
Di rumah sakit,
“Kak Philip, syukurlah kamu masih hidup,” ujar Karenina.
“Tentu saja aku kembali untuk kedua adikku,” lirih Philip.
“Dua? Den, otakmu tidak mengalamai masalah kan? Sekarang cuma ada Non Nina,” ujar Bi Kinan.
“Aku tahu ,BI. Kemaren aku bertemu dengan ayah dan ibu, mereka mengatakan kalau kita akan segera berkumpul dan menyuruhku pulang agar bisa bersama kalian berdua,” kata Philip.
“Benarkah? Kau sungguh beruntung bisa bertemu dengan ayah dan Ibu saat kau tak sadar, seandainya mereka juga datang kepadaku walaupun hanya lewat mimpi,” harap Nina.
“Mereka megingatkan ku kembali agar tidak menyerah karena kalian berdua masih menungguku,” kata Philip.
“Benar, kita harus tetap memiliki harapan kalau Non Chelomitha akan segera pulang,” ujar Bi Kinan.
“Permisi dengan Bapak Philip, ini makanannya dan juga obat untuk nanti malam,” kata salah satu suster yang datang.
“Terima kasih,Sus.”
“Ada keluhan?” tanya Perawat sambil mengecek cairan infus.
“Tidak ada.”
“Kalau begitu saya permisi ya.”
“Iya,Sus,” ujar Karenina.
__ADS_1
“Nina, kakak sudah lebih baik sebaiknya kau besok masuk kantor. Kasihan nasib para karyawan kalau perusahaan tidak bisa bekerja dengan baik,” kata Philip.
“Siap,Bos.”
Mereka bertiga pun tertawa bersama.
Keesokan pagi,
“Kasih , nanti malam aku akan makan malam bersama Suzy karena ulang tahun si kembar. Kamu mau ikut?” tanya Delon.
“Tidak usah, kau nikmati saja familly time itu, bukankah sebentar lagi akan menjadi keluargamu. Aku mau perawatan saja dan menginap di hotel, lusa kan mau berangkat ke jepang untuk syuting iklan dan jadi model video klip,” jawab Kasih.
“Wah sekarang kamu mau rutin perawatan ya, cie cie sudah mulai perhatikan kulit nih yee,” goda Davin.
“Iyalah Kasih sekarang sudah dewasa bukan gadis kecil lagi,” sahut Darren.
“Kalian bertiga berhenti menggoda adikmu,” ujar Kasih.
Hahahaha... mereka tertawa bersama.
“Oia Ayah dan Ibu akan mampir ke Jepang baru kalian bertiga pulang bersama,” kata Darren.
“Benarkah, itu bagus,” ujar Kasih.
“Aku jadi iri, kalian bertiga akan liburan bersama di sana,” kata Delon.
“Sudahlah tak usah cemburu, kamu harus rapikan ruko yang akan jadi usahamu di masa depan kan,” ujar Davin mengingatkan.
__ADS_1
“Iya, kantor manajemen artis Delina akan segera buka,” Kata Delon.
“Kenapa kau pilih nama Kasih menjadi nama usahamu?” tanya Darren.
“Kan Kasih itu nama keduanya yang jadi panggilan juga nama bekennya, sedangkan Delina nama pertamanya tidak ada yang tahu lagi pula artinya kan Delon KaLina. Nama aku dan Ibu ada di sana, jadi semacam doa ibulah supaya usaha ini terus maju,” papar Delon menjelaskan.
“Iya ya, nama pertama Kasih kurang familliar. Kita juga hanya memanggil nama kedua kepadanya,” kata Davin.
“Kasih nama yang penuh arti karena dari sanalah aku masuk ke keluarga kalian,” ujar Kasih.
“Benar, bekar wanita gila itu kita jadi punya adik cantik,” kata Darren.
“Sebenarnya kalau di pikir dia penyelamat juga loh. Sanggup membawa kamu pergi jauh dari lokasi kecelakaan dan kini bisa membantu kedua saudaramu secara diam-diam. Sekarang bukankah tugas telah selesai,” kata Davin.
“Benar, Chandra juga telah meninggal bunuh diri, padahal dia bisa saja mati dengan virus laknat itu yang sudah Tante Lala suntikan kepadanya secara diam-diam saat dia tak sadarkan diri,” ujar Darren.
“Kematian mantan kekasihmu sudah lunas. B a j i n g a n itu kini telah mati,”kata Delon.
“Segala sesuatu pasti akan mendapatkan balasan , cepat atau lambat,” ucap Davin.
“Benar, rasanya lega saat ini selesai,” kata Kasih.
“Lalu setelah kembali dari jepang apakah kau mau membuka identitasmu?” tanya Darren.
“Sepertinya tidak, biarkan saja mereka yang menemukanku. Kalau tidak bisa juga ya sudah, yang penting aku bisa melihat keadaan mereka sekarang sudah jauh lebih baik. Bukankah aku masih memiliki kalian semua, itu
sudah cukup,” jawab Kasih.
__ADS_1
"Kamu memang adik perempuan terbaik," kata Darren. Mereka bertiga pun memeluk adiknya.