
❤️✨ Terimakasih sudah membaca, jangan lupa Like, Vote, Rate, Favorit, Komentar dan kirim Hadiah yah❤️✨
Dokter Sintia sendiri memilih langsung ke ruang rawat inap milik Kasih. Sebelumnya dia meminta bantuan seorang perawat untuk mengambil sampel darah agar bisa test alergi obat juga sedikit di kirimkan ke bagian lab untuk uji DNA.
Kebetulan di sana ada seorang teman dekatnya jadi dia meminta sedikit bantuan. Seharusnya ini tidak boleh, tetapi terpaksa di lakukan juga karena hal ini sangat penting.
Dokter Sintia beralasan ke temannya kalau ini untuk mencari anak temannya yang hilang, tapi dia mau menunggu hasil positif baru bisa memberitahu temannya.
Pintu ruangan rawat inap Kasih terbuka, ternyata Darren sedang berjalan-jalan di koridor rumah sakit.
"Apa yang kau lakukan? tidak beristirahat?"tanya Dokter Sintia kepada pemuda beribuh atletis itu
"Bosan, Dok. Di dalam sana cuma berbaring dan menonton televisi. Saya kangen berolahraga kembali," jawab Darren.
"Baiklah, berjalan-jalan saja di sekitar rumah sakit. Jangan terlalu jauh dan lama. Kamu musti jaga kondisi tetap fit," ujar Dokter Sintia.
"Siap Dok."
Sang Dokter dan Perawat pun masuk, Beliau menyampaikan ingin test alergi obat dan mengambil sedikit sample darah.
__ADS_1
"Dokter ini ada rujak. lebih, mau makan," tawar Bu Kalina.
"Tidak usah, Bu. Masih jam bekerja kami tak boleh makan," tolak Dokter secara halus.
"Oia suami dan anak Ibu yang satunya mana?" tanya sang Dokter untuk membuka obrolan.
"Mereka ke tempat kost untuk mencuci pakaian dan membawa pakaian bersih juga memasak untul makan malam," jawab Bu Kalina.
"Bapak bisa masak?"
"Bukan Bapak, tetapi Delon putra bungsu saya," kata Bu Kalina.
"Bukan kah Kasih anak bungsu Ibu? dan mohon maaf ya Bu, saya lihat foto Putri ibu sebelumnya tidak lah mirip dengan kalian berdua. Apakah dia anak kandung anda?" Dokter Sintia langsung bertanya ke pokok permasalahan dia tak suka berbasa basi.
"Darimana asal Kasih?"
"Dokter lihat sekarang dia tengah berbaring, gadis itu benar-benar malaikat bagi kami. Hadiah yang Tuhan berikan. Entah siapa orangtuanya tak di ketahui karena kami mendapatkannya ketika masih bayi dari seorang wanita gila," jawab Bu Kalina menjelaskan..
Deg...
__ADS_1
"Jadi besar kemungkinan dia adalah bayi hilang itu. Sekarang hanya ingin menunggu hasil test di lakukan," gumam sang Dokter dalam hatinya.
"Dok, kenapa melamun," Ujar Bu Kalina sambil menyenggol lengannya.
"Eh maaf, saya agak sedikit mengantuk jadi tidak fokus," kilah Dokter Sintia.
"Mau di buatkan kopi saja. Lihatlah ini kopi bubuk dari Desa kami. Kopi hitam dokter ambillah satu bungkus dan rasakan sendiri. Aromanya harum dan sangatlah nikmat," kata Bu Kalina sambil promosi.
"Terimakasih saya akan mencobanya nanti," ujar Dokter sambil mengambil pemberian ibunda Kasih.
Suster pun sudah selesai mengambil sampel darah. Maka dokter pun pergi meninggalkan ruangan sambil berpamitan kepada sang gadis dan keluarganya.
"Kasih bersabarlah, kalau kau memang bayi itu. Aku berjanji akan selalu menjagamu dan melakukan operasi terbaik," gumam Diker Sintia dalam hatinya.
Tak lama Suzy datang makan kedua sampel di antarkan ke untuk pengujian. Sekarang mereka hanya tinggal menunggu hasil, entahlah apakah feeling dan dugaan mereka bisa tepat.
Tinggal menunggu, sekarang keduanya mulai cemas.
#PesonaSangDiva
__ADS_1
#NezhaAgeha
Facebook emak : Bejo Nezha