
"Bang Darren, kok diam? Masih belum mengantu?" tanya Davin sambil memandang sang kakak yang tidak ikut ke balik ke hotel.
"Kalian sajalah, kau tahu kan aku terbiasa terjaga sepanjang malam. Ini bukan jam tidurku," jawab Darren.
"Jadi bagaimana? kamu mau ku temani?" tanya Davin.
"Tidak perlu! Aku akan mencoba motor itu sambil berkeliling jalanan kota Paris ini. Kamu tidur saja," kata Darren.
"Baiklah, jaga dirimu dan jangan mengebut," pesan Davin.
"Tenanglah.
Semua sudah pulang, sedangkan pemuda dewasa ini malah memilih menikmati sisa kopinya sambil menatap menara Eiffel yang ada di depan. Semakin larut malam bukannya sepi, di kota ini malah semakin ramai seolah para penduduknya baru mulai beraktivitas. Begitu kopinya habis Darren segera pergi sambil membawa motornya berkeliling.
Udara kota semakin dingin,tetapi tak menyurutkan semangat dirinya buat menjelajahi kota asing itu. Tiba-tiba di sebuah pertigaan yang agak sepi terlihat ada kerumunan beberapa orang seperti sedang menggangu seorang wanita. Sebenarnya Darren enggan ikut campur, tetapi kala gadis itu melepaskan kaca mata dan saat berpapasan mata keduanya saling bertatapan. Warna iris matanya lah yang meanrik perhatian.
"Alana," lirih Darren dan mendadak menggerem kendaraan roda dua. Pemuda ini lantas membalikan motor lalu berhenti tepat di sebelah gadis tadi dan memakai bahasa inggir menyuruhnya naik.
"Come on, I will save you," ujar Darren. (Ayo naik, aku akan menyelamatkan mu)
gadis itu segera naik dan Darren melajukan kendaraannya meninggalkan sekumpulan pria berwajah sangar itu.
"Why they want catch you? Can give your address?" tanya Darren (Kenapa mereka ingin menangkapmu? berikan alamat rumahmu?"
"Where are you from?" tanya gadis itu.
"Indonesia."
__ADS_1
"Aku bisa berbahasa indonesia jadi kita pakai saja bahasa yang kau kuasai," kata gadis itu.
Hal ini tentu mengejutkan, menemukan gadis yang mirip Alana di kota Asing dan bisa berbahasa indonesia. Mereka nyaris mirip hanya berbeda warna rambut, model berpakaian dan juga sifat. Gadis ini terlihat kasar dan mengenakan busana seksi. Jika Alana meskipun seorang Pramugari, di luar pekerjaan dia akan memakai kaos oversize dan celana jeans atau Dree panjang sampai semata kaki dengan model vintage juga terlihat lembut.
"Bagaimana kau bisa berbahasa indonesia?"tanya Darren yang mulai penasaran.
"Keluargaku suka liburan ke Bali dan aku punya beberapa teman orang indonesia," jawab Gadis itu.
"Siapa nama kamu?" lanjutnya.
"Darren."
"Alicia,kalau bisa kamu bisa menurunkan aku di hotel xxx saja,"pinta sang gadis.
"Loh,kok bisa kebetulan ya,aku juga menginap di sana bersama keluargaku,"kata Darren.
"Tidak masalah."
Mereka pun sampai di hotel,saat itu ada Davin yang menunggu sang kakak di lobi hotel sambil membaca koran dari kota itu.
"Sampai jumpa,"kata Alicia sambil melambaikan tangan.
Melihat kedatangan Darren,maka sang adik pun datang mendekat.
"Siapa dia?"
"Gadis yang baru saja ku temui di kota ini."
__ADS_1
"Tumben kamu mau dekat wanita?"
"Apakah kau tidak melihat kemiripan dia dan Alana?"
"Jangan bercanda,dari foto yang di perlihatkan Tante Lala dan rupa wanita tadi jelas berbeda."
"Mereka hampir serupa, lihatlah warna matanya berbeda warna iris."
"Kau jangan terlalu obsesi dengan mantanmu sehingga melihat wanita yang memiliki kesamaan jadi sama persis."
"Entahlah,hanya aku merasa itu memang dia."
"Sudahlah,ayo kembali ke kamar dan istirahat.Delon bahkan sudah sangat pulas saat ini."
"Baiklah."
Sementara itu,
Gadis tadi sudah mengambil kunci resepsionis dan masuk ke kamarnya.Debaran di jantungnya baru bisa dihentikan dan kini normal.
"Kenapa jantung ini berdetak kencang kala di dekat pria tadi?"
Bersambung....
Visual Bang Darren ,makin tampan ya!
__ADS_1