
Keesokan pagi,
"Kak Delon, kita pilih dtama ini saja dan aku mau berperan sebagai antagonis," ujar Kasih antusias.
"Antagonis? kau yakin?" tanya Delon.
"Iya,ku pikir karakteristik tokoh kedua ini lebih baik. Dia sangat berani dan bisa membantu tokoh utama dengan caranya sendiri," jawab Kasih.
"Aku tahu, tetapi tingkahnya sangat menyebalkan di awal dan baru sadar setelah melakukan banyak kejahatan. Kau yakin biaa menahan kemarahan penonton," kata Delon.
"Tidak masalah, justru kalau banyak yang membenci akan semakin mudah membuat mereka ingat kepadaku dan jalan kesuksesan akan terbuka lebar," ujar Kasih mengemukakan pendapatnya.
"Benar juga sih, ya sudah kalau kamu yakin kita akan coba dan ambil tawaran itu," kata Delon.
"Terimakasih Kakak, oia ayo kita ke rumah sakit jenguk Suzy," ucap Kasih.
"Iya, kita akan bawakan roti bakar saja buat dia. Pasti dia rindu masakan ku," ujar Delon.
"Hah! Bukannya kamu yang sudah rindu sama dia. Di wajahmu sudah terlihat jelas keinginan bertemu Suzy," goda Kasih.
"Berhenti mengejek kakakmu, ayo bantu buat roti bakar," kata Delon.
__ADS_1
"Baiklah, eh Kak Darren juga Davin masih tidur ya?" tanya Kasih.
"Masih, makanya mau masak juga untuk mereka berdua." Delon mukai membuka beberapa bungkusan roti tawar, menyiapkan selai, meses dan keju tak lupa juga mentega.
Kasih membantu kakaknya untuk menggoreng ikan dan membuat sambel supaya kedua kakaknya yang lain bisa makan sebelum bekerja.
Delon sibuk mengolah roti bakar dan mulai menaruhnya ke dalam kotak makan. Menatanya dengan penuh Cinta.
"Akhirnya selesai juga, aku duluan mandi ya," ujar Kasih.
"Sana duluan, Kakak akan susun semua ke meja makan." Delon mulai menata maskaan juga roti bakar yang dia buat keatas meja makan. Pemuda itu juga menengok isi rice cooker untuk mengecek apakah nasi sudah masak atau belum.
"Semua sudah beres, sekarang bisa tinggalkan rumah," gumam Delon yang puas melihat rumah bersih dan teratur.
Kasih tampak antusias dan senang karena tawaran honornya sangat besar. Mereka telah sepakat dan syuting akan segera mulai besok lusa.
Di rumah sakit,
Wajah Suzy benar-benar mengerikan, terkelupas dan memerah. Awalnya dia mencegah Delon untuk masuk, tetapi pemuda itu bersikap keras kepala.
"Kau tahu kan Kasih lebih buruk dai wajahmu saat kecelakaan jadi untuk apa mengusirku, takut aku jijik," ujar Delon dan tetap masuk lalu bertingkah biasa saja saat melihat wajah Suzy.
__ADS_1
"Aku malu kalau kau melihat kondisi wajahku yang buruk," kata Suzy.
"Sudahlah tak perlu malu, ayo makan akan ku suapi," ujar Delon.
"Uhuyyy asyik sekali berdua, seolah aku dan Olga ada penghuni yang tak terlihat," ledek Kasih.
"Iya nih, Bos Suzy sudah mulai klepek-klepek sama Delon," sahut Olga.
"Sudahlah tak perlu malu-malu, lihatlah Kak Delon sekarang sudah memiliki tubuh seksi seperti cowok idamanmu," kata Kasih sambil memperlihatkan foto di handphonenya.
Di sana nampak Delon tengah berdiri dekat kolam renang dan otot lengan juga perut sudah terbentuk Indah.
"Ya Tuhan! Dulu kamu kerempeng sekarang seksi sekali. Kasih kenapa kau sangat beruntung berada di sekitar tiga kakak ganteng,"pekik Olga yang ikut melihat.
"Ketiga kakak lelakiku itu membuat pusat perhatian tertuju ke kami kalau jalan bersama. Teriakan para wanita remaja buat aku tuli," keluh Kasih.
Mereka berdua tak sadar kalau sikap Suzy sedikit berubah karena degup jantungnya mulai kencang usai melihat foto-foto pemuda di depannya tanpa baju atasan.
"Suzy makanlah," kata Delon yang tetap bersikap biasa saja.
"Eh ba--baik."
__ADS_1
Sangat telaten setiap suapan di berikan Delon sampai habis di makan Suzy semua. Tak lama datang kedua orangtua model itu, berbincang sebentar lalu mereka pulang ke rumah.
Bersambung....