Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Acara Tak Terduga


__ADS_3

“Kasihan juga ya nasib wanita itu,” celetuk Davin.


“Dia menanggung akibat dari kesalahan kakak lelakinya,”


sahut Darren.


“Karma itu ada loh, ya semacam tabur tuai lah. Memetik hasil


dari perbuatan,” kata Delon.


“Begitulah, ayo makan pizza,” kata Kasih.


“Bersantai di luar seperti ini memang mengasyikan ya,” ujar


Davin.


“Tentu saja apalagi saat abang Darren yang bayar


semua,”sahut Delon.


“Dasar rakus.!” Seru Kasih dan mereka semua tertawa.


“Oia aku agak sedikit hilang rasa hormat ke keluarga Ang,”kata


Darren.


“Kenapa?” tanya Davin sambil menggunyah.


“Besok mereka akan mengadakan acara lamaran bersamaan dengan


ulang tahun Dominic, calon isteri Ricky Ang. Bukankah ini mencerminkan tidak


ada rasa empati, bukankah mantan calon menantu mereka baru meninggal, masa


menggelar pesta mewah,”jawab Darren.


“Oia kami juga dapat undangannya dan mereka meminta Kasih


juga Suzy tampil jadi pembawa acara. Bayarannya besar jadi aku ambil saja,”


kata Delon.


“Benar, keluarga Ang memberikan honor 3 kali lipat sehingga


sulit untuk menolak tawaran pekerjaan itu,” sahut Kasih sambil menaruh saus


tomat ke pizza nya.


“Mungkin mereka merasa bersyukur, tidak mendapatkan menantu


yang salah,” kata Davin.


“Bukan juga, ku dengar dari Suzy kalau Dominic sudah hamil


karena itu pernikahan harus segera di laksanakan sebelum perut semakin


membesar,” ujar Delon.


“Ternyata pria itu senang menebarkan benih ya,” ucap Darren.


“Hust jangan bilang demikian,” kata Davin.


“Maaf, ayo habiskan pizza siapa yang kalah maka wajib


traktir di tongkrongan selanjutnya,” ujar Darren.


Mereka langsung bergegas memakan pizza medium yang sudah di


pesan sesuai selera masing-masing. Kali ini Davin yang harus menelan pil pahit


kekalahan. Selanjutnya ke empat bersaudara ini pergi ke tempat sate ayam dan


kambing untuk lanjut makan tengah malam.


Kebersamaan yang indah sayangnya segala sesuatu ada masanya.


Tidak bisa selamanya senang ataupun sedih, Kehidupan memang tidak pasti.


Keesokan malam,


Oma Gina dan Olga mendandani kedua gadis dengan begitu


cantik, memakai dress dengan warna sama hanya berbeda model. Suzy dan Kasih


nampak serupa. Delon sampai terkesima memandang gadis pujaannya sampai lupa


menutup mulut.

__ADS_1


“Woy jangan buka lebar, kalau lalat masuk gimana,” ledek


Olga.


“Baru gini udah pangling apalagi saat cucuku memakai gaun


pernikahan,” kata Oma Gina.


“Oma, jangan mulai deh. Ayo berangkat, Dominic sudah


menelpon tadi, sepertinya tidak sabaran ingin acara segera di mulai,” kata Suzy


dengan wajah memerah menahan malu.


“Iya ayo pergi.”


Mereka berangkat memakai mobil masing-masing dan tiba hampir


bersamaan,padahal Delon sempat mampir ke mini market sebentar untuk membeli


permen mint pelega tenggorokan karena Kasih merasa agak batuk.


“Kami duluan masuk ya, kalian tunggu saja sebagai tamu


undangan. Mejanya ada di sana,” tunjuk Suzy.


“Baik.” Olga dan Delon menjawab serempak.


Meja berbentuk bulat itu ada di pojok kanan dekat tangga


turun sehingga mudah untuk kedua MC turun dan bergabung dengan manager mereka.


Ada enam kursi dalam satu meja dan sudah ada Steven juga di sana tak lama saat


ketiga pria itu sudah duduk dan sekedar mengobrol ringan datang lagi seorang


wanita. Tampaknya dia adalah salah satu artis baru, Delon cuek saja dan sedikit


riskan dengan tingkah genitnya paadahal Steven sama sekali tak mengubris.


“Ellea sudahlah tak usah kau ganggu Pak Steven, sebaiknya


cari bangku lain,” tegur Olga.


“Kenapa kau cemburu?” Ellea balik bertanya dengan wajah


“Bukan cemburu hanya saja aku tahu kalau Pak Bos pasti tidak


menyukai tipe wanita murahan seperti itu,” sindir Olga.


“Hei jaga mulutmu, siapa yang murahan!” Bentak Ellea.


“Kalau tidak murahan sebaiknya kondisikan bagian atasmu ,


lihat tuh hampir keluar mana pake sengaja di usapkan di lengan Pak Bos lagi. Aku


saja ilfeel apalagi Bos,” kata Olga yang langsung meng skak mat wanita itu.


“Dasar setengah matang,”balas Ellea.


“Biarkan saja yang penting banyak pria tampoan di dekatku,


sedangkan kamu nihil,” ujar Olga tak mau kalah.


“Sudah, kalian berdua jangan bertengkar. Steven ayo kita


ambil makanan saja,” ajak Delon yang mulai bosan.


“Ayo.”


Kedua pria itu pergi dan Olga mengikutinya, tinggal Ellea


saja di meja itu. Wanita licik itu mengeluarkan sebuah bungkusan kecil dan


menaruhnya ke dalam minuman Steven, mengaduknya dengan sedotan dan kemudian


mengambil handphone untuk berpura-pura tidak melakukan apapun.


Ketiga pria itu sudah kembali dengan piring lalu Ellea pergi


dengan alsan hendak ke kamar kecil. Tak lama Kasih datang meminta minuman,


Steven pun menyodorkan miliknya yang belum di minum sama sekali.


“Makasih ya, aku kembali kerja dulu,” ujar Kasih.


“Sama-sama.”

__ADS_1


Steven makan dan minum sisa dari gelasnya tanpa merasa jijik


karena bekas mulut orang lain.


“Mereka seperti ciuman tak langsung ya,” bisik Olga.


“Hust,” lirih Delon.


Ellea yang kembali ke meja sangat senang melihat isi gelas


telah berkurang banyak dan berkata dalam hatinya “Kena juga kau kali ini.”


“Aku mau ambil makanan dulu ya,” kata Ellea.


“Ambil saja sana , siapa yang nanya,” ucap Olga dengan


ketus.


“Kau ini jangan cari perkara deh, oia semua persiapan sudah


bereskan?” tanya Delon.


“Sudah dong, semua sesuai dengan impian Suzy. Aku tahu benar


apa yang menjadi selera nya,” jawab olga.


“Kalian mau apa?” tanya Steven.


“Biasakan akan ada lamar usai acara bahagia ini. Ada yang


tak sabar mau menyusul,” sahut Olga.


“Wow, kau yakin secepat ini? Apakah tidak di pikirkan lagi,


kalau di tolak bagaimana?” tanya Steven lagi.


“Usaha dulu lah kalau jodoh tak akan kemana,” kata Delon.


“Kau benar, aku ingin punya semangat sama sepertimu,” ujar


Steven.


“Memangnya kenapa?” tanya Olga.


“Aku punya seorang gadis yang ku cintai, sayangnya kami


telah lama terpisah sebelum aku sempat mengungkapkan perasaanku. Kini segala


upaya ku lakukan untuk mencari keberadaaanya ke seluruh negri ,namun nihil.


Gadis itu hilang seolah di telan bumi,” papar Steven sedikit curhat.


“Teruslah berusaha , kau kan punya stasiun televisi kenapa


tidak buat acara khusus untuk mencari orang hilang atau mengatakan cinta ke


orang yang di kasihi,” usul Delon.


“Sempat berpikir ke sana sayangnya untuk membuat sebuah


reality show bukanlah keputusan sepihak harus ada kesepakatan team,” kata


Steven.


“Jadikan iklan pendek saja ,Bos. Masa kau tak punya biaya


untuk buat iklan sih,” celetuk Olga.


“Kau benar juga kenapa aku tak pikirkan cara ini,” ujar


Steven.


“Lakukanlah Bos, kau harus segera punya pasangan agar tidak


banyak lalat mendekat. Sana salah satunya mulai datang,” kata Olga.


Ellea datang membawa piring dan tanpa malu makan di sana


bahkan beberapa kali mencoba menyuapi Steven padahal lelaki itu sudah menolaknya.


Ketika acara usai, tak lama Dominic memanggil Suzy untuk naik ke atas panggung,


tiba-tiba lampu mati sejenak dan menyala kembali.


Di hadapan Suzy sudah ada Delon berlutut dengan sebuket


bunga lili putih dan iringan lagu romantis Perfect dari Ed Sheren. Semua tamu

__ADS_1


undangan yang masih ada di sana sontak bersorak melihat acara lamaran ini.


__ADS_2