Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Sang Kakak Kedua


__ADS_3

"Vin... Davin kemarilah," ujar Mpok Ipeh tetangganya.


"Ada apa Mpok?" tanya Davin yang heran di datangi janda tercantik di desa Flamboyan.


"Kau sudah dengar tidak kasusnya Satria, itu loh pemuda yang menyiram air keras ke saudaramu," jawab Mpok Ipeh.


"Belum sih Mpok, buat kejahatan apa lagi dia? Davin lagi jagain Tatik karena mau melahirkan jadi ngga update gosip," kata pemuda itu sambil mengelus-elus kambingnya yang tengah bunting.


"Wuih subur amat kambing loe ya, tiap bulan ada aje yang melahirkan," puji Mpok Ipeh.


"Maklum si Tono, bandot tua itu senang kawin jadi para kambing remaja abis semua sama dia," kata Davin


"Eh busyet dah, Tono mirip bokap Satria dong," ujar Mpok Ipeh.


"Loh kok jadi ke bokap Satria sih Mpok? Emang gosipnya apaan, Mpok,?" tanya Davin yang mulai penasaran.


"Jadi Ibu Satria itu kan sudah lama stroke ye, nah bapaknya niat kawin lagi tapi kagak dapat izin. Entah bagaimana terjadi pertengkaran dan berujung kematian sang istri. Belum kering tuh tanah kuburan, si bapak malah mempercepat niatnya dan langsung menikahi selingkuhannya. Satria yang otaknya rada gesrek langsung tikam Bokapnya saat resepsi. Mati deh," kata Mpok Ipeh menjelaskan.


"Wah gila juga bokapnya, dapat info darimana Mpok?" tanya Davin.

__ADS_1


"Tuh masuk berita di surat kabar, itu berdasarkan kesaksian asisten rumah tangga Satria. Bokapnya gila anaknya edan plus sinting," jawab Mpok Ipeh.


"Terus nasib Satria gimana ,Mpok?" tanya Davin.


"Loe baca koran aje napa, masa tanya ke Mpok terus sih," protes Mpok Ipeh.


"Kan tadi yang nyari Davin mau cerita gosip, Mpok. Masa sekarang kasih tahu beritanya setengah-setengah sih. Duit Davin abis Mpok, kagak bisa beli koran," kata pemuda itu beralasan.


"Lah jurangan kambing dan sapi masa kehabisan duit, ada saja alasan loe bocah somplak. Jangan terlalu pelit, sesekali nikmati hidup. Uang kagak di bawa mati," ujar Mpok Ipeh.


"Iya Mpok cantik, lanjutin lagi napa beritanya," pinta Davin dengan memelas.


"Baiklah Mpok ceritaiin deh. Denger-denger Satria masuk rumah sakit jiwa, katanya kagak bisa masuk penjara karena tuh anak mengalami. gangguan kejiwaan," kata Mpok Ipeh.


"Itulah yang Mpok bilang, percuma banyak uang tapi tak bisa di nikmati untuk apa? mendingan seperti kita gini, uang cukup buat makan lebih sedikit pakai beli perkakas kalau habis lah kerja lagi," kata Mpok Ipeh.


"Bener Mpok, Davin mah emoh simpan harta banyak malah jadi gila. Masih muda dan waktu masih panjang masa iya harus berakhir di rumah sakit jiwa," ujar Davin.


"Bener tuh, eh liat deh di sana Tono udah kawin lagi sama kambing baru. Busyet dah emang bener dia bandot tua tukang kawin, kalau udah habis stok kambing perawan. Loe jual saja dia atau di sembelih daripada jadi gila juga lantaran kagak bisa kawin sama yang muda," saran Mpok Ipeh.

__ADS_1


"Hahahaha... Mpok Ipeh bisa saja, stok betina buat Tono mah melimpah kan kita malah senang kalau bisa punya banyak bayi kambing," kata Davin.


"Iya juga sih, mana tuh kambing tua kesayangan Pak RT kan. Kalau loe sembelih jadi sate atau jual mungkin besok nasib bisa jadi sama," ujar Mpok Ipeh.


"Ngga juga lah, Mpok. Masa iya bapak lebih sayang Tono ketimbang Davin," protes pemuda itu.


"Bisa saja, buktinya kadang Mpok lihat loe foto-foto si kambing kan. Pasti mengirim ke pak RT nah apa dia pernah minta foto loe?" tanya Mpok Ipeh.


"Bener juga ya, Bapak selalu minta foto Tono dan kambing lainnya. Kenapa kagak foto Davin?" kata pekuda itu yang mulai ragu dan terhasut perkataan tetangganya.


"Tuh kan, coba tanya deh. Udah dulu ya, Mpok mau mandi. Bye," kata Mpok Ipeh meninggalkan Davin yang mulai sedikit cemburu sama kambing peliharaannya.


"Iya, Mpok."


"Wah kagak bener nih, sebaiknya tanya bapak. Masa iya aku kalah pamor sama kambing-kambing ini. Lama-lama ku jadikan sate juga ini," guman Davin dalam hatinya yang mulai dongkol terhasut perkataan sang janda cantik.


Bersambung......


**********

__ADS_1


Iklan dulu yeee... yuk baca karya Author satu ini pasti tak kalah seru deh.



__ADS_2