbaik bagimu," Lirih Bu Kalina.


"Bu, aku akan coba menghubungi temanku untuk menanyakan dokter bedah plastik terbaik di ibu kota," kata Darren yang mulai mengirim Sms kepada temannya.


"Lakukan dengan cepat Bang, Ibu tak mau kalian dalam kondisi ini terlalu lama," ujar Bu Kalina.

__ADS_1


#PesonaSangDiva


#NezhaAgeha


__ADS_2