
Papan iklan ada di mana-mana, lampu neon menghiasi hampir setiap sudut sehingga meskipun malam hari tetap terang benderang. Kasih memandangi jalanan yang dia lalui, ini hari ketiga dia berada di sana dan juga malam terakhir. Besok siang akan langsung berangkat menemui Ayah Budi dan Bu Kalina.Suasana inilah yang di rindukan selain makanannya, ada aneka street food atau jajanan di pinggir jalan.. Banyak penjual Takoyaki, Okonomiyaki, dan masih banyak lagi.
"Kasih ,mau berapa banyak lagi Takoyaki yang akan di makan?" tanya Shinosuke.
"Entahlah aku menyukai makanan ini, kalau di rumah ketiga kakakku akan melarang banyak makan cemilan," jawab Kasih.
"Jadi di sini kamu ingin bebas sebentar ya,"kata Shinosuke.
"Benar sekali," ujar kasih sambil tersenyum.
"Aku agak heran denganmu, kenapa menolak lamaran dari Yamada? Dia idola banyak wanita di sini loh," kata Shinosuke.
"Bukan tipeku," sahut Kasih singkat.
__ADS_1
"Jika aku yang melamarmu ,bagaimana? masuk kriteria ngga?" tanya Shinosuke sambil memasang wajah tampannya dengan pose menarik.
"Hahaha.. jangan bercanda, aku sudah mengenalmu lama meskipun hanya lewat chating. Namun aku paham sifatmu tidak akan mau dengan wanita yang tidak seksi," ujar Kasih.
"Tahu saja, seandainya kamu melakukan pembesaran di bagian atas dan belakang pasti jadi seksi dan sesuai tipeku," sahut Shinosuke.
"Jangan bercanda, aku tidak mau melakukan operasi lagi selain operasi untuk melahirkan anak," kata Kasih.
"Mari bernyanyi," teriak Kasih.
Mereka bergembira sepanjang malam dan terus bernyanyi, Kasih melepaskan stressnya juga rasa lelah. Pagi tadi dia membaca email Suzy yang mengatakan kalau surat wasiat dari Rendy sudah di bacakan dan memang merekalah pelakunya . Yang menyebabkan kematian kedua orang tuanya. Kasih merasa sekarang sudah selesai dan ingin benar-benar melepaskan semua rasa dendam juga sakit hati.
"Mereka sudah mendapatkan balasannya," lirih Kasih dan melanjutkan bernyanyi bersama sahabatnya.
__ADS_1
Bersambung.....
NB : Sisa beberapa part lagi...ayo buruan baca dan jangan lupa berikan vote, like,kirim hadiah bunga dan kopi buat emak ya. Terima kasih atas dukungan kalian buat Kasih.
Sekilas info mengenai kota yang Kasih jadikan tempat persembunyian.
Dōtonbori (道頓堀) adalah pusat gastronomi, perbelanjaan dan hiburan di sisi selatan Kanal Dōtonbori, Osaka, Jepang. Di seruas jalan antara Jembatan Dōtonbori dan Jembatan Nipponbashi ini terdapat berbagai macam rumah makan dan fasilitas hiburan.
Sebagai simbol kota Osaka, Dōtonbori telah berulang kali dijadikan sebagai lokasi film Jepang maupun film luar negeri. Papan-papan iklan dan lampu-lampu neon berukuran besar menghiasi gedung-gedung restoran dan hiburan malam di tepi Kanal Dōtonbori. Pusat perhatian wisatawan yang datang ke Dōtonbori, di antaranya kepiting papan reklame Kani Douraku, lampion fugu rumah makan Zuboraya, neon Glico, dan jajanan khas Osaka (okonomiyaki, takoyaki, dan udon).
Di sekitar tempat ini terdapat teater bunraku, gedung sandiwara komedi/manzai Namba Grand Kagetsu, teater idola NMB48, dan gedung bioskop. Di kedua sisi kanal Jembatan Ebisubashi terdapat promenade Tonbori Water Park yang dilengkapi tempat-tempat duduk. Pusat diskon Don Quijote berada di tepi kanal memiliki kincir ria berbentuk elips. Jembatan Ebisubashi merupakan ujung selatan dari arkade perbelanjaan Shinsaibashi.
Di tempat ini juga terdapat Hōzen-ji (法善寺), sebuah kuil Jōdo-shū yang dibagun pada 1637.[1] Gang sempit berlantai batu di depan kuil ini disebut Hōzen-ji Yokochō.
__ADS_1