
“Kasihan juga ya nasib wanita itu,” celetuk Davin.
“Dia menanggung akibat dari kesalahan kakak lelakinya,”
sahut Darren.
“Karma itu ada loh, ya semacam tabur tuai lah. Memetik hasil
dari perbuatan,” kata Delon.
“Begitulah, ayo makan pizza,” kata Kasih.
“Bersantai di luar seperti ini memang mengasyikan ya,” ujar
Davin.
“Tentu saja apalagi saat abang Darren yang bayar
semua,”sahut Delon.
“Dasar rakus.!” Seru Kasih dan mereka semua tertawa.
“Oia aku agak sedikit hilang rasa hormat ke keluarga Ang,”kata
Darren.
“Kenapa?” tanya Davin sambil menggunyah.
“Besok mereka akan mengadakan acara lamaran bersamaan dengan
ulang tahun Dominic, calon isteri Ricky Ang. Bukankah ini mencerminkan tidak
ada rasa empati, bukankah mantan calon menantu mereka baru meninggal, masa
menggelar pesta mewah,”jawab Darren.
“Oia kami juga dapat undangannya dan mereka meminta Kasih
juga Suzy tampil jadi pembawa acara. Bayarannya besar jadi aku ambil saja,”
kata Delon.
“Benar, keluarga Ang memberikan honor 3 kali lipat sehingga
sulit untuk menolak tawaran pekerjaan itu,” sahut Kasih sambil menaruh saus
tomat ke pizza nya.
“Mungkin mereka merasa bersyukur, tidak mendapatkan menantu
yang salah,” kata Davin.
“Bukan juga, ku dengar dari Suzy kalau Dominic sudah hamil
karena itu pernikahan harus segera di laksanakan sebelum perut semakin
membesar,” ujar Delon.
“Ternyata pria itu senang menebarkan benih ya,” ucap Darren.
“Hust jangan bilang demikian,” kata Davin.
“Maaf, ayo habiskan pizza siapa yang kalah maka wajib
traktir di tongkrongan selanjutnya,” ujar Darren.
Mereka langsung bergegas memakan pizza medium yang sudah di
pesan sesuai selera masing-masing. Kali ini Davin yang harus menelan pil pahit
kekalahan. Selanjutnya ke empat bersaudara ini pergi ke tempat sate ayam dan
kambing untuk lanjut makan tengah malam.
Kebersamaan yang indah sayangnya segala sesuatu ada masanya.
Tidak bisa selamanya senang ataupun sedih, Kehidupan memang tidak pasti.
Keesokan malam,
Oma Gina dan Olga mendandani kedua gadis dengan begitu
cantik, memakai dress dengan warna sama hanya berbeda model. Suzy dan Kasih
nampak serupa. Delon sampai terkesima memandang gadis pujaannya sampai lupa
menutup mulut.
__ADS_1
“Woy jangan buka lebar, kalau lalat masuk gimana,” ledek
Olga.
“Baru gini udah pangling apalagi saat cucuku memakai gaun
pernikahan,” kata Oma Gina.
“Oma, jangan mulai deh. Ayo berangkat, Dominic sudah
menelpon tadi, sepertinya tidak sabaran ingin acara segera di mulai,” kata Suzy
dengan wajah memerah menahan malu.
“Iya ayo pergi.”
Mereka berangkat memakai mobil masing-masing dan tiba hampir
bersamaan,padahal Delon sempat mampir ke mini market sebentar untuk membeli
permen mint pelega tenggorokan karena Kasih merasa agak batuk.
“Kami duluan masuk ya, kalian tunggu saja sebagai tamu
undangan. Mejanya ada di sana,” tunjuk Suzy.
“Baik.” Olga dan Delon menjawab serempak.
Meja berbentuk bulat itu ada di pojok kanan dekat tangga
turun sehingga mudah untuk kedua MC turun dan bergabung dengan manager mereka.
Ada enam kursi dalam satu meja dan sudah ada Steven juga di sana tak lama saat
ketiga pria itu sudah duduk dan sekedar mengobrol ringan datang lagi seorang
wanita. Tampaknya dia adalah salah satu artis baru, Delon cuek saja dan sedikit
riskan dengan tingkah genitnya paadahal Steven sama sekali tak mengubris.
“Ellea sudahlah tak usah kau ganggu Pak Steven, sebaiknya
cari bangku lain,” tegur Olga.
“Kenapa kau cemburu?” Ellea balik bertanya dengan wajah
“Bukan cemburu hanya saja aku tahu kalau Pak Bos pasti tidak
menyukai tipe wanita murahan seperti itu,” sindir Olga.
“Hei jaga mulutmu, siapa yang murahan!” Bentak Ellea.
“Kalau tidak murahan sebaiknya kondisikan bagian atasmu ,
lihat tuh hampir keluar mana pake sengaja di usapkan di lengan Pak Bos lagi. Aku
saja ilfeel apalagi Bos,” kata Olga yang langsung meng skak mat wanita itu.
“Dasar setengah matang,”balas Ellea.
“Biarkan saja yang penting banyak pria tampoan di dekatku,
sedangkan kamu nihil,” ujar Olga tak mau kalah.
“Sudah, kalian berdua jangan bertengkar. Steven ayo kita
ambil makanan saja,” ajak Delon yang mulai bosan.
“Ayo.”
Kedua pria itu pergi dan Olga mengikutinya, tinggal Ellea
saja di meja itu. Wanita licik itu mengeluarkan sebuah bungkusan kecil dan
menaruhnya ke dalam minuman Steven, mengaduknya dengan sedotan dan kemudian
mengambil handphone untuk berpura-pura tidak melakukan apapun.
Ketiga pria itu sudah kembali dengan piring lalu Ellea pergi
dengan alsan hendak ke kamar kecil. Tak lama Kasih datang meminta minuman,
Steven pun menyodorkan miliknya yang belum di minum sama sekali.
“Makasih ya, aku kembali kerja dulu,” ujar Kasih.
“Sama-sama.”
__ADS_1
Steven makan dan minum sisa dari gelasnya tanpa merasa jijik
karena bekas mulut orang lain.
“Mereka seperti ciuman tak langsung ya,” bisik Olga.
“Hust,” lirih Delon.
Ellea yang kembali ke meja sangat senang melihat isi gelas
telah berkurang banyak dan berkata dalam hatinya “Kena juga kau kali ini.”
“Aku mau ambil makanan dulu ya,” kata Ellea.
“Ambil saja sana , siapa yang nanya,” ucap Olga dengan
ketus.
“Kau ini jangan cari perkara deh, oia semua persiapan sudah
bereskan?” tanya Delon.
“Sudah dong, semua sesuai dengan impian Suzy. Aku tahu benar
apa yang menjadi selera nya,” jawab olga.
“Kalian mau apa?” tanya Steven.
“Biasakan akan ada lamar usai acara bahagia ini. Ada yang
tak sabar mau menyusul,” sahut Olga.
“Wow, kau yakin secepat ini? Apakah tidak di pikirkan lagi,
kalau di tolak bagaimana?” tanya Steven lagi.
“Usaha dulu lah kalau jodoh tak akan kemana,” kata Delon.
“Kau benar, aku ingin punya semangat sama sepertimu,” ujar
Steven.
“Memangnya kenapa?” tanya Olga.
“Aku punya seorang gadis yang ku cintai, sayangnya kami
telah lama terpisah sebelum aku sempat mengungkapkan perasaanku. Kini segala
upaya ku lakukan untuk mencari keberadaaanya ke seluruh negri ,namun nihil.
Gadis itu hilang seolah di telan bumi,” papar Steven sedikit curhat.
“Teruslah berusaha , kau kan punya stasiun televisi kenapa
tidak buat acara khusus untuk mencari orang hilang atau mengatakan cinta ke
orang yang di kasihi,” usul Delon.
“Sempat berpikir ke sana sayangnya untuk membuat sebuah
reality show bukanlah keputusan sepihak harus ada kesepakatan team,” kata
Steven.
“Jadikan iklan pendek saja ,Bos. Masa kau tak punya biaya
untuk buat iklan sih,” celetuk Olga.
“Kau benar juga kenapa aku tak pikirkan cara ini,” ujar
Steven.
“Lakukanlah Bos, kau harus segera punya pasangan agar tidak
banyak lalat mendekat. Sana salah satunya mulai datang,” kata Olga.
Ellea datang membawa piring dan tanpa malu makan di sana
bahkan beberapa kali mencoba menyuapi Steven padahal lelaki itu sudah menolaknya.
Ketika acara usai, tak lama Dominic memanggil Suzy untuk naik ke atas panggung,
tiba-tiba lampu mati sejenak dan menyala kembali.
Di hadapan Suzy sudah ada Delon berlutut dengan sebuket
bunga lili putih dan iringan lagu romantis Perfect dari Ed Sheren. Semua tamu
__ADS_1
undangan yang masih ada di sana sontak bersorak melihat acara lamaran ini.