Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Tersisih dan Di Usir


__ADS_3

Ke esokan pagi, Connie dengan berani mulai berdandan polos dan sengaja memakan mini dress ketat agar perutnya sedikit terlihat.


"Mau ke mana?" tanya Anna melihat putrinya sudah rapi sejak pagi.


"Ke rumah calon mertua," jawab Connie sambil memakan roti bakar miliknya.


"Buat apa?" tanya Anna heran.


"Ada deh, kalau hasilnya pasti Bagus," jawab Connie.


"Terserahlah, Mama mau rapat dan Papamu juga Chandra masih tidur," kata Anna.


"Percaya deh, aku pasti membuatmu bahagia," ujar Connie sambil tersenyum.


"Aku tahu, sudah ya mama berangkat dulu. Sampai jumpa," kata Anna sambil. meninggalkan Putri bungsunya di meja makan.


"Hati-hati ya, Ma."


Selesai makan Connie bergegas menuju toko kue untuk membawa buah tangan saat berkunjung ke rumah calon mertua.


"Selamat datang, mau beli apa?" tanya snag petugas.


"Kue Brudel ada ngga? Yang masih panas ya satu," jawab Connie.


"Tunggu sebentar, alan saya bungkus," kata pelayan toko.


Connie berjalan-jalan dan melihat beberapa kue yang ada di etalase. Air liurnya menetes karena ingin sekali mencoba nya. Maklum bawaan bayi, untuk saja ada sedikit tester jadi bisa merasakan semua kue lezat itu.

__ADS_1


"Kak, semua harganya xxx dan ini kuenya," kata pelayan.


"Bisa bayar pakai debit kan," ujar Connie.


"Bisa, sebentar ya." Pelayan mulai melakukan transaksi dan Connie segera pulang saat selesai.


Wanita itu sangat sumringah karena mengira tujuannya menjadi menantu keluarga Ang akan segera terwujud.


Di depan pintu, Connie langsung masuk ke dalam karena memang sudah kenal dengan semua asisten rumah tangga di sana.


"Selamat pagi, Mami ini kue buat kalian. Rickynya ada?" tanya Connie.


"Kau berani sekali menunjukan wajahmu, cepat pergi!" usir sang tuan rumah.


"Loh, Mi. Kenapa. mengusirku?" tanya Connie heran.


Mami langsung naik ke lantai atas, Connie binggung sekali melihat sikap sang !calon mertua. Tak lama Ricky datang dengam wajah marah.


"Untuk apa kau datang!" hardik pemuda itu.


"Mau menemuimu menyampaikan kabar bahagia," sahut Connie.


"Mau bilang apa? kalau kau hamil? Ok selamat," kata Ricky.


"Hah? kau tahu darimana? Kenapa wajahmu cemberut?" tanya Connie.


"Lihat semua foto ini, jangan menyuruh ku bertanggung jawab, Dasar murahan," hardik Ricky.

__ADS_1


Connie memunguti foto-foto yang berhamburan di lantai, wanita ini nampak terkejut melihat apa yang tercetak di sana.


"### Bagaimana kau dapatkan ini?" tanya Connie.


"Kamu pikir sampah bisa di simpan selamanya," jawab Ricky dengan ketus.


"Ini tidak seperti dugaanmu, aku dan pria ini tidak melakukan apapun juga hanya berdansa bersama," kata Connie membela diri.


"Ciuman itu juga dansa? Siapa yang tahu apa yang sudah kalian perbuat, tapi satu fakta adalah kamu tidak menjaga diri walaupun sudah bertunangan denganku."


Ricky segera pergi karena enggan beradu mulut. Tinggal adik perempuannya saja di sana. Riani mendorong tubuh Connie sampai terduduk dengan kasar di lantai.


"Pergi sana, kelakuan mu ternyata sama saja dengan Ibumu. Senang sekali berganti pria, aku malah jijik denganmu," kata Riani dengan setengah berteriak.


"Aduh, sakit!"Seru Connie.


"Pelayan jangan pernah terima kedatangan wanita ini, cegah dia masuk!" perintah Riani.


"Aku masih tunangan kakakmu,"teriak Connie.


"Lihat saja siang nanti kalian akan segera bubar. Seret dia keluar," kata Riani dengan tegas.


Dua orang pelayan segera melakukan perintah majikannya. Connie terisak menangis di dalam mobil.


Terlihat pelayan juga membuang kue yang tadi dia bawa ke dalam tempat sampah di seberang jalan dari rumah itu.


Sekarang dia binggung mau ke mana? Connie benar-benar terpuruk, entah bagaimana nasib janin di dalam perutnya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2