Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Apa itu Cinta?


__ADS_3

“Arghhh D e l on, “ Lirih Suzy.


“Sayang bolehkah??” tanya Delon sambil terus m e n c i u m i tubuh tunangannya.


“Kau ini nakal sekali.”


“A—aku tak tahan melihat mu seperti ini,” sahut pemuda itu dengan suara sedikit serak.


“Ini pertama kaliku, bagaimana denganmu?”tanya Suzy.


“Sama saja, aku tak pernah pacaran dan melakukan apapun kecuali denganmu,” jawab Delon jujur.


“Baiklah, kita lakukan sekarang. Toh sama saja sebentar lagi juga akan menikah,”kata Suzy sambil berbalik dan mulai m e m a n g ut bibir sang kekasih dan bersikap agresif.


Hujan masih turun dengan derasnya di luar, hanya di dalam kamar ini saja kehangatan terjadi. Kedua anak manusia ini saling berusaha menyenangkan pasangannya masing – masing meskipun minim pengalaman dan hanya melakukan berdasarkan insting saja.

__ADS_1


Kini mereka memutuskan untuk jalan bersama menyatukan tubuh dan jiwa amelalui hubungan yang lebih lanjut. Melampiaskan ge l o r a yang selama ini bersemayam di dalam  d a  d  a, seumpama tengah menaiki g u n u n g bersama sekarang saaatnya berada di puncak dan melepaskan semuanya. Tak ada permainan yang di ulangi cukup satu kali dengan durasi sedikit lama sudah membuatnya p u a s dan tambah mencintai pasangannya.


Malam yang semakin larut membuat keduanya tidur bersama dan saling be r p e l u k a n hingga matahari menampakan sinarnya melalui sela –sela jendela. Tanpa B u s a n a sama sekali mereka larut dalam kehangat melewati malam yang dingin.


Pagi hari sebelum berangkat sore hari,


Kasih memutuskan untuk berolahraga sebentar di fasilitas Gym yang tersedia di hotel itu. Tak di sangka di sana sudah ada Steven tengah mengangkat beban. Penampilan pemuda ini kala berolahraga sangatlah mempesona membuat sang gadis terkesima sejenak.


Merasa seperti sedang di perhatikan maka dia menghentikan aktivitasnya dan menoleh “ Kasih mau olahraga juga?”


“I—iya,” sahut Kasih yang mendadak malu karena ketahuan memperhatikan.


“Baiklah.”


“Kau tidak mau coba ini?” tanya Steven sambil menunjukan beban ringan untuk di angkat.

__ADS_1


“Tidak ah, kalau badanku berotot akan jelek di foto. Cukup lari ringan seperti ini saja dan yoga,” jawab Kasih.


“Oh.” Steven kembali melakukan olahraganya tanpa banyak bicara , kelakuannya ini justru memancing rasa penasaran Kasih karena merasa di cuekin oleh pemuda yang dia tahu tengah mengejarnya.


“Stev, kenapa kau masih menyukaiku?” tanya Kasih yang akhirnya membuka obrolan.


“Entahlah kurasa itu cinta karena aku selalu memikirkan dan merindukan mu tanpa alasan. Bahkan saat kita dekat dan aku belum tahu kamu adalah wanita itu, aku memang sudah ada hati padamu dan terus memperhatikan bahkan sempoat dilema karena merasa menyukai dua wanita di saat bersamaan,”  jawab Steven menjelaskan.


“Dua wanita?”


“Karena wajahmu telah berubah dan aku tidak mengenali jadi ku pikir hatiku telah salah karena mencintai kalian berduanya. Nyatanya cinta ini Cuma untuk satu orang saja dan kalian orang yang sama jadi ku putuskan melamarmu. Cinta tidak butuh alasan, justru ketika aku mencintaimu hanya karena fisik itu artinya nafsu dan jika aku mencintaimu karena kepintaran dan prestasimu itu semata –mata hanya rasa kagum . Aku mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu, saat bertemu kembali dan sekarang sampai kau menjadi istriku nanti dan menghabiskan masa tua denganku,” papar Steven Adimiharja.


Jawaban yang sangat roamntis yang sangut membuat Kasih terpukau dan merasa malu, tak tahan untuk berdua saja di ruangan itu. Gadis itu pun memutuskan untuk pergi dan berkata “Cobalah membuatku juga merasa mencintaimu.”


Bersambung......

__ADS_1


Visual Delon dan Suzy kala bermalam bersama.



__ADS_2