Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Surat Wasiat Tersangka


__ADS_3

"Selamat siang dengan saudara Cecilia Wirabrata, saya pengacara yang si tunjuk oleh almarhum ayah anda. Sebenarnya belum waktunya membacakan wasiat hanya saja ahli waris lain sudah meninggal dan saya mempunyai urusan penting dalam beberapa bulan ke depan tidak akan ada di negara ini. Bagaimana jika anda sekarang kemari dan saya akan berikan wasiat almarhum,"ujar sang pengacara.


"Apakah tidak masalah kalau di bacakan sekarang? Kami masih berduka, Pak," kata Cecilia.


"Tidak masalah, asalkan anda setuju karena sisa kamu saja anak kandung yang hidup,"ujar Sang Pengacara.


"Baiklah, setengah jam lagi saya dan suami akan ke sana," kata Cecilia.


Sambungan telepon di matikan.


"Siapa sayang?" tanya suaminya.


"Pengacara papa, katanya mau bacakan surat wasiat. Untung saja kamu masih izin kerja jadi bisa menemaniku,"jawab Cecilia.

__ADS_1


"Sebenarnya aku juga sudah agak sungkan dengan rekan kerjaku. Jatah cuti sudah habis dan ini masih izin lagi, bagaimana kalau aku pindah kerja?" tanya suaminya.


"Pindahlah, kalau papa mewariskan perusahaannya sebaiknya kamu urus itu saja. Nanti asisten papa akan mengajarkanmu. Aku tidak mau mengurusinya, lebih baik menggambar komik dan urus anak kita,"papar Cecilia.


"Baiklah, makasih sayang karena sudah percaya padaku," kata sang suami sambil memeluk.


"Tidak masalah, toh selama ini kamu juga yang membantu dan berada di sampingku saat aku bukanlah siapa-siapa,"ujar Cecilia.


Kedua pasangan suami istri ini segera berangkat ke kantor pengacara dan mereka langsung masuk ke dalam ruang kerja.


"Tidak masalah, Pak. Kami maklum, silakan laksanakan tugas anda," kata Cecilia.


"Baiklah, berikut surat wasiat terakhir yang di buat Bapak Rendy Wirabrata tepat tanggal xxxx isinya adalah mewariskan perusahaan kepada Cecilia dan Chandra, membagi Deposit tabungan untuk ketiga anaknya juga memberikan sebuah vila di Puncak ke suami Cecilia sebagai hadiah pernikahan mereka. Adapun sejumlah aset bergerak seperti mobil bagi rata saja antara ketiga anakku dan ini ada sebuah surat yang harus di berikan kepada kedua keponakanku yaitu Philip dan Karenina," tutur sang pengacara membacakan surat wasiat.

__ADS_1


Cecilia menangis ternyata ayahnya peduli juga terhadap sang suami dan memberikan hadiah. Menurut tanggal, ini di tulis tepat sehari sebelum dia meninggal. Mungkin Rendy tahu ajal sudah dekat.


"Terima kasih banyak, surat akan saya berikan sekarang juga kepada kedua sepupu saya sedangkan mengenai warisan Connie akan saya sumbangkan saja ke beberapa panti asuhan atas nama dia dan mengenai Chandra akan di wariskan ke anaknya kala usianya sudah dewasa," kata Cecilia.


"Untuk anak Chandra kalian harus melakukan test DNA untuk menguji karena status almarhum kan masih single belum terikat pernikahan,"ujar Sang pengacara.


"Saya paham, Pak. Namun jika memang anak adik saya, maka saya tidak berhak menahan bagian miliknya biar di nikmati anak itu. Kasihan dia lahir tanpa ayah,"kata Cecilia.


"Kamu memang baik, Kalau begitu saya akan pergi dan semua sudah saya urus menjadi atas nama kamu. Nanti berikan saja ke anak Chandra kala dia dewasa juga lakukan saja ke bagian Connie sesuai perkataan mu tadi,"ujar sang pengacara.


"Siap, Pak. Terima kasih banyak."


Mereka bertiga segera bersalaman. Cecilia mengambil surat itu dan segera meninggalkan kantor menuju rumah sakit tempat Philip sedang di rawat.

__ADS_1



Visual Cecilia dan Suaminya.. manis banget ya pasangan ini!


__ADS_2