Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Gerilya Anna


__ADS_3

❤️✨ Terimakasih sudah membaca, jangan lupa Like, Vote, Rate, Favorit, Komentar dan kirim Hadiah yah❤️✨


Pagi hari suasana di perusahaan sudah tegang akibat rapat umum yang baru saja selesai. Philip memberikan usul untuk menambahkan beberapa fasilitas test area pada jalan tol yang juga di kelola PT. KCP sedangkan Anna tidak menyetujui karena menurutnya keadaan sekarang juga jauh lebih menguntungkan perusahaan tak perlu buat biaya tambahan lagi.


Masalah kedua adalah Karenina ingin membentuk sebuah tim baru di perusahaan dengan memasarkan produk baru di bidang kosmetik. Ini benar-benar hal baru dan mungkin bisa berakhir baik atau buruk belum dapat di prediksi pasalnya gadis inipun masih sangat belia. Anehnya Anna justru setuju karena dia mau melihat kegagalan daripada keberhasilan dari kedua keponakannya itu.


Philip sebenarnya masih jengkel, tetapi dia memilih memendam karena adiknya tengah berbahagia. Karenina yang baru saja lulus dari pendidikan home schoolingnya merasa bahagia bisa mewujudkan menjadi kenyataan segala risetnya selama ini tentang produk kecantikan untuk wanita dan pria.


Bulan depan kucuran dana modal akan mengalir. Mulai besok lusa akan di mulai membuka lowongan bagi timnya. Karenina sendiri yang memilih dengan melihat berkas CV (Curriculum Vitae) masing-masing calon karyawan dan melalui rekaman CCTV saat test wawancara tengah berlangsung.


"Kakak, syukurlah aku bisa berguna bagi perusahaan orangtua kita," kata Karenina saat memasuki ruangan saudaranya.


"Kau memang adikku yang hebat," ujar Philip sambil mengacak acak di atas kepala adiknya.


"Jangan gitu dong, berantakan nih," protes Karenina sambil cemberut.


"Habisnya kau lucu sih," ledek Philip.


"Ih apaan sih, emangnya aku badut," ujar Karenina.


"Sudahlah jangan merajuk, ayo kita pergi makan siang," ajak Philip.


Lelaki itu mendorong kursi roda adiknya, mengajak asistennya untuk ikut makan bersama mereka. Mobil biru metalik terparkir dengan Indah di sana, Kakaknya dengan gentlemen membuka pintu kendaraan beroda empat itu dan membantu sang adik naik. Bangku belakang sengaja dilipat separuh agar lebih mudah ketika kursi roda masuk.

__ADS_1


"Bos, kita akan kemana?" tanya sang asisten yang sudah ada di kurai depan untuk mengemudikan mobil. Philip sendiri duduk di belakang bersama Adiknya.


"Ke restoran masakan Chinese saja yang ada di depan Mall xxx, tempat langganan," jawab Philip.


"Baiklah, ayo meluncur," kata sang Asisten.


Kendaraannya itu meninggalkan perusahaan, melewati jalan raya yang sedikit padat walaupun hawa panas menyengat di atas kepala.


Sesampainya di restoran, mereka mulai memesan beberapa menu makanan sesuai kesukaan masing-masing. Tak butuh waktu lama agar pesanan sampai, suapaya waktu tak terbuang langsung dengan lahap di habiskan.


Setelah itu Karenina di antar pulang ke sebuah rumah. Bi kinan sudah menunggu dan menyambut kedatangannya. Merasa sang adik sudah di tempat aman, Philip pun kembali ke kantor.


********


"Sial kedua anak itu memang hambatan bagi karirku, sebaiknya mereka cepat di singkirkan," gerutu Anna.


"Sudahlah buat apa bersusah hati, ayo makan siang setelahnya baru memikirkan langkah selanjutnya," ajak salah satu pemegang saham yang uga kekasih gelap sang Direktur.


"Aku lebih suka di makan olehmu, Rendi sudah lama berada di balik jeruji besi. Kehangatan lebih ku butuhkan daripada perut yang terisi," Goda Anna kepada pria yang sedikit lebih muda darinya.


"Baiklah kita menuju salah satu apartemen ku saja, Nanti di sana bisa bermain sepuas mungkin," ujar sang lelaki sambil menatap tajam kearah lawan mainnya nanti.


"Ah kau bisa saja, ayo kita pergi sekarang," kata Anna.

__ADS_1


"Aku duluan kesana, 10 menit lagi baru kai menyusul dengan mobilmu," saran sang pria.


"Baiklah, saat aku datang usahakan lepas semua busanamu," pesan Anna.


"Tentu saja, aku juga sudah menyiapkan pengaman demimu," kata sang pria.


Keduanya melakukan persis seperti rencana mereka dan bertemu di sebuah apartemen dan memulai permainan panas itu.


Pemuda ini memang adalah simpanan Anna, saham yang ada atas namanya adalah pemberian wanita tua itu. Memang dia memiliki sebuah perusahan kecil, tetapi itu hanyalah formalitas saja. Keuntungan lebih banyak d dapat dari bagi hasil perusahan KCP.


Terkadang malam wanita itu memberikan bantuan finansial lainnya sebagai tambahan kalau bisa membuatnya senang dengan kenikmatan batin.


"Januar kemampuan mu semakin berkembang, aku suka gaya seperti ini," lirih Anna di tengah permainan.


"Aku banyak belajar sayang demi dirimu. Beberapa kali menonton dan mencoba praktek dengan seorang gadis muda," kata pria itu.


"Awas saja kalau kau main hati, dirimu hanya buat aku," ancam Anna.


"Tenanglah dia hanyalah tempat latihanku, bukankah kau senang dengan hasilnya," ujar pria itu.


Mereka pun tertawa dan kembali melanjutkan agar sama-sama puas. Cuaca siang ini yang pamas di luar sana tak mampu menyaingi kehanagat di dalam kamar itu.


#PesonaSangDiva

__ADS_1


#NezhaAgeha


__ADS_2