
Kasih sedang duduk di dekat kaca dari restoran yang terletak di dalam hotel tempat penginapan. Gadis itu nampak memperhatikan langit di mana sunset tengah terjadi. Philip juga ada bersamanya sambil menikmati cemilan di sore hari. Mereka menghabiskan waktu menunggu pergantian waktu.
"Kau tahu dulu aku sering kali mengkhayal akan bersantai bersama kedua adikku. Sekarang ini seperti mimpi bisa menemukan kamu. Tentunya kita belum terlalu dekat,tetapi aku minta tolong agar kamu bisa mempercayai aku dan Nina sama seperti ketiga kakak lelakimu yang lain," tutur Philip.
"Ehmm tenanglah jauh sebelum kau mengetahui identitasku bukanlah kita sudah saling mengenal. Aku juga menyayangi kalia jika tidak untuk apa membantu secara diam-diam bahkan menyumbangkan darahku. Semua butuh proses dan kurasa kita bisa saling mengandalkan," sahut Kasih sambil tersenyum.
"Terima kasih. Saat pulang nanti kamu akan mendapatkan identitas baru, kau siapkan?" tanya Philip sambil memandang lekat sang adik.
"Mu tak mau, terus bersembunyi juga tidak ada arti. Jika tidak berterus terang sekrang ke publik saat kita berdua begini bisa di sangka Affair," jawab Kasih sambil tertawa.
"Benar, gosip tentang mu dengan banyak pria sudah sangat merisaukan," celetuk Philip.
"Mau bagaimana lagi, media suka heboh jika aku dekat sedikit saja dengan pria tampan padahal ketiga kakakku saja sudah sangat tampan," sahut Kasih.
"Tiga? kau punya empat kakak lelaki tampan," ujar Philip.
__ADS_1
"Iya iya kalian semua tampan," kata Kasih.
"Bagaimana denganku?" tanya Steven yang tiba-tiba ikut nimbrung di meja keduanya.
"Kenapa denganmu? mau jadi kakakku juga?" Kasih malah balik bertanya.
"Tidaklah, aku ini calon suamimu. Bukankah aku juga tampan? ayolah berkata jujur," ucap Steven.
"Hei jangan berkata sembarangan, Kasih belum setuju menjadi Istrimu dan acara pertunangan juga musti di adakan," kata Philip.
"Tidak hanya mengaku sebagai calon suami," jawab Philip.
"Asal bicara, apakah kau tahu adikku ini sudah banyak di kagumi pria lain dan ku dengar dari Delon barusan agency Yamada menelpon ada rencana buat project bareng bersamamu bulan depan. Bukankah artis Jepang itu juga mengejarmu bahkan sudah berikan lamaran romantis," kata Davin berusaha memanasi Steven.
"Yamada yang sering mengirimkan tweet kepadamu! Dia mau bersaing denganku? Aku pasti menang," ujar Steven dengan penuh kepercayaan diri.
__ADS_1
"Jangan ngawur, yang ku tahu mereka sudah sering bekerja sama dan dekat. Kamu hanyalah orang dari masa lalu yang belum kenal Kasih di masa sekarang," sahut Davin.
Steven terdiam, memang ada benarnya juga perkataan Kakak lekai Kasih, tetapi dia tidak ingin menyerah begitu saja dengan Cinta pertamanya.
"Kasih ingat janjimu untuk memberikan aku kesempatan," kata Steven.
"Berusahalah," balas Kasih.
"Sudahlah ayo pesan makanan, berjuanglah Steven," ujar Philip.
"Terima kasih."
Sementara itu di tempat lainnya Delon tengah kencan bersama Suzy menghabiskan malam bersama di jalanan kota Paris sedangkan para orangtua Oma Gina, Oma Adimiharja dan kedua orang tua Kasih tengah menonton theater musik di salah satu gedung pertunjukan. Bi Kinan dan Lili sedang pijat dan spa melalui fasilitas hotel.
Semua begitu menikmati liburan kali ini. Tawa dan riang sangat terasa di antara mereka semua, Kasih berharap seandainya waktu bisa berhenti. Dia ingin merasakan saat seperti ini lebih lama lagi.
__ADS_1