
Cecilia menangis melihat keadaan adiknya yang babak belur, penuh luka lebam dan berdarah. Entah mengapa sang ayah tega melakukan hal seperti ini. Dia tak pernah habis pikir dengan jalan pikiran kedua orangtuanya.
“Sayang, tunggu di sini aku akan memanggil suster dan membawa tempat tidur agar Connie bisa segera di tangani,” kata sang suami.
“Baik.” Cecilia mengelus rambut adiknya, dia paham kalau gadis ini melakukan hal seperti ini karena suruhan Mama mereka yang haus akan harta dan kekuasaan.
“Cepat bantu pindahkan pasien, kalian pihak keluarga tolong urus administrasi,” kata salah satu perawat.
Mereka terlihat panik melihat darah yang mengucur dan keadaan Connie yang tampak lemah. Cecilia bersama suaminya segera mengurus data pasien dan tak sengaja berpapasan dengan Dokter Sintia.
“Loh Cecilia, sedang apa? Ada masalah dengan kehamilanmu?”tanya Dokter Sintia.
“Tidak, Connie sudang di rawat,” pungkas Cecilia.
“Oh begitu, ya sudah rawat saja adikmu. Aku pamit mau lihat keadaan Suzy,” kata Dokter Sintia yang berubah dingin usai dengan siapa yang sakit.
Kecuali Cecilia semua keluarga Wirabrata tak ada yang berkelakuan baik. Inilah yang buat enggan berurusan atau dekat dengan mereka. Dokter Sintia membawakan sebungkus permen jelly rasa buah yang di sukai putri sulungnya. Berjaga-jaga kalau anaknya membutuhkan cemilan tengah malam.
“Suzy, kau masih bangun kan. Tadi Mami lihat masih online di media sosial,” kata Dokter Sintia usai membuka pintu ruang rawat sang anak.
__ADS_1
“Masihlah,Mi. Ini lagi lihat berita viral tentang pembatalan pertunangan Connie dan Ricky juga beredar foto-foto mesum gadis itu,” ujar Suzy sambil memperlihatkan layar handphonenya ke sang Ibu.
“Connie batal menikah? Pantas saja dia masuk ke rumah sakit, barusan Mami berpapasan dengan Cecilia yang mengurus administrasi adiknya,” kata Dokter Sintia sambil menyodorkan bungkusan permen jelly ke anaknya.
“Wow masuk rumah sakit, berita bagus. Aku tahu ini salah, tetapi aku cukup senang tahu dia menderita dan kalah,” pungkas Suzy.
“Sudahlah, kita abaikan saja mereka dan konsentrasi dulu ke penyembuhanmu,” kata Dokter Sintia.
“Baik, permennya enak ,Mi. Beli di mana?” tanya Suzy.
“Papi Awan menyuruh sopir antar sekalian sama makanan Mami,”jawab Dokter Sintia.
“Cie.. cie suami berondongmu begitu baik ya,” goda Suzy.
“Ih Mami jangan kepo deh, aku malas lama pacaran. Sebaiknya kalau ada yang serius langsung menikah saja deh,” kata Suzy.
“Oh begitu, baiklah akan Mami bilang ke Delon.”
“Ih jangan dong,Mi.”
__ADS_1
Hahaha... kedua ibu dan anak itu tertawa bersama, mereka berdua memang sangat dekat dan layaknya sahabat.
Di ruangan lain,
“Keluarga Connie,” panggil Dokter.
“Kami,Dok.”
Cecilia dan suaminya bangkit lalu berjalan mendekati Dokter.
“Ini kasus kekerasan , seharusnya kalian laporkan ke pihak berwajib kalau tidak mungkin akan terjadi lagi hal yang sama,” kata Dokter.
“Ku mohon jangan,Dok. Ini perbuatan ayah kandung kami, keduanya ada salah jadi biarkan kami selesaikan secara kekeluargaan,” pinta Connie yang tak tega juga kalau masalah di keluarganya bertambah.
“Baiklah, untung saja janinnya baik-baik saja. Tolong dampingi pasien dan minta ayah jabang bayi untuk datang dan menguatkan calon ibu. Tidak baik kalau dia sampai depresi, kasihan janin di kandungannya. Menginap saja, dalam beberapa hari akan sembuh semua luka fisik,tetapi dengan mentalnya saya tidak yakin. Sebaiknya kalian hubungi psikiater,” kata sang Dokter.
“Kami mengerti,Dok. Terima kasih atas bantuannya,” kata Suami Cecilia.
Dokter segera pergi meninggalkan mereka, Cecilia menangis melihat keadaan adiknya di ruang perawatan apa lagi barusan ada pesan masuk dari Mamanya yang mengatakan Keluarga Wirabrata tak mau tahu dengan Connie lagi, suruh dia urus dirinya sendiri dan jangan pernah kembali ke rumah.
__ADS_1
Entah terbuat dari apa hati Ibunya setega itu membuang anak kandungnya. Awalnya Cecilia pikir hanya dirinya yang akan mengalami hal ini, nyatanya adik bungsu juga sama. Tak habis pikir terbuat dari apa hati kedua orang tuanya.
“Jangan terlalu sedih sayang, ingat keadaan bayi kita juga,”ujar sang suami sambil mengecup kening istrinya.