Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Kemarahan Ayah


__ADS_3

Di sebuah gedung perkantoran,


"Bos siang ini akan ada makan siang bersama artis idola itu terkait iklan ruko yang akan launching bulan depan," kata sang asisten mengingatkan.


"Iya, aku ingat. Kamu atur saja restoran yang nyaman untuk berbincang agar tidak terlalu formal. Tim pemasaran sudah memastikan dengan benar kalau dia icon yang cocok?" tanya Rendy Wirabrata.


"Sudah, Bos. Menurut Pak Ginanjar hanya dia artis yang cocok dengan bayaran sesuai anggaran dan memiliki fans yang banyak karena tengah populer karena salah satu film layar lebar miliknya,"pungkas sang asisten menjelaskan.


"Baguslah, aku tak mau mengeluarkan banyak biaya untuk hal yang merugikan," tutur sang bos.


"Tenang saja, sesuai tema ruko kita. Menurut saya dia adalah yang cocok dengan kriteria," sang asisten menimpali.


"Baiklah, aku percaya padamu. Saat sudah waktunya ingatkan aku dan suruh sopir agar bersiap," kata Rendy Wirabrata.


"Siap, Bos!"


Sang asisten keluar lalu priantua itu kembali melanjutkan pekerjaannya dan mengecek email yang masuk berharap ada proyek tender lagi.


Usai keluar dari penjara, Bisnis yang di jalanankan suami Anna malah tidak meredup melainkan makin bersinar.


Pundi-pundi masuk terus terutama sejak penjualan tanah di daerah perbatasan yang merupakan tempat strategis sejak jalan tol di bangun dekat sana.


Ruko-ruko mewah di bangun di sekitarnya, meskipun hampir sebagian besar lahan miliknya sudah di jual dengan harga tinggi. Rendy masih menyimpan sedikit untuk membangun beberapa properti agar bisa di sewakan dan meraup keuntungan.


Tiba-tiba ada sebuah email masuk, pria tua itu segera membuka dan tersenyum melihat indangan elektronik itu. Ada diskon khusus bagi dia malam ini dan penawaran menjadi member dengan harga spesial.


"Wah club populer ini memang sangat hebat, pertunjukan tiap malam yang berganti tidak membosankan sama sekali. Mungkin akan ku coba saja undangan ini," batin Rendy Wirabrata usai membaca email masuk.


Pria tua itu kembali sibuk dengan pekerjaannya tak lama masuklah asistennya mengingatkan terkait pertemuan siang itu. Rendy pun bersiap dan mereka berangkat bersama.


Di restoran,


"Hallo Bos Rendy, saya Ariel," sapa sang attis sambil mengulurkan tangan.


"Hallo, silakan duduk dulu. Kita makan baru bicara kan tentang kerjasama ini."


"Iya, bos. Tidak. masalah."


"Siang mau pesan apa?" tanya sang pelayan.

__ADS_1


"Nasi goreng seafood dan orange juice," jawab Ariel sang artis.


"Kami pesan Nasi Hainan dan es kelapa muda dua porsi,"kata sang asisten yang ikut makan bersama.


"Baiklah, tunggu sebentar," kata pelayan dan meninggalkan para tamu.


Saat itu berita di televisi yang kebetulan ada di restoran sedang menayangkan konferensi pers dari pihak keluarga Ang.


Betapa terkejutnya Rendy mendengar berita itu, terlebih lagi terkait kehamilan putri bungsunya. Di dalam otaknya sudah terbayang kalau sang calon besan pasti memutuskan kerjasama.


"Maaf saya pamit undur diri dahulu, kalian lanjutkan saja pembicaraan ini. Ada masalah keluarga yang harus di urus," kata Rendy sambil bangkit dari bangku dan bergegas pergi.


"Kamu lanjutkan pembicaraan ini dan oasihyabu dia mengenai ruko baru yang akan launching,"lanjutnya dan langsung meninggalkan asiaten dengan artis itu.


"Bos mu ada banyak urusan?" tanya Ariel.


"Begitulah."


Tak lama makanan datang dan mereka pun mulai berbincang terkait kontrak dan juga segala resiko juga keuntungan.


Rendy pulang ke rumahnya dengan tergesa-gesa. Kendaraan roda empat miliknya segera melaju kencang.


"Cepat sampai ke rumah, ngebut saja," perintah Rendy ke sang sopir.


"Connie mana? cepat suruh dia keluar,"hardik Rendy.


Tak lama dari arah tangga keluarlah Connie bersama Ibu kandungnya. Melihat kedatangan putrinya, segera ia menarik kasar tangan sang wanita itu sampai tersungkur jatuh ke lantai.


"Apa-apaan ini?" tanya Anna yang panik melihat putrinya.


"Kau belum tahu ulah anak kesayanganmu ini? Atau kau sudah tahun dan bersekongkol menyembunyikan dariku!" hardik Rendy dengan suara keras.


"Sembunyikan apa? Ulah apa?" tanya Anna yang binggung.


"Bibi nyalakan televisi, cari saluran berita!" perintah Rendy.


Asisten rumah tangga yang ada di sana segera menyalakan perangkat elektronik yang di maksud. Mumculah sepenggal berita tentang klarifikasi keluarga Ang dan juga pembatalan pertunangan.


"Kenapa malah begini?" Anna nampak terkejut menutup kedua tangannya di mulut.

__ADS_1


Bugh.. Rendi mengambil sapu yang ada di dekat sana dan mulai memukuli anaknya. Rintihan minta ampun dari Connie tak dia hiraukan.


"Maaf, Pa.. Maafkan Connie," lirihnya.


"Maaf, kau pikir bisa mengembalikan nama baik keluarga. Anak di kandunganmu nanti bagaiamana!" seru Rendy.


"Papa jangan kuatir, aku tetap. akan meminta tanggung jawab ke Ricky. Sumpah demi Tuhan tidak pernah sekalipun aku tidur dengan lelaki lain," kata Connie sambil meringis kesakitan.


"Connie, mama kecewa padamu," kata Anna dan pergi meninggalkan putrinya.


Rendy masih memukuli Connie sampai terluka dan berhenti saat Putri sulungnya datang menjadibtameng melindungi tubuh adiknya. Tanganya di tahan sang menantu.


"Lepaskan tangan Papa!"Hardik Rendy sambil menatap tajam ke menantunya.


"Tidak, kalau kau terus memukul maka istriku akan terluka," ujar Suami Cecilia.


"Papa hentikan, Connie bisa mati," kata Cecilia.


"Biarkan saja dia mati, aku tak perduli,"ujar Rendy sambil melepaskan sapu dari genggaman nya. Barulah suami Cecilia melepaskan tangan mertuanya.


"Dia akan ku urus, Kau tak usah sok suci lupa kasus asusila yang terjadi dulu. Bahkan kau masuk penjara karena hal ini," ujar Cecilia ketus ke ayahnya.


"Semenjak bisa bicara kau malah semakin ngelunjak ya! Berani sekali melawan ayahmu," maki. Rendy ke Putri sulungnya.


"Kalau kau malu, biar dia tinggal bersama kami," ujar Cecilia.


"Bawa pergi jauh-jauh adikmu," usir Rendy lalu naik ke atas meninggalkan kedua putrinya.


"Sayang tolong gendong adikku. Kita bawa ke rumah sakit," pinta Cecilia ke suaminya.


"Baik."


Cecilia sang pembuat komik tak lagi bisu setelah berbicara dengan psikiater dia bisa berbicara lagi dan sudah menikah dengan sopirnya sendiri. Pria ini memang tulus mencintai wanita itu sehingga rumah tangga mereka berjalan baik, padahal perbedaan usia lumayan jauh. Suami Cecilia lebih muda 4 tahun dari dia. Saat ini dia pun tengah hamil di tri semester kedua.


"Kakak, aku salah. Maafkan aku,"rintih Connie.


"Sudahlah tenang, sekarang pulihkan kondisi mu dan juga bayi itu. Kita akan hadapi bersama," kata Cecilia sambil memeluk adiknya.


Mereka duduk di bangku belakang, melalui kaca spion Suaminya melihat kedekatan istrinya dengan saudaranya.

__ADS_1


Sebenarnya mereka sama sekali tidak pernah berkumpul dengan keluarga besar Wirabrata karena berbeda status sosial. Anna dan suaminya sangat sombong dan muak dengan menantu miskin mereka. Namum memang kenyataan nya Cecilia tak pernah di hiraukan oleh keluarganya karena di anggap produk gagal.


Bersambung...


__ADS_2