
❤️✨ Terimakasih sudah membaca, jangan lupa Like, Vote, Rate, Favorit, Komentar dan kirim Hadiah yah❤️✨
Selesai membuat laporan di kepolisian. Pak Budi, ayah angkat Kasih dan Davin kembali ke sekolah untuk mengambil motor Darrel yang di tinggal di sana.
"Ayah, siapa yang tega buat hal demikian ke abang dan adik?" tanya Davin saat mereka berboncengan di atas motor.
"Entahlah, Ayah juga binggung. Kasihan adikmu wajahnya hancur," ujar pak Budi.
"Tadi Davin udah coba hubungi beberapa orang yang sudah pesan sapi juga kambing kita, Insyaallah besok mereka datang membayar," kata Davin, yang memang setelah lulus SMK memilih tinggal di Desa Flamboyan tanpa melanjutkan kuliah untuk mengurus perternakan dan sawah milik orangtuanya.
"Syukurlah, setidaknya ada biaya untuk perawatan rumah sakit dan uang muka untuk biaya operasi adikmu," ujar Pak Budi.
"Memangnya berapa kira-kira biayanya?"
"Kemungkinan sampai puluhan juta karena kita harus menginap juga di ibukota selama Kasih melakukan perawatan nantinya."
"Baiklah, Ayah tenang saja. Davin akan bekerja keras dan hubungi pembeli lainnya juga segera pasarkan hasil sawah kita," kata Davin bersemangat.
"Kita semua sama-sama berjuang," ujar Pak Budisambil menepuk pundak sang anak.
Tak lama keduanya sampai juga di sekolah kasih, minta izin security dan mengambil sepeda motor yang telah di amankan dengan parkir di dalam sekolah dengan kunci motor cadangan.
"Pak, apakah anda orangtua kasih?" tanya Sekuiti.
"Benar sekali," jawab Pak Budi, sementara Davin yang mengambil motornya.
"Tadi setelah kejadian ada dua orang datang melaporkan kalau mereka ada foto kejadian dan rekaman. Kebetulan saat kejadian salah satunya sedang rekaman untuk promosi jajanan sepulang sekolah dan yang lainnya asyik mencoba buat video di aplikasi baru bersama teman-temannya di depan gerbang. Ketika mereka akan mengedit video dan foto malah terlihat kejadian yang tengah berlangsung. Kalau yang di aplikasi youtube kebetulan telah dia upload salah satu video nya. Ini nomor telepon kedua siswi, anda bisa hubungi mereka dan ambil barang bukti untuk di laporkan ke polisi," papar sang sekuriti panjang lebar menjelaskan.
"Syukurlah, terimakasih banyak atas bantuannya," ujar Pak Budi sambil menyalami Sekuriti sekolah.
"Ayah, ini motor abang," kata Davin dari arah belakang.
"Vin, kemarilah ini ada nomor telepon teman sekolah Kasih. Mereka tak sengaja rekam kejadian saat berlangsung," ujar Pak Budi.
"Baiklah, Bapak kerumah sakit saja temani Ibu. Nanti Davin akan kerumah mereka dan ambil barang bukti," kata Davin.
"Bapak serahkan padamu, Nak. Kalau ada apa-apa hubungi kami," ujar Pak Budi.
Davin mencatat nomor telepon keduanya dan mulai dengan mengirimkan sms terlebih dahulu sebelum menelpon dan menanyakan alamat mereka.
"Pak sudah semua, sekarang Davin akan kesana memakai motor abang ya," kata sang anak sambil berpamitan.
"Hati-hati di jalan, kita bertemu di rumah sakit," kata Pak Budi.
"Iya, Pak."
__ADS_1
Motor itupun melaju kencang meninggalkan halaman sekolah dan menuju rumah kedua siswa tersebut. Kala tahun 2000an ini memang lagi trending aplikasi baru di komputer namanya Twitter, Friendster dan Youtube.
Para anak muda berlomba-lomba membuat akun dan mengupload foto terbaik juga video singkat. Dalam hatinya pemuda ini bersyukur karena kemajuan teknologi akhirnya pelaku bisa di ketahui.
Di rumah pertama,
"Selamat sore, apakah Dian ada?" tanya Davin.
"Ada tunggu sebentar ya," kata seorang wanita paruh baya kemungkinan adalah neneknya Dian.
Tak lama gadis itu keluar membawa handphone nokia miliknya, dengan bluetooth transfer video dan foto berhasil di lakukan. Davin mengucapkan terimakasih lalu menuju rumah kedua.
Gadis di rumah kedua adalah yang mengunggah ke youtube sebuah aplikasi baru untuk berbagi video dan menunggu respon like dari pengguna lainnya.
Rumah kedua ini letaknya cukup jauh juga, ada di balik deretan hutan bambu, mana ini menjelang maghrib. Suasana jadi agak mencekam. Sampai di sana Davin memanggil beberapa kali, namun tak ada sahutan. Pria muda ini hampir saja putus asa dan hendak berbalik pulang.
Tiba-tiba, ada sebuah tepukan di bahunya dari arah belakang lalu terdengar suara yang berbicara "Cari siapa bang"
Hembusan angin menerpa tengkuk dan pemuda itu pun melonjak kaget sambil berjongkok karena ketakutan.
"Ampun, ampun para penunggu rumah. Saya tak ada maksud apa-apa hanya ingin bertemu Maysaroh," kata Davin yang telah ketakutan.
Terdengar suara cekikikan menyeramkan di belakangnya buat lelaki ini makin tak berani berpaling dan tetap berjongkok.
"Bang Davin, masa penakut. Ini Maysaroh,"celetuk gadis di belakangnya.
"Astaga Maysaroh, bilang kek kalau ngga ada di rumah. Mana videonya? kamu tahu abang paling takut sama hal mistis," kata Davin.
Gadis itu tak menjawab hanya berjalan masuk kedalam rumah. Davin tetap menunggu di luar rumah, tetapi kali ini duduk di teras.
Tak lama dari kejauhan nampak dua orang datang sehabis dari bertani. Kemungkinan itu orang tua Maysaroh, sang ayah membawa cangkul di bahunya dan ibunya menentang bakul berisi aneka sayuran.
"Tunggu siapa, Nak?" tanya Sang Ibu ramah.
"Maysaroh Bu, ada perlu sedikit. Tadi dia sudah kedalam," jawab Davin sopan.
"Tunggu saja, kami masuk dahulu ya," Kata Ayahnya.
Sebenarnya Davin agak cemas menunggu sedikit lama lalu keluarlah gadis tadi bersama ibunya, tetapi kali ini pakaian Maysaroh berubah. Gadis ini kelihatan jauh lebih cantik dengan pakaian berwarna merah muda, kaos dan celana pendek.
"Oh ini abangnya Kasih ya, ini handphonenya," kata Maysaroh sambil mengucek matanya.
"Terimakasih, ayo mulai bluetooth," ujar Davin.
"Baiklah sudah selesai makasih ya,"lanjut pemuda itu.
__ADS_1
"Dek, ibu mau nanya?" kata sang Ibu.
"Iya Bu, ada apa?" kata Davin berusaha ramah.
"Sebelum menunggu tadi apakah adik sudah bertemu Maysaroh?"
Davin mengernyit dahinya tamoak binggung karena di tanya hal yang cukup aneh.
"Iya Bu, sebelum kalian datang saya menunggu di depan pagar lalu Maysaroh datang dari belakang dan masuk kedalam rumah setelahnya saya ikut dan memilih menunggu di teras," jawab Davin.
"Nak, kamu salah lihat. Tadi pas Bapak dan Ibu masuk kedalam, Maysaroh masih tertidur di kamarnya dan ini baru Ibu bangunkan," papar tuan rumah menjelaskan.
"Lah lalu tadi siapa?"
Seketika bulu kuduk pun merinding, Davin panik buru-buru mengucapkan terimakasih dan lari pulang. Memacu kendaraan roda dua dengan cepat. Ingin terburu-buru meninggalkan rumah itu.
Sayup-sayup terdengar suara ditelinganya "Bang mampir lagi ya."
Hiii hiiii hiii
***************
sekilas info
*YouTube
Entah disengaja atau tidak, secara administrasi YouTube terdaftar pada 14 Februari 2005, bertepatan dengan perayaan hari kasih sayang. Platform yang awalnya bermarkas di sebuah ruko di San Mateo, California itu didaftarkan oleh tiga pemuda yakni Steve Chen Hurley, Chad Hurley, dan Jawed Karim. (sumber : www. kompas. com)
*Friendster dan Twitter yang marak di tahun 2000an.
-------Promo Bab Karya Penulis Lainnya------
Hai-hai semua mohon maaf, kali ini minta space tambahan untuk perhatian kalian. Sekarang emak lagi mau bicaraiin karya dari salah satu penulis noveltoon lainnya dan dia adalah .......
Uma Bie
ini cuplikan blurdnya
Hati siapa yang tidak hancur, saat sebuah hari istimewa yang diharapkan akan berbuah kebahagiaan. Tapi apa yang di dapatkan oleh Amber Wilson sang wanita tangguh ini, sebuah kesedihan dan perasaan kecewa, ketika sang kekasih tak kunjung datang tepat dihari pernikahan mereka. Sang kekasih yang begitu ia cintai mendadak menghilang dan tanpa jejak.
Hari-hari Amber ia habiskan hanya untuk menunggu sang kekasih, ia masih sangat berharap kekasih hatinya itu datang dan kembali padanya, tapi lagi-lagi ia harus menelan kekecewaan.
Kalau kalian lagi butuh bacaan lainnya yang menarik bisa baca ini ya. Terimakasih.
__ADS_1
#PesonaSangDiva
#NezhaAgeha