
❤️✨ Terimakasih sudah membaca, jangan lupa Like, Vote, Rate, Favorit, Komentar dan kirim Hadiah yah❤️✨
Suzy sedang menunggu sang Mama di parkiran rumah sakit. Sudah cukup lama gadis itu berada di sana sekitar 15 menit.
Tak lama seorang wanita datang masih memakai jubah berwarna putih dan mengenakan stetoskop di lehernya. Wanita ini asih keliahatan midan dan langsing, kalau berjalan bersama putrinya pasti tak akan ada yang mengira kalau mereka Ibu dan anak.
Saat dia masuk kedalam mobil dan melepaskan jubah juga menyimpan stetoskop di dalam tasnnya, sang Putri mulai mengomeli "Mama, kenapa lama sekali? aku akan jamran kalau menunggu di sini."
"Hah! Jamuran, bagus dong sayang jadinya bisa membelah diri. Mungkin sebaliknya mencari anak lagi karena kau tak kau melahirkan seorang cucu bagiku," kata Dokter Sintia sambil menyindir putrinya.
"Apa! Mau anak lagi? apakah kau berencana menikah? Tidak bisa, sudah kutakan berulang kali punya suami baru boleh saja tapi menambah anak tidak," gerutu Suzy Park.
"Kau sih makin hari nampak menyebalkan dan suka sekali mengatur. Bisakah kau turunkan sedikit sikap otoritermu? kalau seperti ini terus siapa yang mau menikahimu? Setiap lelaki haruslah menjadi pemimpin dalam rumah tangga bukan wanita," nasehat Dokter Sintia.
"Duh Mama jangan mulai deh, kalau mau denganku yang terima apa adanya," kata Suzy Park.
"Ehmmm baiklah, Barusan ada sebuah email aneh masuk? Coba kamu cek dahulu sebelum kita ke restoran. Mama sudah forward ke kamu," ujar Dokter Sintia.
"Hah! Pria tua itu mau mencari kita. Sudah kukatakan jangan pakai lagi email lama itu percuma saja. Kenapa baru sekarang setelah 12 tahun dia mau cari kita? Benar-benar aneh, aku tak mau mengakui statusnya," ujar Suzy Park.
"Nak, mungkin hubunganku dengan ayahmu sudah berakhir tanpa kejelasan, tetapi kamu biar bagaimanapun adalah anaknya. Suka tidak suka selamanya ada darahnya di dalammu. Cobalah memaafkan, kita dengarkan saja alasanya menghilang selama ini," pungkas Dokter Sintia.
Mama, ini sudah terlalu lama. Menghilang sampai lewat 10 tahun dan baru datang kembali. Benar-benar tak masuk akal. Kemana saja dia. selama. ini, kalau amnesia tak mungkin, lihatlah alamat emailmu saja dia masih ingat," kata Suzy Park mengemukakan pendapatnya.
"Entahlah mungkin saja Papamu punya alasan khusus, lagipula aku dan dia emang belum menikah saat itu karena adanya masalah dalam administrasi. Sulit sekali berbeda kebangsaan," papar Dokter Sintia.
__ADS_1
"Sudahlah Ma, cukup kali ini saja kita bahas dia lagi dan jangan pernah memintaku mengampuni biarkan hanya nama tengah saja memakai identitasnya sebagai formalitas, tetapi hatiku tak membutuhkannya. Lihatlah selama beberapa tahun ini aku bisa tumbuh dan mandiri walaupun tak punya Ayah," kata Suzy Park lalu menyalakan mobilnya dan melaju kencang.
Sepanjang perjalanan keduanya cuma diam sibuk dengan pikiran masing-masing. Sejujurnya Sintia juga heran mengapa sang kekasih baru menghubungi sekarang?tapi dia tak mau ambil pusing karena baginya lelaki itu telah pergi dan hanya menjadi ayah kandung anaknya saja. Cinta sudah lama terkikis seiring berjalannya waktu.
Keduanya sampai di sebuah restoran dan makan bersama. Suzy berusaha menghilangkan suasana suram ini dengan memperlihatkan video lucu kepada sang Ibu selama makan dan membicarakan mengenai kontrak barunya dengan PT. KCP milik keluarga Ariwijaya.
Mereka meminta Suzy untuk menjadi brand ambasador beberapa produk make up terbaru yang akan dirilis beberapa bulan kedepan. Nampaknya perusahaan ini mengembangkan lini bisnis baru.
"Bagus Suzy, dengan berada di dekat mereka kita bisa lebih mudah mengawasi. Sejujurnya Mama tak ikhlas dengan kematian pamanmu," kata Dokter. Sintia.
"Suzy tahu, Ma. Tenanglah kita akan selidiki lagi tentang otak sebenarnya kecelakaan itu," ujar gadis itu sambil memakan daging pesanannya.
"Berjuanglah, Nak. Apapun itu selama hal positif Mama berada di belakangmu," support Dokter Sintia.
"Siap, Ma." Suzy tersenyum sambil memandang wajah Ibu kandungnya.
Kalau dia di posisi itu kemungkinan akan deoresi dan tak mau lagi menjalani hidup.
#PesonaSangDiva
#NezhaAgeha
-------Promo Bab Karya Penulis Lainnya------
Hai-hai semua mohon maaf, kali ini minta space tambahan untuk perhatian kalian. Sekarang emak lagi mau bicaraiin karya dari salah satu penulis noveltoon lainnya dan dia adalah .......
__ADS_1
Enis Sudrajat
Masa Lalu Sang Presdir (21+)
Blurb :
Ameera bimbang dengan keadaan dirinya yang dirasa apa pantas seorang Ameera dengan status yang di sandang dirinya menerima cinta yang diungkapkan Richard barusan?
"Ameera sayang, kenapa diam? hatiku bergejolak ingin mendengar jawaban darimu, katakan! apapun itu aku siap menerimanya."
"Rich, a-aku juga sa-sama ... tapi."
"Ameera jangan ada kata tapinya, sudah cukup, aku mengerti, aku melihat tatapan mu ada cinta untukku di sana."
"Richard ...."
"Ssssssssst ... aku telah mengerti, kita satu hati sama saling punya rasa." Richard menghampiri Ameera yang duduk di hadapannya di sofa ruang tamu Vila Melati keluarga Haji Marzuki.
Richard meraih kedua tangan putih lembut Ameera dan menciumnya, Ameera merasa malu menariknya perlahan.
"Maafkan aku Ameera, aku tidak bisa mengungkapkan kata-kata dan kata hati yang lebih bagus lagi seperti orang lain, juga aku tidak romantis ya? ungkapkan cinta sembarang waktu pada saat jam kerja dan juga tempat yang tidak dirancang dengan istimewa, aku tidak membawa kamu ke tempat yang lebih romantis lagi. Tetapi tidak mengurangi rasa yang kuberikan padamu aku mencintaimu Ameera!"
Ameera mengangguk mantap.
Anggukan Ameera melebihi ribuan kata dan rangkaian puisi yang begitu bermakna bagi Richard, mengerti isi hatinya itu yang terpenting, Ameera telah menerimanya hanya dengan satu anggukan kepala dan senyum yang sangat menawan hati Richard, sanggup mengalahkan sejuta kata-kata penerimaan lainnya.
__ADS_1