Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Kecurigaan Bi Kinan


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang dari rumah sakit, wanita tua itu hanya diam saja. Dia sibuk dengan berbagai pikirannya untuk menerka apa yang baru saja dia lihat.


"Aku yakin tidak salah lihat, sudah 20 tahun lebih terus melihat kalung itu di pakai Nina. Aku harus selidiki Kasih,"guman Bi Kinan.


"Bibi kenapa kau hanya diam saja, lihatlah kita bahkan sudah mau sampai di rumah," kata Nina.


"Tidak apa, Non. Bibi sedang memikirkan sesuatu saja. Oia Non Kasih itu seusia kamu kan?" tanya Bi Kinan.


"Iya, dia seumuran sama aku dan kami sama saja tidak kuliah. Kasih langsung terjun ke dunia modeling di bantu oleh Suzy," jawab Nina.


"Suzy? anak perempuan Dokter Sintia kan?"


"Iya, Bi. Dia hebat loh bisa akting juga. "


"Ehmm coba kamu tanyakan kapan dia keluar dari rumah sakit, bilang saja Bibi mau siapkan masakan buatnya dan antar ke rumahnya,"kata Bi Kinan.

__ADS_1


"Baiklah, Nina mau mandi dan istirahat sebentar ya. Sampai jumpa Bi."


Karenina segera naik ke lantai dua, di kamarnya. Bi Kinan di ruang tamu memandangi foto kedua orang tua Nina dan Philip.


"Bapak Ibu, sepertinya saya tahu di mana Non Chelomitha,"lirik wanita tua itu.


Sementara itu di kantor,


"Bos dugaan anda benar, sejumlah uang di transfer ke beberapa rekening berbeda termasuk atas nama Chandra dan Connie," kata sang asisten.


"Siap bos. Saya juga sudah menyuruh bagian IT mengecek CCTV di ruangan Bu Anna selama beberapa bulan ini dan simpan videonya kalau ada hal tidak wajar,"kata sang asisten.


"Kerja Bagus, gajimu akan ku naikan setelah masalah ini beres dan juga ada bonus pribadi dariku," janji Philip.


"Makasih banyak Bos."

__ADS_1


Sang asisten segera pergi dan menyelsaikan semua laporan untuk di bawa ke pihak berwajib. Wajahnya bersemi bahagia karena membayangkan hadiah dari sang Bos.


Philip sendiri memandangi foto di atas mejanya. Satu-satunya kenangan yang tertinggal dengan seluruh anggota keluarga.


"Mama, Papa sekarang sudah selesai. Aku bisa menyingkirkan Anna dan kalian tenang saja setelah ini aku juga Nina pasti membuat KCP menjadi besar dan menemukan Chelomitha secepatnya," janji Philip.


Tanpa di sadari air mata menetes di wajah pria muda itu, selama ini terkekang dengan cengkraman Anna. Kini dia bisa bebas menjalankan perusahaan peninggalan orang tuanya.


Di rumah sakit,


Malam hari, Kasih nampak gelisah. Tidurnya tidak tenang karena di alam bawah sadar dia bermimpi bertemu dengan pasangan yang sangat baik. Mereka membantu Kasih yang tengah kedinginan dan berikan jaket. Lalu pasangan itu pergi membawa ketiga anaknya. Sayang sekali mobil yang di kendarai mengalami kecelakaan dan ketika Kasih hendak menolong ,tetapi sama sekali tak bisa. Badannya berubah transparan dan menghilang. sebelum dia benar-benar sadar dan pergi jauh di dalam mimpi itu ada suara yang memanggilnya "Chelomitha, teruslah hidup."


Kasih membuka matanya, keringat dingin mengalir di sekujur tubuhnya. Gadis itu segera mencari air minum di meja sebelah nya. Nampak Kakaknya Delon masih tidur di sofa.


"Gila, mimpi apa itu?" gumam Kasih lalu mengambil tissue juga dan mengelap dahinya.

__ADS_1


__ADS_2