
Kasih bergegas keluar rumah sakit dan mencari rumah makan yang buka pagi itu. Akhirnya menemukan ada yang menjual nasi uduk di dekat sana. Ini seperti warung kopi sederhana ,tetapi menjual menu sarapan juga dan beberapa jenis roti.
"Pak, mau pesan nasi uduk, roti keju dan kopi susu ya," pinta Kasih memesan ke sang penjual sebelum mencari meja kosong untuk duduk.
"Baik, mohon di tunggu ya,Neng," kata sang penjual.
Gadis itu mengedarkan pandangannya mencari tempat yang pas buat makan. Akhirnya dia menemukan nya di salah satu sudut sebelah kanan cuma ada seorang pria saja di sana. Sementara meja lain berisi 2-3 orang. Segera dia menuju ke sana.
"Permisi saya duduk di sini ya,"sapa kasih.
Pria itu menoleh dan sedikit terkejut "Loh Kasih, ngapain makan di sini?"
"Eh Uncle Genesis, lagi ngapain?" tanya Kasih.
"Sarapan lah," sahut Genesis.
"Iya aku juga sama, tetapi kenapa makan jauh banget? Bukannya kantor Uncle di arah utara ya?" tanya Kasih mulai menyelidiki.
"Kangen saja suasana warung ini. Sebenarnya tempat makan ini telah berdiri puluhan tahun dan dari generasi ke generasi tetap jualan di sini. Aku kangen saja mengingat masa kecil dulu sering kemari usai menemani Ayah bekerja di rumah sakit," papar Genesis.
"Masa kecil memang indah ya Uncle, aku juga pengen kembali ke masa kanak-kanak dan tak ingin cepat dewasa,"ujar Kasih.
__ADS_1
"Memang benar, dulu kita tidaklah punya beban hanya saja waktu terus berjalan dan tak mungkin cuma terpaku di masa lalu,"kata Genesis.
"Uncle benar, oia bagaimana hubungan Uncle dengan wanita Jepang itu? Kalian jadi menikah?" tanya Kasih.
"Jadi, sore ini aku akan ke sana untuk melihat tempat resepsi nanti,"jawab Genesis.
"Pernikahan kedua ya Uncle, semoga jadi terakhir dan segera ada Genesis junior," kata Kasih.
"Amien, kamu tahu kan gimana Oma Gina. Kasihan lihat kamu dan Suzy jadi kelinci percobaan akibat tidak punya cucu sebelum si kembar lahir," ujar Genesis mengingatkan.
"Iya Oma Gina dan Opa bersemangat mendandani kami," kata Kasih.
"Tidak kebayang gimana nasib anakku nanti, berapa bulan lagi akan lahir," ujar Genesis.
"Kau ini masa bilang ambil DP memangnya rumah," jawab Genesis sambil tertawa.
"Habisnya belum nikah sudah ada anak,"celetuk Kasih.
"Begitulah karena sulit mendapatkan hatinya, ajdi Uncle gunakan cara lain untuk mendekati,"kata Genesis.
"Uncle ini ada-ada saja. Oia sore ini aku juga mau ke Jepang mungkin penerbangan kita sama, nebeng dong Uncle ke bandara biar ngga ngerepotin Delon,"pinta Kasih.
__ADS_1
"Baiklah nanti Uncle akan mampir menjemputmu, bersiap saja,"kata Genesis.
"Asyik!"
Tak lama pesanan makanan Kasih sudah datang, mereka terus mengobrol sambil makan lalu kembali ke rumah masing-masing. Genesis yang bayar sarapan kali ini.
Kasih tidak menduga kalau ada wartawan infotaiment yang kebetulan melihat kebersamaan mereka dan memotret untuk menjadikan berita Skandal.
Sore hari,
"Kasih, benarkah Uncle Genesis akan menjemput mu?" tanya Delon.
"Iya, masa ngga percaya. Sudah kamu urusin saja renovasi ruko biar Delina bisa segera buka,"jawab Kasih.
Tin.. klakson mobil terdengar di luar.
"Tuh kan apa ku bilang, Sudah dulu ya. Nanti saat sampai Jepang aku akan menelpon,bye Delon jangan kangen sama aku,"kata Kasih.
"Hati-hati ya,"ucap Delon sambil mengecup kening adik perempuannya.
__ADS_1
Visual Kasih ya... jangan kangen loh bentar lagi cerita ini akan tamat. Yuk kepoin cerita emak lainnya bisa add media sosial emak yeee, FB Bejo Nezha, instagram dan tik tok CatatanNezha. Terima kasih kalian luar biasa mau membaca sampai sejauh ini, emak terharu.