Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Pertemuan Si Kembar


__ADS_3

Pov Karenina.


"Gawat, Suzy Park mengalami iritasi isai memakai make up Mithanina terbaru. Bagaimana ini, Bos," ujar Lili mulai panik saat masuk ke dalam ruanganku.


"Bagaimana bisa? Bukankah sudah ada uji klinis?" tanya Karenina.


"Entahlah, Bos. Sekarang dia telah di bawa managernya ke rumah sakit. Kemungkinan orang tua model cantik itu akan menuntut kita, kau tahu kan bagaimana latar belakang ayah tirinya," jawab Lili dengan wajah pucat.


"Cepat hubungi pimpinan sekuriti, suruh cek semua rekaman kegiatan hari ini di sekitar ruang make up dan gudang ketika kosmetik akan di ambil,"perintah Karenina.


"Baik, Bos."


"Kurasa ada sabotase di balik ini semua. Tahan gerbang keluar. Jangan ada karyawan yang pulang dulu, belikan makanan untuk makan malam. Sampai ada hasil dari rekaman jangan biarkan siapa pun bisa keluar dari gedung. Bilang ke Pak Philip juga," lanjut Karenina memerintah asistennya.


"Baik, Bos lalu bagaimana dengan pemotretan siapa yang akan menggantikan?" tanya Lili lagi.


"Kau laporkan ke Philip dan bilang perintahku tadi. Nanti ku hubungi dulu, tunda sebentar tunggu aba-aba dariku," jawab Karenina.


"Baik."


Lili bergegas meninggalkan ruangan sang bos dan segera menelpon sekuriti sambil menuju ruangan Pak Philip yang ada di lantai berbeda. Langkah kaki dari sepatu high heel miliknya bergema sepanjang lorong.


"Hallo Olga, bagaimana kondisi Suzy?" tanya Karenina.

__ADS_1


"Begini, Bu belum tahu hasil pastinya masih di periksa dokter cuma terakhir wajahnya memerah semua. Kini saya menunggu keluarga Suzy datang, kemungkinan Oma Gina akan menuntut perusahaan anda. Dia tidak terima cucu kesayangannya mengalami kecelakaan kerja akibat ketidak becus karyawan kalian," jawab Olga menjelaskan.


"Memang wajar kalau mereka marah. Aku siap menanggung, saat ini maslaah ini sedang kami selidiki semoga ada hasil yang benar. Kamu tahu kan, tidak ada dendam antara kami. Bagiku Suzy seperti kakak perempuan. Tenang saja akan ku cari pelakunya," kata Karenina.


"Aku paham, oia tadi Suzy sempat berpesan kalau Kasih akan menggantikan tugasnya. Tolong kau kawal dan berikan kosmetik yang aman. Jangan terulang kembali,"ujar Olga.


"Kasih? siapa dia?"


"Oh wanita muda itu juga model yang cukup baik, pekerjaannya selalu mengagumkan dan dia adalah sahabat Suzy. Kau tenang saja tadi aku sudah menelponnya sebentar lagi pasti mereka akan ke sana."


"Terimakasih Olga, sampaikan juga permintaan maafku kepada Suzy."


"Baik."


Selama beberapa tahun ini bukan kali ini saja, sempat pengiriman produk batal lebih dari 3 kali, bahan baku hilang, adanya Wangi parfum yang sama dengan harga murah.


Karenina paham benar selama rubah itu ada pasti ada membawa kesialan. Entah mengapa justru di mau mencelakai semua pekerjaan yang kedua kakak beradik ini lakukan padahal kalau di lihat statusnya ada keluarga dekat mereka.


Memang benar Kasih, sang model pengganti datang. Melalui CCTV Karenina melihat sesi pemotretan dan saat akan selesai dia menuju ke sana untuk ucapkan terimakasih.


"Hallo nama kamu, Kasih kan. Terimakasih mau membantu pemotretan kali ini," kata Karenina.


Kala itu kedua mata mereka bertatap agak lama, entah mengapa dirinya merasakan ada perasaan familiar dan kerinduan saat menatap wajah model itu.

__ADS_1


"Hallo juga, tidak masalah. Ku harap kau bisa selesaikan masalah Suzy dengan segera agar semua jelas," ujar Kasih.


"Tentu saja, aku telah mengurus segalanya. Semua karyawan telah tertahan di gedung sampai pemeriksaan selesai," kata Karenina.


"Bagus sekali, kau cukup cerdik juga. Periksa juga tempat sampah atau di luar jendela gedung ini. Pasti pelaku akan membuang barang bukti," saran Suzy.


"Kau benar, baik akan kami lakukan. Saat ini kalian juga tak bisa meninggalkan gedung. Silakan menunggu di ruang meeting, nanti asistenku akan membawakan cemilan untuk kalian berdua."


"Terimakasih."


"Rianty antarkan model ini bersama. managernya ke ruang meeting, sediakan minuman apa pun yang mereka inginkan," perintah Karenina ke salah satu stafnya.


"Baik Bos."


Mereka pun pergi meninggalkan ruang pemotretan, tinggal Karenina dan fotografer sedang memilih foto yang akan di jadikan iklan.


"Kenapa hatiku malah terasa sakit ketika dia pergi, padahal ini pertemuan pertama," batin Karenina dalam hatinya.


Nyeri di ulu hati, Karenina merasakan hal aneh.


Bersambung..


Hai semua mau baca cerita horor? mampir dan berikan dukungan ya ke cerita emak ini. Bunga, kopi dan Vote juga like dan Klik Favorit emak tunggu Loh

__ADS_1



__ADS_2