Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Ipar yang Rese


__ADS_3

Hari Minggu,


Hari yang paling dinantikan oleh Gunawan, pria itu sudah bangun sedari subuh, jogging di treadmill dan sarapan .Sedari pagi wajahnya sangatlah cerah karena sudah tak sabar mau menjemput pujaan hatinya dan jalan bersama.


“Gun, ada hal spesial apa ini. Papi lihat sejak sarapan tadi wajahmu berseri-seri sekarang sudah rapi dan sangatlah harum,” goda sang ayah.


“Ah Papi mulai deh, kali ini aku berhasil ajak jalan Sintia,” ujar Gunawan sambil duduk di sofa bersama ayah kandungnya.


“Wah kemajuan pesat setelah hampir dua tahun yang mengenaskan, Papi pikir kau tak akan berhasil,” ledek sang Ayah.


“Jangan begitu, untuk mendapatkan berlian memang membutuhkan usaha yang keras. Bukan seperti permata imitasi yang berkeliaran dan bisa di punggut kapan saja,” celetuknya sambil melirik ke kakak iparnya.


“Apa maksudmu,” ujar sang kakak ipar.


“Maksudku sudah jelas, berhenti mencomblangiku dengan teman-temanmu yang tak selevel itu. Aku muak dan jangan lagi hasut ibuku, mengerti,” ujar Gunawan dengn ketus.


“Setidaknya teman-temanku masih single bukan janda beranak,” sahut sang kakak ipar tak mau kalah.


“Janda beranak lebih baik daripad status single tapi rasa janda,” sinis Gunawan.


“K—kau, jangan kurang ajar ya,” kata sang kakak ipar dengan ketus.


“Sebaiknya urus saja rahimmu tak usah carikan aku istri, orangtuaku lebih membutuhkan cucu daripad menantu, ingat itu,” ucap Gunawan sambil pergi meninggalkan sang akak Ipar, berpamitan kepada sang ayah dan pergi.

__ADS_1


“Pi, Gugun mau kemana?” tanya sang ibu yang baru saja datang.


“Berhasil katanya untuk kencan dengan Sintia,” ujar sang ayah. Sudah menjadi rahasia umum di rumah itu kalau Gunawan tergila-gila dengan Dokter Sintia.


“Benarkah,baguslah daripada dia jomblo terus. Pusing mama memikirkannnya, lebih baik dengan janda saja asalkan ada cucu buat kita,” sindir sang mertua melihat kepada wanita yang tadi juga habis di ledek Gunawan.


Wanita itupun pergi lantaran kesal dan kembali kekamarnya.


“Mami masa begitu, kasih dia. Tadi Gunawan sudah menyerangnya,” nasehat sang suami.


“Biarkan saja, lelah aku hadapi dia dan ibunya, kau tahu kan betapa sombongnya keluarga dia. Entah bagaimana bisa Genesis jatuh cinta kepadanya,” ujar sang istri dengan sedikit kesal.


“Bukankah kau yang setuju kala itu?” tanya sang suami.


“Jadi maumu apa?” tanya Suaminya.


“Aku akan suruh Genesis menceraikannya, karena menurut gosip dari beberapa temanku sering melihat menantu kita itu jalan dengan berondong. Aku tak mau ya putra di khianati,” sahut sang istri.


“Lakukan saja apa yang menurutmu baik, Papi juga kurang suka dengan keluarganya seringkali memakai fasilitas rumah sakit dengan seenaknya dan tak membayar juga membawa orang lain untuk pengobatan gratis. Kita bisa rugi dan juga tanggapan karyawan tidak baik,” papar sang suami mulai jujur.


“Kurang ajar, kenapa kau tak mau blang. Aku akan ke rumah sakit dan minta semua rinciannya akan ku tagih semua ke besan terhormat kita itu, seenaknya saja sedangkan aku medical check upsaja bayar,” umpat sang istri dengan kesal.


“Kau saja yanga tasi, aku sudah tak mampu lagi.  Lusa lalu bagian administrasi melaporkan lagi tentang hal ini,” kata sang suami.

__ADS_1


“Tenanglah , aku akan selesaikan dan ku pastikan besan kita itu tak akan lagi berhutang,” kata sang istri.


Setelah percakapan itu wanita tua itu segera beganti pakaian dan menuju rumah sakit swasta yag memang di miliki oleh keluarga mereka juga menelpon sang anak pertama Genesis untuk mengabarkan kelakuan sang mertua.


Bersambung.....


*******


Iklan karya teman nih, silakan mampir baca ceritanya pasti seru deh




MENIKAHI PERAWAN TUA


(Dtyas)



Spin Off Menikahi Pamanmu. Kisah cinta karena perjodohan antara Reka (adik dari Kayla) dengan Nara seorang wanita berprofesi sebagai dosen pada kampus Reka. Keduanya tidak menyetujui perjodohan tersebut, mengingat Reka dan Nara sempat berseteru bahkan Reka menyebut Nara Perawan Tua.


Namun, kembalinya mantan kekasih Nara membuat wanita ini meminta Reka mempercepat pernikahan mereka.  “Please, jangan batalkan perjodohan ini. Aku minta sama kamu untuk bantu bicara dengan keluarga agar pernikahan kita dipercepat,” ungkap Nara.

__ADS_1


Reka menatap sinis pada Nara. “Jangan bilang kalau kamu hamil dan aku ketiban sial harus bertanggung jawab.” Nara menggelengkan kepalanya. “Aku tidak hamil. Reka, tolong aku. Setelah kita menikah aku akan biarkan kamu tetap berhubungan dengan kekasih kamu. Sampai situasi aman kamu boleh ceraikan aku. Please, bantu aku,” pinta Nara. 


__ADS_2