Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Davin Jealous


__ADS_3

Setelah sang janda cantik pergi, Daving segera memasukan beberapa kambing ke kandang dan juga mengikatnya dekat beberapa pohon yang tumbuh di halaman rumahnya.


Pemuda tampan ini ke dalam rumah dan mengambil handphone nokia 6100 miliknya lalu menelpon sang ayah.


Panggilan ke tiga baru di angkat dan bukannya mengucapkan salam dia malah menghujani sang ayah dengan banyak pertanyaan.


"Bapak kenapa ngga pernah minta foto Davin? kalau Tono meninggal apakah Bapak akan marah? Pak, kalau ada yang nawar mahal buat Tono, kita jual saja ya?" Davin melontarkan banyak pertanyaan.


"Ya Tuhan, Davin kamu lagi datang bulan eh ngga mungkin ya cuma Kasih yang perempuan. Kenapa banyak tanya gitu, kalau nelpon ucapkan salam dulu dong," ujar Pak Budi sang ketua RT desa Flamboyan yang juga ayah kandung pemuda itu.


"Jawab saja Pak, apa susahnya tinggal bicara atau memang benar nih kalau bapak cuma sayang Tono beserta keluarganya," ujar Davin dengan nada sedikit memaksa.


"Sebenarnya kamu kenapa, Nak? kok tiba-tiba bahas Tono, apakah kamu tidak peduli nasib saudaramu? satu baru selesai operasi tinggal satu lagi," kata Pak Budi.


"Duh bapak, jangan mengalihkan pembicaraan deh. Davin tanya tentang kambing bukan saudara yang sedang sakit. Jangan mencampur adukkan masalah," ujar Davin dengan tegas.


"Ada apa Pak?" tanya Bu Kalina.


Pak Budi menyuruh diam dengan kode telunjuk di bibirnya dan mulai meloud speaker handphonenya.


"Davin, sebenarnya ada apa? apakah semua kambing kita lagi sakit atau ada hal lainnya?" tanya Pak Budi sekali lagi.


"Kambing dan sapi baik-baik saja cuma Davin mau tanya ke bapak siapa yang lebih penting antara Tono dan Davin?" tanya pemuda itu yang keukeuh menunggu jawaban ayahnya.


Mendengar pertanyaan absurd itu, Dellon fan Kasih yang juga nguping seketika ngakak, tertawa berjamaah. Begitu juga dengan Ibunya, entah apa yang di pikirkan anak keduanya ini sehingga meragukan Cinta orangtuanya.


"Kamu dong, masa bandingkan putra berharga bapak dengan kambing," jawab Pak Budi untuk menenangkan sang putera.


"Benar ya Pak, jadi kalau Tono di jual atau sembelih tidak masalah ya?" tanya Davin kembali yang belum merasa puas.


"Iya tidak apa-apa," jawab Pak Budi.

__ADS_1


"Pak kok ada suara cekikikan, siapa yang tertawa?" tanya Davin yang sedikit sadar akan suara background saat menelpon ayahnya.


"Siapa lagi yang tertawa kalau bukan adik-adikmu," jawab Pak Budi.


"Kenapa tertawa?" tanya Davin.


Seketika Dellon merampas handphone milik bapaknya dan menjawab "Ngetawain kamu, heran deh sama pertanyaan gila mu itu. Kenapa malah cemburu sama kambing."


"Kamu ngga akan mengerti perasaanku, tahu kan ampir tiap hari bapak minta foto Tono beserta keluarganya tapi ngga pernah minta foto Davin, lah itu apa artinya kalau bukan pilih kasih," kata Davin.


"Sepertinya otakmu rada gesrek ya, mungkin lelah akibat bantu ngurusin bayi kambing. Sudah datang kemari, kita gantian jaga. Beberapa hari lagi usai Kasih menjalani operasi, aku akan pulang karena sudah mau masuk kuliah," ujar Delon.


"Baik aku akan kesana buat menjemputmu, tapi otakku normal loh bukan seperti perkataanmu," protes Davin.


"Iya aku tahu kakakku sayang, kamu paling pintar dia antara kita semua. Buktinya sawah, kebun dan ternak berkembang pesat di bawah arahanmu," puji Dellon.


"Kamu sadar juga ya, Abang memang ahli dalam bidang tanaman dan hewan ternak," kata Davin dengan narsis.


"Ya sudah, salam buah Kasih dan Bang Darren. Lusa aku datang, mau nitip apa?"tanya Davin.


"Bentar aku tanya Kasih deh," jawab Dellon.


Lelaki ini segera mendatangi adiknya dan bertanya apa pesanan yang dia mau.


"Kasih bilang tolong bawakan kue kacang buatan Mak Ijah, satu toples. Dia mau makan itu setelah operasi," kata Dellon.


"Okay, ini abang pesan dulu ke Mak Ijah baru bawa kesana," ujar Davin.


"Ya sudah matikan, jangan kupa datang dan jemput aku," kata Dellon yang manja ke kakaknya.


"Siap, bye adikku sayang. Jangan rindu itu berat biar aku saja," ujar Davin mengakhiri panggilan teleponnya.

__ADS_1


"Astaga kenapa abang-abangku otaknya bermasalah, siapa juga yang mau kangen sama dia mendingan merindukan yayang Suzy,"kata Dellon.


Sebuah jitakan mendarat di kepalanya, rupanya Pak Budi yang melakukannya.


"Duh sakit Pak," rintih Dellon.


"Yayang Suzy, jangan ketinggian berharap. Sana selesaikan kuliah, kerja saja belum mau mikir pacaran. Anak orang loe bawa jalan mau kasih makan angin," kata Pak Budi.


"Kan ada uang jajan dari bapak," celetuk Dellon.


"Tidak bisa, kalau mau pacaran musti kerja dan bayar pakai uang hasil keringatmu bukan dari Bapak atau Ibu. Kalau niatmu sudah begini, berarti uang jajan di potong," kata pak Budi dengan tegas.


"Apa! janganlah Pak. Uang jajan jangan di potong, iya deh Dellon akan fokus kuliah dan selesai cepat," rengek pemuda itu.


"Begitu baru benar, awas kalau bapak dengar kamu mukai pacaran. Fasilitas akan di stop, tugas mu cuma belajar, belum sukses mau mikirin Cinta. Anak orang mau kasih makan tai kambing," kata Pak Budi.


"Kalau memang tai kambing enak mirip coklat yang biasa di makan Kasih. Mungkin tambah kaya kali ya, kan laku di jual,"ujar Dellon.


"Ya Tuhan, anak ini. Bu urus anak-anak mu bapak mau jalan-jalan keliling rumah sakit. Habis ladenin Davin eh Dellon lagi yang buat mumet kepala bapak," kata Pak Budi lalu pergi meninggalkan ruang rawat inap.


Bu Kalina hanya bisa tertawa dengan tingkah kocak anak-anaknya.


Bersambung....


******


Hai hai kalian udah add medsos emak kagak, buruan cek ke IG,Tik Tok, Blog dan Fanspage dengan nama @CatatanNezha kalau FB emak Bejo Nezha di sana kalian bisa lihat update video, foto atau karya emak yang lainnya loh.


Oia dalam beberapa hari kedepan emak akan rilis visual para tokoh pesona sang diva yee. Terimakasih loh karena kalian mau baca cerita ini bahkan kirim komentar, like, vote juga hadiah. Tuhan memberkati.


oia hampir lupa ada iklan yee, cerita dari salah satu teman emak.

__ADS_1



__ADS_2