Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Sepakat Diam Sementara


__ADS_3

Pesona Sang Diva


“Baiklah kali ini kita berempat sudah sepakat, pembicaraan ini jangan ada yang mengetahui selain kita semua yang berada di ruangan ini,” kata Dokter Sintia.


“Kami paham,” sahut Pak Budi dan Bu Kalina.


“Saya hampir saja lupa, pekenalkan ini putri semata wayang saya, namanya Suzy Park Utomo,” kata Dokter Sintia memperkenalkan sang anak.


Suzy turun dari ranjang dan menyalami kedua orang tua angkat Kasih. Gadis ini meskipun agak keras kepala dan kadang egois tetap tahun sopan santun tehadap orang yang lebih tua.


“Anak anda sangatlah cantik,” puji Bu Kalina.


“Terimakasih Tante,” ujar Suzy.


“Sekarang kita akan kelua ruangan ini bersama , kalau anak-anak anda bertanya bilang saja hanya diskusi ringan mengenai bentuk wajah baru Kasih.” Kata dokter Sintia.


“Baiklah,” sahut Pak Budi.


“Saya bukannya mau mengajarkan kalian untuk berbohong, hanya saja ini bukan waktu yang tepat. Takutnya anak-anak malah menderita akibat hal buruk kalau rahasia ini di dengar oleh Musuh,” papar Dokter Sintia menjelaskan.


“Kami paham Dokter, anda juga orangtua pasti mau melakukan yang terbaik bagi anak,” ujar Bu Kalina.


“Syukurlah kalau kalian bisa paham, kalau begitu sampai jumpa minggu depan saat operasi Darren. Kalung ini akan saya simpan agar lebih aman, ketika kasih pulih baru akan saya kembalikan dan semua keputusan tergantung dia,” ujar Dokter Sintia.


“Sampai jumpa Dokter,” ujar pak Budi.


Kedua orangtua itu meninggalkan ruangan terlebih dahulu baru mengikuti Dokter Sintia dan Suzy di belakang, petugas kebersihan pun masuk dan membereskan ruangan.

__ADS_1


*******


Di ruang rawat inap.


Melihat kedua orangtua mereka datang, maka Darren dan Dellon langsung bertanya karrena ingin tahu apa saja yang di bicarakan dengan Dokter. Kedua pemuda ini langsung menatap kedua orangtuanya dan bertanya.


“Ayah apa yang dokter bicarakan?”tanya Dellon.


“Ibu apakah operasi akan tetap di lakukan?” tanya Darren.


Bu Kalina nampak geleng-gelang kepala dan meninggalkan kedua putra malah membuka sebuah wafer di toples kaleng dan memberikan kepada Kasih. Pak Budi yang menjawab pertanyaan keduanya “Hanya diskusi mengenai wajah yang cocok untuk Kasih nantinya, eh pertandingan bola sudah di siarkan. Ayo nonton, Bu tolong buatkan bapak Kopi ya.”


Pak Budi nampak biasa saja sambil duduk di sofa dan menonton, membuat kedua anak lelakinya lega. Itu artinya tak ada masalah seperti yang sudah mereka kira sebelumnya. Bu Kalina pun memberikan segelas kopi kepada suaminya dan juga sebuah toples berisi kue kering untuk cemilan.


“Pasti wajahmu akan lebih cantik ya , Dek.” Ujar Dellon.


“Kemarilah kalian berdua temani ayah menonton, cepatlah.” Ajak Pak Budi.


Kasih hanya tertawa saja melihat kelakuan kedua kakaknya, mereka yang tadinya sangat cemas mengira kalau Dokter mau membatalkan operasi akhirnya bisa kembali tersenyum dan menonton pertandingan bola di salah satu stasiun televisi. Bersorak sorai saat gol berhasil di dapatkan oleh tim yang mereka dukung.


Sementara di parkiran rumah sakit , sebuah mobil yang berisi dua wanita cantik hendak meninggalkan tempat dan langsung melesat di jalanan beraspal. Keduanya juga bercakap-cakap di dalamnya.


“Mama, tebakan kita benar. Aku tak menyangka kalau gadis itu adalah bayi yang hilang,” kata Suzy.


“Syukurlah dia masih baik-baik saja. Mama bisa sekolah dulu ke luar negri selain karena bantuan Pamanmu juga di sokong oleh kedua orangtuanya. Mereka adalah orang-orang yang berjasa dalam karir mama,” ujar Dokter Sintia.


“Sekarang kita bisa kembali menyelidiki dan menemukan petunjuk keterlibatan wanita jahat itu dan mencari siapa saja sekutunya,” ujar Suzy.

__ADS_1


“Benar, tetapi perhatikan langkahmu jangan sampai justru dirimu yang celaka,” kata Sang mama.


“Aku tahu , Ma.”


“Ayo segera pulang, mama akan masakan daging sapi spesial buatmu,” ujar Dokter Sintia.


Bersambung........


********


iklan cerita seru nih silakan mampir baca ya...




IZINKAN AKU PERGI


(pipihpermatasari)



Suamiku, jika kamu bahagia bersamanya. Maka Izinkanlah aku pergi. Aku sungguh tidak sanggup bertahan seperti ini terus! Kamu sekarang sudah berubah, tidak seperti dulu lagi. Kamu sekarang melupakan kewajibanmu,memberikah nafkah dan batin kepadaku. Jika di rumah, tidak ada lagi surga untukku. Maka izinkanlah aku pergi dari hidupmu,agar kamu tidak menanggung dosamu karena kelalaianmu!


Akankah Chandra melepaskan Tika,saat istrinya meminta untuk pergi dari kehidupan suaminya? Atau justru Chandra mempertahankan Tika, dan berubah menjadi suami yang bertanggung jawab?


Atau kah, Tika akan memilih bersama hidup dengan Andrew dan menceraikan Chandra?

__ADS_1


__ADS_2