Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Melamar Sintia


__ADS_3

❤️✨ Terimakasih sudah membaca, jangan lupa Like, Vote, Rate, Favorit, Komentar dan kirim Hadiah yah❤️✨


Pesona Sang Diva


 


Awan berlutut di depannya dan mengeluarkan sebuah kotak cincin dengan berlian cukup besar pada perhiasan itu. Lelaki muda itu mulai berkata “ Sintia hampir satu tahun kita saling kenal, maukah kau menerimaku jadi suamimu dan ayah bagi Suzy.”


Sinta makin syok dan terperangah, tak pernah menyangka kalau lelaki muda itu memiliki nyali yang cukup besar. Berani melamarnya di hadapan kedua orangtua. Suzy menyikut lengan Mamanya baru berbisik “ Mama jawablah.”


“Eh iya,” sahut Sintia yang sebenarnya mau menjawab panggilan sang anak, tapi Gunawan terlanjur senang mengira itu adlah jawaban lamarannya.


Pemuda itu bejingkrak jingkrak dan hendak memeluk Sintia tapi bajunya di tarik sang Ayah.


“Belum sah jangan main sosor dan peluk peluk,” ujar Opa Heru.


Semua pun tertawa, melihat kebahagian keluarga ini juga tawa lepas sang putri, membuat Sintia tak tega untuk membatalkan ucapannya tadi. Kelihatanya Suzy bahagia dan di peluk dengan penuh kasih oleh Oma Gina.


Gunawan pun memakaikan cincin itu ke jari manis Sintia dan mengecup keningnya di hadapan seluruh keluarga. Wajah Sintia bersemu merah ini pertamakalinya di cium seorang pria setelah sekian lama. Dokter cantik ini hanya sibuk bekerja.


Ini pertama kalinya memang bagi mereka merasakan keutuhan keluarga dan dia sedikit bersyukur bisa di terima dalam keluarga ini. Moment yang sangat membahagiakan.

__ADS_1


“Sintia, kami sudah tahu kalau kamu hanya yatim piatu dan kakakmu yang merupakan keluarga satu-satunya telah meninggal. Jadi keputusan ada di kamu, Kami keluarga Kusuma berharap pernikahan ini segera di gelar,” kata Oma Gina.


“Lebih cepat lebih baik agar kalian bisa sah,” kata Opa Heru.


“Mama pikirkan saja tanggal yang baik, aku juga berharap bisa punya adik,” ucap Suzy Park.


“Kalian ini jangan mendesak Sintia, kami akan bicarakan lagi bersama baru mengumumkan,” ujar Gunawan.


“Baiklah , aturlah berdua. Suzy managermu bisa minta pulang saja, kita akan makan malam bersama,” kata Oma Gina.


“Ini uang buat bensin dan makan malammu,lusa kita mulai syuting,” ujar Opa Heru sambil memberikan beberapa lembar uang berwarna biru.


“Wah Olga beruntung ya, jangan lupa cari tawaran iklan yang banyak,”kata Suzy Park.


“Ingat rahasiakan dulu hal ini,sampai kami resmi menikah,” pesan Gunawan.


“Siapa papi bos, mulut Olga terkunci rapat,” kata sang manager sambil menunjukan dua jari berbentuk V.


“Baguslah, jangan lupa janjimu,” ujar  Gunawan lagi.


Salah satu pelayan pelayan mengantar sang manajer sampai ke parkiran. Setelah itu Oma Gina nampak menarik tangan Suzy menuju ruang makan,sedangkan Awan mengulurkan tangannya dan hendak menggengam tangan sang kekasih.

__ADS_1


Opa Heru mendahului semuannya.


ketika tersisa mereka berdua di belakang maka Sintia memperlambat laju jalannya lalu berbisik “Kau ini nakal sekali, kenapa ngga cerita mau kerumahmu.Lihatlah pakaianku sangat santai.”


“Sengaja, mana mungkin kau mau. Bersikaplah seperti biasanya karena orangtuaku sudah menerima kalian kok,” ujar Awan.


“Awas kau ya, besok malam sepulang bekerja kita bicarakan lagi,” Kata Sintia.


“Tidak bisa, weekend saja. Bukankah lusa kau ada operasi.Konsentrasi saja di sana, aku juga tak lagi bekerja di sana mulai besok. Papi sudah mengatur posisiku di klinik Kusuma,” ujar Awan.


“Apa! Kenapa cepat sekali, bukankah kau bilang masih lama mau pindah?” tanya Sintia heran.


“Papi bilang semakin cepat lebih baik karena sekarang aku sudah calon anak yang harus di biayai,” jawab Awan sekenannya dan ketika sampai di meja makan langsung duduk di seberang meja oma Gina dan Suzy.


Bersambung....


******


Hai semua, mau baca cerita lainnya yuk mampir ke salah satu karya teman emak. Pasti seru deh, selamat membaca


Terimakasih .

__ADS_1



__ADS_2