Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Berita Duka Lagi


__ADS_3

Di depan rumah tetangganya sudah ada garis polisi dan terparkir ambulans juga mobil dari pihak berwajib. Steven bergegas ke sana dan menyampaikan kepada salah satu petugas kalau dia tetangga sebelah dan juga kenal dengan keluarganya. Akhirnya dia di perbolehkan masuk.


“Maaf kalau boleh tahu siapa yang meninggal?” tanya Steven.


“Namanya Chandra, kami mendapatkan telepon dari salah satu teman korban karena dia sengaja melakukan panggilan video dan merekam aksi bunuh dirinya. Saat ini masih di lakukan penyelidikan apakah memang murni bunuh diri atau pembunuhan,” jawab petugas.


“Saya kenal beberapa keluarganya kalau begitu mereka akan saya hubungi,” kata Steven.


“Baiklah, terima kasih. Suruh mereka datang ke kantor polisi untuk memberikan keterangan baru kita bersama ke rumah sakit,” ujar sang petugas.


“Baik,Pak. Saya pamit dahulu dan akan segera mengabarkan berita ini kepada keluarga korban,” kata Steven dan langsung meninggalkan rumah itu.


“Chandra, chandra kenapa kau ambil jalan yang bodoh,” guman pria itu.


Sesampainya di rumah, Steven segera duduk di ruang makan. Sang asisten rumah tangga tengah membuat bubur manado untuk sarapan. Aroma harum menyelimuti ruangan , masakan ini memang kaya rempah-rempah juga beraneka macam sayuran ada di sana.


“Tuan, sebentar lagi baru masak sarapannya. Bagaimana kalau Bibi buatkan susu energen dulu atau teh gula dan roti bakar?” tanya sang Asisten.


“Teh gula dan roti bakar cokelat saja deh,” pinta Steven.


“Baik.”


“Bi, sambel ikan roa ada juga kan?” tanya Steven.

__ADS_1


“Ada Tuan, ikan asin dan tahu rebus juga ada,” jawab Bibi.


“Bawakan aku bekal makan siang itu saja ya, isi ke dalam tempat makan selain warna merah muda,” kata Steven.


“Baik,tuan. Nanti Rica Roa , tahu dan bubur manado akan saya pisahkan,” ujar Bibi.


“Mantap, taruh juga buah anggur ya,” pinta Steven.


“Beres,ini teh dan roti bakarnya. Silakan menikkmati,” kata Bibi.


“Bbii ngga sarapan bareng?” tanya Steven.


“Tadi Bibi buat dahulu rica roanya dan sudah makan pakai nasi hangat,” jawab Bibi.


“Memang sih makan begitu saja juga enak.” Steven mulai memakan sambil mencoba menelpon Karenina untuk meminta nomor telepon Cecilia dan mengabarkan berita duka ini.


“Bisa, tidak masalh. Aku juga belum tidur dan masih menjaga Kak Philip. Sebentar akan ku kirimkan,” kata Karenina.


“Philip belum siuman?”


“Belum, masih menunggu ini. Oia untuk apa mencari nomor Cecilia sepagi ini?”


“Sebelumnya aku ingin bilang kalau kamu jangan kaget ya.”

__ADS_1


“Kok gitu, emang ada apa?”


“Chandra baru saja meninggal dan bunuh diri.”


“Apa! Astaga kasihan Cecilia, kedua saudaranya meninggal dengan cara seperti itu.”


“Benar, sangat kasihan.”


“Aku akan berikan sekarang juga, kau telepon saja dia.”


“Iya.”


Karenina segera mengetik pesan singkat dan mengirimkan nomor telepon Cecilia. Bersamaan dengan itu perlahan tangan Philip mulai bergerak, Nina kaget dan langsung memanggil Dokter juga suster.Kini mereka tengah melakukan pemeriksaan.


Steven segera menelpon Cecilia begitu mendapatkan nomor teleponnya. Panggilan ketiga barulah di angkat dan suara pria yang terdengar.


“Halo, ini siapa?” tanya suami cecilia dengan sedikit ketus.


“Eh maaf karena saya menggangu dini hari. Perkenalkan saya Steven salah satu tetangga yang kebetulan tinggal dekat rumah Bu Anna, mertua anda. Begini saya ingin menyampaikan kabar kalau Chandra sudah meninggal dan kalau bisa kalian segera ke kantor polisi lalu ke rumah sakit,” jawab Steven menjelaskan.


“Apa Chandra meninggal? Bagaimana bisa?”


“Kemungkinan dia bunuh diri, untuk lebih jelas pihak keluarga silakan bertanya langsung ke pihak berwajib.”

__ADS_1


“Baik, terima kasih saya akan segera bilang ke istri saya.”


Steven menarik nafsa lega sudah selesai tugasnya, kini dia segera kembali ke kamar untuk mandi dan bersiap berangkat kerja juga sarapan makanan kesukaannya Bubur Manado.


__ADS_2