
❤️✨ Terimakasih sudah membaca, jangan lupa Like, Vote, Rate, Favorit, Komentar dan kirim Hadiah yah❤️✨
Desa Flamboyan
Petugas medis tengah mempersiapkan segala dokumen yang akan di bawa Kasih dan Satria untuk pindah perawatan ke rumah sakit di Ibukota.
Pak Budi sangat cemas, kali ini mereka akan melakukan perjalanan jauh. Sementara itu hanya Davin yang tinggal di desa, Delon ikut serta ke Ibukota dan sementara izin kuliah.
Bu Kalina sudah menyiapkan bekal dan menghubungi salah satu temannya untuk membantu mencarikan sebuah kamar kost dekat dengan rumah sakit agar mudah untuk beristirahat, mencuci dan memasak.
Sebuah rice cooker di bawa, sepuluh kilo beras, sebuah galon air, satu toples abon ikan dan bawang goreng, tak lupa konfor listrik, wajan kecil, sutil, pisau untuk persiapan selama tinggal di sana.
Semua di simpan menjadi satu kotak beserta 3 buah tas koper dengan baju-baju mereka. Dalam perjalanan bergantian Pak Budi dan Delon menyetir mobil. Darren di bangku belakang dengan barang-barang sementara Kasih dan Ibu Kalina di bangku tengah.
Biasanya mereka ke ibukota memakai travel atau Bus jarang menggunakan kendaraan pribadi seperti ini. Memikirkan akan banyak urusan dan bolak balik jadinya memakai kendaraan sendiri biar lebih mudah.
"Bu, apakah benar kami akan menjadi normal?" tanya Kasih sebelum mereka naik ke dalam mobil.
"Berdoalah kepada Tuhan, menurut rekomendasi para dokter di sini dan juga informasi yang berikan teman-teman Bapak dan Ibu, Dokter di ibukota ini adalah ahli bedah plastik terbaik. Beliau sempat membuka praktek di Korea Selatan. Memilih kembali ke tanah air karena bercerai dengan suaminya," papar Bu Kalina.
"Percayalah, Dek. Tuhan pasti membantu kita," sahut Darren.
__ADS_1
"Iya Bang," lirih Kasih dengan tertunduk.
Agak menyeramkan juga melihat keadaannya saat ini, hampir seluruh tubuh di balut perban. Sama. seperti Mumi berjalan.
"Ayo kita berangkat, Davin jagalah peternakan dan pertanian dengan baik. Mang Ujang dan Mas Adit akan membantumu. Hati-hati dirumah dan jaga kesehatan," peaan Pak Budi kepada anak. keduanya.
"Iya, Pa. Tenanglah, kalian jangan kuatirkan aku di sini. Rawatlah Kasih dan Darren, mereka lebih membutuhkan perhatian dan perawatan ekstra," ujar Davin.
"Terimakasih Bang, sampai jumpa," kata Kasih.
"Ku harap saat kita kembali bertemu nanti kau dan Bang Darren sudah sehat dan tak memakai perban lagi," ucao Davin.
"Tenang saja, Ibu dan Bapak akan mengusahakan yang terbaik," kata Bu Kalina.
"Jaga Bapak dan Ibu," sahut Davin sambil melambaikan tangan.
Mobil melaju meninggalkan desa dengan harapan semua akan kembali seperti biasa. Semoga saja hak baik segera terjadi.
#PesonaSangDiva
#NezhaAgeha
__ADS_1
-------Promo Bab Karya Penulis Lainnya------
Hai-hai semua mohon maaf, kali ini minta space tambahan untuk perhatian kalian. Sekarang emak lagi mau bicaraiin karya dari salah satu penulis noveltoon lainnya dan dia adalah .......
Yanktie Ino
blurd
Bulrb _kesandung cinta anak bau kencur_
Steve pemuda ganteng yang telah dua kali di sakiti karena pengkhianatan. Dia lalu menjauh dari lawan jenis.
Namun siapa sangka dia malah tertarik pada gadis kecil adik temannya.
Gadis kecil yang sulit dia dapat karena mengira Steve beda keyakinan, sebab sejak ibunya meninggal memang steve ikut omanya.
Saat mereka mulai dekat, ada saja batu sandungan dari pemuja Steve
Mampukah Steve memiliki cinta anak bau kencur itu?
Mampukah si kecil bertahan terhadap badai kiriman pemuja Steve?
__ADS_1