Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Karir Kasih


__ADS_3

"Okey Kasih, bisakah kau tampak rileks. Ingat kalian adalah pasangan kekasih dalam iklan ini," kata fotografer.


"Baiklah."


Kasih mulai melakukan beberapa foto shot dengan berbagai pose mesra dengan model yang jadi pasangannya.


"Selesai! Terimakasih semua, besok kita mulai lagi dengan syuting iklan. Kalian beristirahatlah, jangan mabuk atau begadang," pesan sang fotografer.


"Baik," sahut ke enam model dengan serempak.


Seluruh kru mulai merapikan perlengkapan dan para model berkumpul sambil bercengkrama. Kali ini proyek kerjasama antar 3 negara, terdapat model dari Jepang dan Thailand juga.


"Takashi, antarkan kami makan malam yang enak. Kau kan orang asli sini," kata Nam.


"Baiklah, kita makan yang enak dan murah ya," ujar Takashi.


"Kau jemput kami jam 7 saja, sekarang aku mau mandi dulu," kata Lissa.


"Okey, sampai jumpa teman-teman."


Takashi meninggalkan kelima model lainnya, mereka semua menuju hotel untuk berganti pakaian dan beristirahat sebentar.


"Kasih, kenapa nampak kaku dengan Nam?" tanya Lissa.


"Aku belum pernah pacaran jadi agak risih dengan lawan jenis," jawab Kasih dengan jujur.


"Hahaha.. kau ini memang adik bungsu dalam grup ini. Tak perlu pacaran untuk kerja profesional, kau anggap saja ini akting. Kalian hanya berbohong demi tampilan sempurna di depan fans dan fotografer. Kau sering nonton drama romantis kan, lihatlah semua itu hanyalah akting," kata Lissa memberikan saran.


"Baiklah akan ku coba," ujar Kasih.


"Masuklah ke jiwa tokoh yang akan kau perankan," ucap Suzy menambahkan.

__ADS_1


"Terimakasih akan ku coba," kata Kasih.


Mereka bertiga satu kamar dan bergantian mandi lalu berbaring sebentar. Lissa adalah model dari Thailand, wanita ini supel sehingga mudah berbaur dengan yang lain.


"Besok kita bertukar pasangan, ku harap dirimu bisa semakin baik,"kata Lissa.


"Ini pertama kalinya dia tampil dan mendapatkan honor jadi maklum saja," ujar Suzy membela.


"Kau hebat sekali honor pertama dari proyek luar, berjuanglah pasti menjadi model besar dalam dua tahun," kata Lissa.


"Terimakasih, aku bisa lebih dari tiga bahasa karena itu di pilih," ujar Kasih.


"Wajah dan postur tubuh juga ideal itu pun jadi alasan lainnya," sahut Suzy.


"Benar, bagi seorang model penampilan adalah hal utama," kata Lissa sambil mengeluarkan sebuah kotak makanan dari tasnya.


"Apa itu?" tanya Suzy.


"Kulit jeruk ya, boleh deh," kata Kasih.


"Tidak usah, aku suka yang manis," ujar Suzy.


Mereka bertiga menunggu jemputan dari Takashi sambil sibuk scrolling handphone masing-masing. Tak lama pemuda itu datang dan semua jalan bersama.


Makan di pinggir jalan, malam itu suasana masih sangat ramai. Bahkan ada yang syuting di dekat warung makan itu.


"Sial, wanita itu terlalu banyak tingkah. Bagaimana bisa syuting jalan, mana ini sudah larut malam,"gerutu sutradara.


"Kan hanya pemeran figuran, pakai saja yang lain. Akting dia hanya tiga scane kan," kata yang lainnya.


"Memang, tetapi mau cari dimana sudah malam begini," kata Sutradara dengan kesal.

__ADS_1


Kasih bisa mendengar jelas percakapan mereka karena mengobrol di depan warung, gadis itu segera keluar dan bertanya.


"Permisi kau butuh pemain figuran, bisakah aku membantu?" tanya Kasih.


Kedua pria dewasa itu tertegun dan melihat penampilan gadis itu dari atas sampai bawah.


"Kau pandai berbahasa Jepang, bukan orang sini ya. Apakah kau bisa membantu?" tanya aang Sutradara.


"Kita coba saja ya, kebetulan kami sudah selesai makan. Boleh ku lihat naskahnya,"pinta Kasih.


Sutradara memanggil salah satu kru, gadis itu mulai menghapal dialognya dan lanjut melakukan akting dengan tokoh utama. Perannya adalah sebagai pacar pertama sang tokoh, wanita yag selalu di ingat.


Yamada Ryosuke adalah pemeran utama pria di film itu dan juga lawan main Kasih. Proyek film tak sengaja ini di perankan dengan begitu apik. Sutradara memuji aktingnya.


"Terimakasih atas bantuanmu, honor akan ku transfer ke akun paypalmu. Bolehkah minta nomor teleponmu, besok masih ada scane terakhir di pantai saat sunset," kata sang Sutradara.


"Kebetulan kami juga akan pemotretan di pantai, kau bisa mencari kaki di sana," kata Suzy.


"Baiklah sampai jumpa besok."


Yamada sangatlah rendah hati, mereka melakukan foto bersama saat syuting selesai dan bahkan bertukar juga saling follow di twiiter.


"Kasih, hebat sekali si bungsu. Kamu berakting natural,"puji Shun.


"Benar berkat kamu bisa foto sama aktor tampan,"kata Lissa.


"Yuk pulang sudah larut. Besok kita masih harus kerja," ujar Takashi mengingatkan.


"Baiklah," kata Nam.


Semua model kembali ke hotel di antar Takashi dan pemuda itu pulang kembali ke rumahnya. Senyum tak lepas dari wajah Kasih, dia sangat senang bisa berakting. Entah mengapa saat berlakon di depan kamera jauh lebih mudah dari pada hanya diam untuk pemotretan.

__ADS_1


__ADS_2