
Genesis nampak kaget melihat laporan Ibunya dan melihat sendiri foto dan rincian tagihan ke emailnya. Pria ini tak sanggup berkata apapun, sebenarnya diapun sudah jenuh dengan pernikahannya. Keduannya menikah karena keterpaksaan bukan cinta, tak sengaja one night stand mengakibatkan perempuan ini hamil dan dia harus bertanggung jawab.
Kekasihnya sendiri sampai terluka dan sekarang meninggalkannya. Genesis lagi menunggu, kala sang istri membuka cela barulah dia akan akan mengambil tindakan tegas. Pernikahan mereka hanyalah status semata.
*******
Sementara itu di depan rumah Dokter Sintia,
Gunawan sudah mengetuk pintu dan di bukakan oleh Suzy sambil memandangi pria di hadapannya yang beda hanya beberapa tahun saja dengannya.
“Masuklah, Mama masih berganti pakaian. Kau mau minum?” tanya gadis itu.
“Tidak usah,” tolak Gunawan.
“Baiklah, tunggu saja di sini. Aku mau kembali makan,” kata Suzy sambil kembali ke meja makan.
Akibat telat bangun,dia baru saja akan sarapan. Sang Mama memasakkan nasi goreng dan ada juga sisa daging semalam yang sudah di panaskan. Dia makan dengan sangat lahap dan segelas orange juice menemaninya bersantap.
Tak lama turunlah Dokter Sintia lalu mereka pun segera berangkat meninggalkan rumah. Kali ini sang Dokter terlihat sangat awet muda dengan jaket jeans dan celana panjang.
Keluar dari rumah dia sempat terkejut karena pemuda itu membawa mobil, biasanya saat kerja di rumah sakit dia hanya memakai sebuah vespa antik.
“Kau bisa mengendarai mobil?” tanya Dokter Sintia ragu.
“Tentu saja,” jawab Gunawan sambil membukakan pintu mobil untuk pujaan hatinya.
Sang wanita pun masuk kedalam dan sempat memperhatikan interior dan foto di dashboard,nampak foto Gunawan beserta keluarganya. Mobil pun di jalankan dan menuju tempat tujuan mereka.
__ADS_1
“Ternyata kau benar-benar bisa mengendarai mobil ya, tadi aku sempat cemas takut akan berakhir di UGD,” canda Dokter Sintia.
“Wah kau meragukanku ya. Aku sudah bisa mengendarai mobil sejak usia 17 belas tahun dan dapat SIM setahun kemudian,” kata Gunawan.
“Kenapa kau tak pernah membawa mobil saat bekerja?” tanya Dokter Sintia.
“Menghemat waktu dan bensin, jarak rumah sakit dengan rumahku begitu jauh dan lagi Vespa itu adalah kendaraan kesayangan Almarhum Kakekku,” papar Gunawan menjelaskan.
“Oh itu alasannya, ya sudah sekarang kita kemana?” tanya Dokte Sintia.
“Ke mall untuk nonton bioskop baru makan siang bersama,” jawab Gunawan.
“Nonton di pagi hari? Serius?”
“Serius kan menyenangkan juga.”
“Terserahlah.”
Menonton film comedy membuat suasana mencair, tanpa sadar keduanya pun menjadi semakin dekat.
********
Iklan cerita seru, silakan baca ya!
__ADS_1
PEMBALASAN GADIS ABNORMAL
(Dhevy Yuliana)
Sheina adalah gadis yang mempunyai kelainan di wajahnya.
dan karena itulah, dirinya selalu di buly. dan pada suatu hari, karena sudah merasa tidak tahan, akhirnya gadis itu, meluapkan emosinya.
"eh iya, saya lupa dia kan hanya punya satu mata," guru itu, berucap dengan nada angkuhnya.
"makanya kamu itu nggak cocok sekolah di sini, karena kamu, bukan manusia," sambungnya membuat semua orang tertawa.
Deg
tiba tiba, hati dan jantung Sheina, merasa sakit karena di hina dan di permalukan seperti ini.
apalagi, orang itu adalah seorang yang seharusnya menjadi contoh.
Sheina yang sebelumnya menunduk, dengan cepat gadis itu, menegakkan wajahnya.
"maaf Bapak Rian yang terhormat, saya rasa, kata kata anda, sungguh sangat tidak pantas dari orang yang berpendidikan tinggi dan jabatan sebagai pahlawan itu. ternyata, benar apa kata orang, bahwa orang yang ber etika tidak di ukur dari penampilannya," Sheina segera berlalu pergi.
meninggalkan tempat itu, berderai air mata.
hingga membuat hati Rian terasa terganggu.
__ADS_1
dan dengan susah payah, guru tampan itu, menyadari perbuatannya.
akankah Sheina luluh, ataukah malah menjauh? kiita simak ya?