Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Menghuni Rumah Baru


__ADS_3

Darren mempercepat laju kendaraan roda empat miliknya. Dia sudah tak sabar untuk sampai di restoran yang telah di share lock oleh Davin.


Sementara itu di tempat lain. Seluruh keluarga tengah tertawa bahagia karena bisa berkumpul kembali. Semua bersukacita bahkan Suzy dan Delon tengah duet bersama. Di restoran itu tersedia electone.


Selama jantung ini berdetak


Ku akan selalu menjagamu


Hingga akhir waktu


Selama nafas ini berhembus


Tak akan ada cinta yang lain


Hingga Tua Bersama


Ku akan selalu menjagamu


Hingga akhir waktu


Selama nafas ini berhembus


Tak akan ada cinta yang lain


O ooo


Tak akan ada cinta yang lain


Hingga Tua Bersama


(Rezky Febian - Hingga Tua Bersama)


Lagu ini sangat apik di bawakan kedua calon pengantin ini. Semua bertepuk tangan, Oma Gina meminta Karenina dan Sonny juga bernyanyi sayangnya di tolak. Nina tidak pede bernyanyi katena suaranya fals jadi cuma sang Dokter yang maju ke depan.


"Kau saja yang maju,"kata Karenina.


"Baiklah dan dengarkan baik - baik. Lagu ini khusus buatmu,"ujar Sonny.

__ADS_1


Sang Dokter maju ke depan, ini pertama kalinya di menyanyi di hadapan banyak orang juga wanita yang di cintai.


Janganlah kau tinggalkan diri ku


Tak 'kan mampu menghadapi semua


Hanya bersama mu ku akan bisa


Kau adalah darah ku


Kau adalah jantung ku


Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku


Oh sayangku kau begitu


Sempurna, sempurna


Kau adalah darah ku


Kau adalah jantung ku


Kau adalah hidup ku, lengkapi diri ku


Oh sayangku kau begitu


Sempurna, sempurna


(Sempurna - Andra and BackBone)


Ternyata suara Sonny sangatlah merdu beberapa pengunjung sampai memberikan standing applus kepadanya.


Sesampainya di meja, Nina segera berdiri dan memeluk pria itu. Riuh teriakan makin ramai saja menggoda keduanya.


"Dih seandainya Kakek mu masih hidup,pasti dia akan menyanyi buat Nenek," kata Oma Adimiharja memberi kode ke sang cucu.


Steven yang tak peka cuma diam saja dan terus melihat handphonenya. Oma yang geram lalu menginjak kaki pria itu.

__ADS_1


"Aww sakit Oma,"lirih Steven.


"Kamu mau makan atau lihatin gadget. Sana makan saja handphonemu," ucap Oma Adimiharja.


Steven nampak binggung dan saat akan bertanya,tiba - tiba ada yang menepuknya dari belakang. Rupanya Darren sudah tiba.


"Kalian sudah selesai?" tanya sang kakak sulung.


"Belum, tinggal sedikit lagi. Kau mau makan?" Steven malah balik bertanya.


"Tak usah, jika sudah selesai ayo pulang. Aku ingin menunjukan rumah baru yang telah selesai renovasi ke Ayah dan Ibu," kata Darren.


"Sudah selesai ya,cepat sekali,"ujar Delon.


"Tentu saja karena Bang Darren menambah pekerja supaya kelar dengan cepat," sahut Davin.


"Kamarku di hias warna ungu dan gold kan?"tanya Kasih.


"Pasti lah sesuai request mu," jawab Darren.


"Bagus,ayo kita lihat sekarang,"kata Kasih yang sudah tak sabar.


"Kamu tidak jadi menginap denganku?" tanya Karenina.


"Kau saja yang tinggal dulu dengan kami,"jawab Kasih.


Nina melihat ke arah Philip, sang kakak mengangguk. Karena sudah mendapatkan izin dia pun berkata "Baiklah,nanti aku akan ke sana setelah mengambil beberapa baju ganti."


"Bagus, terima kasih semuanya. Kami akan pamit pulang dahulu," kata Darren.


"Jangan lupa syukuran rumah baru,"ujar Oma Gina mengingatkan..


"Iya,kami akan mengundang kalian semua,"kata Pak Budi.


Bersambung....


Mampir ke cerita Kak Bhebs pasi seru loh!

__ADS_1



__ADS_2