Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Balapan Keegoisan


__ADS_3

Dellon bersiap di atas motornya, begitu juga dengan Steven. Sementara itu Oma Adimiharja nampak berbisik ke telinga Suzy.


Davin membuka jaket kulit yang dia pakai untuk di jadikan bendera aba-aba untuk memulai pertandingan.


"Bersedia, siap, mulai," kata Davin sambil mengangkat jaket ke atas.


Delon dan Steven langsung melaju kencang. Untungnya lalu lintas malam itu tidak begitu ramai. Sesuai kesepakatan adalah tiga kali mengelilingi.


"Steven untuk apa kamu berusaha keras, menyerah saja,"ejek Delon saat berada di samping sang lawan.


"Tidak mau,aku akan tetap berusaha,"kata Steven.


"Terserah padamu,sampai jumpa," ujar Delon lantas mempercepat laju kendaraannya.


Sampai di belokan terakhir Delon sedikit terdiam karena melihat Suzy tengah bercerita dengan salah satu pria asing dan sesekali tertawa membuat hati jadi sedikit panas.


"Woy kenapa dia cepat jalan,"teriak Darren dengan emosi karena adiknya berhenti.


"Melon hijau! Buruan jalan sana,"kata Davin dengan suara keras.


"Oh iya ya..maaf kak," ujar Delon langsung tancap gas menyusul Steven yang hampir saja berhasil meraih garis finish karena manfaatkan keadaan. Saat Delon berhenti,Steven mempercepat laju kendaraannya.


Tinggal sedikit lagi sudah akan dekat dan Dlon berhasil menyusul juga memenangkan pertandingan.


"Yesss!" seru Davin.


"Kak Delon menang,asyik"kata Kasih.


"Dek,sebenarnya mihak siapa sih?"tanya Philip.

__ADS_1


"Keduanya,"sahut Kasih sambil tersenyum.


"Dia mah plin plan, semua di dukung,"ujar Karenina.


"Mau bagaimana lagi,aku pihak netral," kata Kasih.


"Non,lihat deh kesana," tunjuk Bi Kinan.


Terlihat Delon mendatangi Suzy yang tengah berbincang dan menarik tangannya untuk pergi dari pria asing itu.


"Bagus sekali kau malah bercengkerama dengan pria lain tanpa ada aku,"gerutu Delon sambil memegang erat tangan sang tunangan.


"Kau gila ya,suka sekali dekat dengan pria lain," kata Delon dengan ketus.


"Aku hanya menanyakan alamat rumah makan yang enak di sekitar sini," ujar Suzy.


"Sudahlah jangan bertengkar lagi. Oma yang memintanya,"sahut Oma.


"Oma menawarkan voucher perawatan jika bisa mengalihkan perhatianmu saat lomba tadi" jawab Oma Adimihatja.


"Rencana oma memang genius dan hampir saja,kakak Delon teralihkan,"ujar Karenina.


"Benar,rupanya bisa juga kakakmu cemburu," sahut Philip.


"Delon payah deh,tidak bisa bedakan asli dan setingan,"kata Oma Gina.


"Matanya sudah tertutup Cinta,"ujar Bi Kinan.


"Aduh Melon buat malu saja,"celetuk Davin.

__ADS_1


"Apapun itu hasilnya adalah Steven tidak bisa ajak Kasih Kencan,"ujar Darren dengan tegas.


"Bolehkah di coba lagi"kata Steven.


"Cuma sisa dua kali percobaan,tetapi lombanya akan berbeda,"ujar Davin.


"Baiklah,saat pulang nanti aku akan mencari jalan,"kata Steven


"Hoaeeemmm,kak aku sudah mengantuk," tutur Kasih sambil menguap.


"Ayo kita pulang sudah selesai semua kan,"kata Davin.


"Mari pulang, ke kamar masing - masing,"kata Suzy.


Rombongan itupun kembali ke hotel dan segera beristirahat.


Sementara itu, di tempat lainnya.


"Anakku mana?Anakku mana? mereka telah lenyap,"teriak Anna sambil menangis.


"Kondisi Ibumu malah semakin parah, saya tidak tahu musti bagaimana?" tanya suster yang menjaga pasien.


"Kondisinya bagini dan sangat menyedihkan. Aku jadi ingat masa lampau"jawab Cecilia.


"Cobalah hibur Ibu anda agar bisa lebih baik.Kasihan sekali melihatnya kehilangan kewarasan," kata Suster.


"Saya paham,Sus."


Bersambung....

__ADS_1



Steven dengan topengnya ketika mengajukan lamaran.


__ADS_2