Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Terulang Kembali


__ADS_3

"Kak kau sungguh hebat, akhirnya kita biaa jebloskan dia ke penjara," ujar Karenina.


"Semua berkat paket itu, juga almarhum Connie yang mau bongkar bukti kejahatan ibunya," kata Philip.


"Benar, adalah karena mereka. Entah siapa pengirim paket itu, semoga di mana pun dia berada bisa selalu beruntung," harap Nina.


"Ya sudah, kakak mau ke kantor polisi dahulu untuk melanjutkan pemeriksaan dan laporan. Kamu pulanglah ke rumah dan istirahat," kata Philip.


"Kak, bagaimana dengan keberadaan Chelomitha? Buat saja iklan memakai wjaahku, kan kami kembar,"saran Nina.


"Memang bisa seperti itu, tapi kalau di publikasi terang-terangan aku takut keselamatan dia juga terancam. Sampai sekarang kita hanya menduga kalau ada kaitannya dengan Tante Anna, tetapi kan masih belum pasti. Siapa tahu ayah dan Ibu punya musuh lain. Si bungsu bisa dalam bahaya di luar sana," papar Philip menjelaskan.


"Baiklah, tolong tambahkan saja lagi beberapa detektif di beberapa kota dekat area kecelakaan sehingga proses pencarian bisa lebih cepat,"pinta Nina.


"Kakak usahakan ya, pulanglah. Sampai jumpa di rumah, suruh Bi Kinan masak iga sapi ya," kata Philip.


"Siap."


Philip bergegas menuju basement untuk segera ke kantor polisi, sementara Nina juga pulang usai menyelesaikan sedikit pekerjaannya.


Di kantor polisi,


"Kau anak durhaka, aku sudah mengurusmu sejak kecil malah ini balasanmu,"hardik Anna sambil melotot tajam.


"Bi Kinan yang menjaga kami, kau hanya memberikan rumah untuk menumpang tinggal saja," balas Philip.


"K--kau anak kurang ajar,"maki Anna.

__ADS_1


Tak lama Chandra datang dan membawa seorang pengacara.Kali ini pria itu tidak banyak bicara justru hanya diam saja.


"Chandra hajar sepupumu itu,"perintah Anna.


"Sudahlahmu, aku tak mau menambah banyak masalah," sahut Chandra.


"Ibu tolong tenang, berbicaralah dengan pelan. Di sini kantor polisi bukan pasar,"kata slah satu polisi dengan ketus.


"Maafkan klien saya, Pak. Dia agak emosional," ujar sang pengacara.


"Urus saja semuanya, saya pakit pergi," kata Philip kepada kuasa hukumnya.


"Siap, Pak!"


Sementara itu, Karenina mampir ke supermarket sebelum pulang membeli bahan-bahan untuk memasak. Bi Kinan sudah mengirimkan pesan apa saja yang harus di beli.


"Eh maafkan saya, silakan duluan saja," kata Pria itu.


"Tidak apa-apa, anda saja,"ujar Nina.


Tak lama dari arah belakang terdengar panggilan dengan suara familiar.


"Bobi, buruan Mami sudah ngomel di depan kasir,"teriak Sonny.


Nina menoleh dan keduanya malah saling tatap terkejut.


"Lah Nina sedang apa di sini?" tanya Sonny.

__ADS_1


"Belanja, Pak Dokter juga belanja?"Nina balik bertanya.


"Iya temanin Mami dan adik, kenalkan dia Boby adikku,"kata Sonny.


"Saya Karenina."sambil mengulurkan tangan.


"Jadi kamu calon kakak ipar saya, cantik juga. Besok main ke rumah ya,"seloroh Boby.


"Kamu jangan mulai lah, maafkan adikku Nina," kata Sonny sambil menutup mulut pemuda itu.


"Tidak apa-apa."


"Kami pamit ya," Kata Sonny menahan malu dan menarik tangan adiknya.


"Kakak ipar ingat datang ke rumah, sampai jumpa lagi,"teriak Boby.


Nina tertawa melihat kelakuan kedua kakak beradik itu. Dia melanjutkan belanja dan segera pulang ke rumah.


"Bi Kinan, ini bahan-bahannya. Masak yang enak loh. Kak Philip lagi bersukacitalah,"ujar Nina.


"Siap, Non."


Tiba-tiba dering handphone berbunyi, usai menjawab panggilan telepon. Dia malah menangis, Bi Kinan tentu saja bingung dengan apa yang terjadi.


Bersambung...


Hallo semua kalau kalian berkenan silakan add facebook emak yee Bejo Nezha. Makasih

__ADS_1



__ADS_2