
❤️✨ Terimakasih sudah membaca, jangan lupa Like, Vote, Rate, Favorit, Komentar dan kirim Hadiah yah❤️✨
Kasih dan Darren akan memulai sesi pertama mereka menjalani perawatan. Jadwal hati ini adalah bertemu dengan sang dokter bedah plastik secara bergiliran. Tadi sekitar jam 11.00 siang sudah di periksa lebih dahulu Darren dan ini jam 15.00 adalah jadwal Kasih.
"Bu, kalung ini tolong di simpan saja. Selesai pemeriksaan dan operasi baru aku pakai lagi," kata Kasih.
"Baiklah." Ibu kalina menyimpan dalam dompet kecil dan menaruh di tasnya.
"Dek, kamu pasti beranikan," ujar Dellon.
"Berani dong kak, kan cuma pemeriksaan saja," sahut Kasih.
"Pintar, ini baru adik kami," puji Dellon.
"Bu, pak, tadi Davin baru saja kirim pesan dia akan tetap jual sebagain ternak buat bantu pengobatan di sini. Dia kuatir kalau biaya akan membengkak," kata Darren sambil memberikan sms dari adik keduanya.
"Tidak apa-apa jial saja, asal jamgan harga murah. Bilang ke dia yakinlah Tuhan pasti menolong untuk kesembuhan kalian. Ayah yakin itu, biaya pasti bisa di bayar," kata Pak Budi.
"Kalau kurang minta saja lagi sama mamanya Satria, gitu saja kok repot," ujar Dellon sekenanya.
"Hush kamu ini, sudahlah merepotkan dia. Kasihan wanita tua itu lumpuh dan lagi anaknya sudah kalian hajar sampai babak belur kan," kata Ibu Kalina.
Delon menggaruk kepalanya, rupanya persoalan dia dan Davin menghajar Satria diketahui juga oleh orangtuanya.
__ADS_1
"Hetan kenapa kami bisa tahu? ya karena asisten rumah wanita itu yang kirim sms, menyampaikan kalau gigi Satria tanggal 4 buah sehingga pakai gigi palsu," ujar Bu Kalina.
"Wah jadi kakek sebelum waktunya," ledek Delon sambil tertawa puas.
"Dasar anak ini, jangan terlalu nakal
Lain kali tidak boleh main hakim ya," ujarPak Budi sambil menjitak kepala putra bungsunya.
"Aww sakit Pak," keluh Delon.
"Sudah, sudah Ibu akan antar Kasih. Tolong tunggu di sini saja," kata Bu Kalina.
"Baik Bu," sahut mereka serempak.
Rasanya tidak nyaman mendapat pandangan kasihan apalagi melihat mereka yang kadang jijik akan kondisinya.
Bu Kalina mendorong kursi roda anaknya, sambil menuju ruangan Dokter Sintia. Mengetuk pintu terlebih dahulu barulah masuk ke dalam.
Tampak sang dokter tengah memperhatikan sebuah dokumen. Di sana tampak wajah Kasih sebelum insiden ini.
"Selamat sore Dok," sapa Bu Kalina.
"Sore, silakan duduk,"kata Dokter Sintia dengan ramah.
__ADS_1
"Bagaimana Dok, kapan operasi di lakukan?" tanya Bu Kalina.
"Minggu depan dan ini beberapa tampilan kontruksi atau model wajah batu Kasih. Mohon maaf saya tak bisa membuat persis sama seperti dahulu," jawab Dokter Sintia.
"Tidak masalah Dokter, yang penting Putri kami bisa kembali beraktivitas,"kata Bu Kalina sambil melihat contoh gambar wajah baru putrinya.
"Kami binggung milihnya, buat yang mana saja Dok. Asalkan itu terbaik dan cocok buat saya," kata Kasih.
"Baiklah, saya akan membuat kamu menjadi Putri tercantik," ujar Dokter Sintia.
"Kalau begitu minggu depan ya Dok, apakah jadwalnya sama dengan sang kakak?" tanya bu Kalina.
"Tidak Darren 3 hari lagi akan operasi, Kasih lebih lama karena kami harus membuat persiapan matang. Luka mereka berdua berbeda. Wajah Darren baik-baik saja sedangkan Kasih butuh banyak perombakan. Hanya bagian dada dan tangan kakaknya yang mau di operasi agar kembali ke semula," jawab Dokter Sintia.
"Oh begitu baiklah Dok, kalau sudah tidak ada pemeriksaan lagi. kami pamit mohon undur diri," kata Bu Kalina.
"Baik, terimakasih. Hai gadis manis, jaga kesehatan dan persiapkan mentalmu. Kamu pasti kembali cantik,"ujar Dokter Sintia berusaha menyemangati.
"Saya siap Dokter," kata Kasih sambil tersenyum.
Mereka pun berlalu pergi meninggalkan ruangan dan tak lama masuklah sang Putri Tunggal yaitu Suzy Park Utomo.
#PesonaSangDiva
__ADS_1
#NezhaAgeha