
"Hari ini aku libur, ehmm jalan ke mall ah. Ini gaji pertama yang ku dapatkan di negara ini. Lumayan lah bisa makan dan beli beberapa barang," kata Alicia sambil melihat beberapa lembar uang berwarna merah miliknya yang di serahkan Karenina ke dalam amplop lalu di masukan ke dalam tasnya dan keluar dari kamar.
"Cia, kamu tahu arahnya kan atau aku pesankan taksi online?" tanya salah satu asisten rumah tangga.
"Tahu kok ,Bi. Aku ke mall jalan kaki saja sambil menikmati hiruk pikuk suasana di kota ini," jawab Alicia.
"Yakin kau kuat berjalan, cukup jauh loh," tutur sang asisten rumah tangga.
"Yakinlah,Bi," sahut Alicia sambil tersenyum.
"Bawa air mineral ini juga beberapa lolipop untuk teman jalan kakimu." Di sodorkan sebuah plastik dengan beberapa cemilan di sana.
"Lah jadi mirip anak kecil saja ,masa bawa jajan," ucap Alicia.
"Memang kamu anak kecil, jangan sok dewasa deh. Tampang bule gitu bahaya jika beli di warung jalanan. kalau di beri obat lalu di culik ,bagaimana?"
"Iya aku bawa deh, makasih ya." Alicia menaruh ke dalam tas selempangnya.
"Sampai jumpa dan jangan pulang malam."
"Iya Bibi."
Alicia dengan riang keluar rumah dan memulai perjalanannya, melewati gerbang kompleks perumahan dengan lancar, tetapi di tengah perjalanan ada sebuah mobil di parkir dengan keadaan mati dan keluar asap. Pemiliknya sampai marah-marah karena dia jadi terlambat.
"Ehmm maaf, apakah mobilnya mogok?" tanya Alicia.
__ADS_1
"Iya, ini sopir saya tidak becus. Perawatan mobil tidak di perhatikan," keluh wanita bertubuh seksi itu.
"Saya coba lihat ya." Alicia mulai memperbaiki mobil tersebut dan berhasil menyala kembali.
"Wah kamu sangat pintar," puji wanita itu.
"Sering mengalami masalah begini makanya bisa bantu," jawab Alicia.
"Namaku Tante Lala, ini kartu namaku jika butuh bantuan hubungi aku," kata sang wanita.
"Makasih."
"Eh tunggu sebentar siapa nama kamu? warna matamu indah sekali mirip anakku"kata Tante Lala.
"Oh begitu, baiklah sampai jumpa. Lain kali kita akan mengobrol lebih lama. Saya ada janji jadi maaf akan pergi lebih dahulu, jangan lupa hubungi saya," kata Tante Lala sambil emmeluk gadis itu.
"Siap ,Tante."
Sepeninggal mobil itu, jantung Alicia yang tadinya berdebar kencang mulai normal kembali.
"Sebenarnya siapa wanita tadi? mengapa jantung ini berdetak lebih kencang sama seperti bersama Darren," Batin Alicia sambil meneruskan perjalanan.
"Sapto, anak bule tadi mirip Alana ya?" tanya Tante Lala kepada sang sopir.
"Sekilas saja ,Bu. Kalu di perhatikan sungguh - sungguh berbeda karena dia orang asing dan Nona Alana kan pribumi sama seperti saya," jawab Sopirnya.
__ADS_1
"Kamu ini bisa saja, sudahlah ayo di percepat. Darren dan pengacara sudah menunggu. Sebentar lagi kamu juga akan segera pulang kampung kan," kata Tante Lala.
"Iya karena pekerjaan akan selesai dan Ibu juga tidak ada di kota ini lagi. Untuk apa saya ada di sini,"sahut Sang Sopir.
"Ku bilang kerja saja sama Darren, tetapi kamu tak mau," ujar Tante Lala.
"Tidak usah ,Bu. Saya mau coba buka warung kecil di kampung dan menghabiskan masa tua," kata Sopirnya.
"Kadang aku iri padamu , bisa punya banyak anak. Sekarang aku cuma sendirian," keluh Tante Lala.
"Kan Darren juga adik - adiknya juga anak Ibu, mereka mau kan jadi anak angkat," kata Sopirnya.
"Benar, cuma Darren saja yang dekat denganku. Tiga lainnya sibuk dengan urusan mereka," kata Tante Lala.
"Memang begitu jika anak beranjak dewasa, saya bersyukur masih ada si bontot di rumah jadi ada yang di perhatikan," sahut sopirnya.
"Ku harap Darren bisa segera menikah agar berikan cucu kepadaku," doa Tante Lala.
"Amien."
Bersambung,
Hai semua emak promo dikit ya karya salah teman nih,jika berkenan kalian bisa mampir baca ke sana loh!
__ADS_1