Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Julukan Gadis Perkasa


__ADS_3

Alicia kembali ke dalam ruangan sang Bos usai berkeliling seluruh gedung. Kejadian tadi tentu saja menjadi perbincangan di kantor. Hampir semua staff sibuk membicarakan kehebatan bodyguard dan seketika dia mendapatkan julukan Gadis Perkasa.


Karenina sama sekali tidak menyadari apa yang telah di lakukan Alicia, menjelang sore hari ketika jam kerja akan berakhir barulah dia tahu saat karyawan tadi yang di tugaskan mengatakan tentang kejadian dengan para pihak keamanan.


"Jadi seperti itu ceritanya,Bos."


"Biarkan saja memang mereka harus di beri sedikit pelajaran," sahut Karenina sambil tertawa.


"Benar juga sih, Bos. Saya akan pamit menyelesaikan sisa pekerjaan dan pulang."


"Silakan, terima kasih kau mau membantu karena Lili belum pulang masih bersama Philip di sana."


"Saya paham,Bos."


Saat ini Alicia sedang ke kantin kantor yang berada di lantai bawah. Karenina meminta di belikan roti sandwich isi ikan tuna dengan segelas kopi. Saat sedang mengantri tiba- tiba salah satu Sekurity yang tadi dia kalahkan datang memberikan sekotak besar donat dan berkata "Maafkan kami sudah meremahkan kamu, terimalah ini sebagai permintaan maaf."


"Tidak usah," tolak Alicia.


"Jangan berkata demikian, terima saja. Sebentar akan ku belikan creamy latte untuk teman minumnya."


Sekurity itu bergegas ke penjaga kantin dan langsung mendapatkan prioritas juga di berikan langsung pesanan Karenina.


"Ambillah, ku harap setelah ini kita bisa berteman dan ajari kami beberapa teknik bela diri."

__ADS_1


"Kau mau belajar dariku?"


"Tentu saja kau sangat ahli jadi tidak ada salahnya kan belajar dari mu."


"Baiklah aku terima , nanti saat pergantian shift aku akan mengajarkan kalian beberapa gerakan mudah."


"Terima kasih." sang Sekuriti menundukan badannya.


Alicia membawa semua bungkusan dan meninggal kantin kembali menuju ruangan sang Bos. Di dalam lift  dia merasa sedikit kesal karena di perhatikan secara diam - diam oleh seorang pria. untung saja bukan mereka berdua saja ada beberapa karyawan lainnya jika tidak mungkin akan terjadi pemukulan lagi. Gadis itu mempercepat langkahnya kala lift sudah berhenti di lantai yang dia tuju.


Pria yang memakai topi itu terus melihatnya lalu bertanya ke salah satu karyawan yang ada di dalam lift "Siapa dia?"


"Gadis Perkasa, body guard barunya Bu Karenina."


"Gadis Perkasa?"


"Ternyata dia tangguh juga."


"Kau bertanya karena ingin menjadikan gadis cantik itu sebagai model?"


"Bisa di bilang begitu." Sang fotografer segera tertawa dan segera menyusun rencana.


Di dalam ruang kerja Karenina,

__ADS_1


"Wah ada donat dapat dari mana?"


"Di kasih sekuriti dan aku akan mengajarkan mereka beberapa keahlian saat berganti shift."


"Bagus sekali, aku minta dong rasa strawberry."


"Ambil saja."


Kedua gadis itu segera makan dengan lahap sambil sesekali bercakap - cakap. Tak lama dering handphone berbunyi Philip menelpon sang adik.


"Ada apa,kak?" tanya Karenina.


"Lusa kami akan pulang, tolong aturkan untuk konfrensi pers mengenai identitas Kasih sebagai adik kita di akhir minggu," kata Philip.


"Baiklah, aku juga akan meminta pengacara mengatur pergantian akte kelahiran agar tidak double dan menyuruh memberikan hak saham miliknya," ujar Karenina.


"Benar kau atur semua apa yang jadi miliknya, aku tidak mau di anggap lalai membagi dan juga kita harus mengunjungi mahkam kedua orang tua."


"Tenanglah semua sudah ku urus tadi siang."


"Kerja bagus, mau nitip apa?"


"Cokelat saja dan beberapa parfum baru buat referensi untuk launching produk baru."

__ADS_1


"Baiklah, jaga dirimu."


"Iya,Kak."


__ADS_2