
"Hentikan Steven!" hardik Kasih sambil berusaha keras mendorong pria itu sayangnya kekuatannya tidak sepandan.
"Kasih bantulah aku,"pinta Steven.
"Bantu apa? Aku tidak mau kalau dengan cara begini. Cepat lepaskan aku!"kata Kasih dengan tegas.
Steven tidak mampu menguasai tubuhnya, seolah-olah merasa haus dan butuh sentuhan wanita baru bisa adem.
"Aku tak bisa mengendalikan tubuhku," ujar Srven dengan suara serak.
Kasih berusaha meloloskan diri dari cengkraman pria itu, Tangan sebelah kanan meraih vas bunga yang ada di meja sebelah pintu masuk kamar dan memukulkannya ke Steven.
Bruk...
Darah mengalir dari kepala pria itu, Kasih langsung berlari mengambil handphone di dalam tas nya menghubungi ambulans lalu Oma untuk menjelaskan kronologi kejadian barusan.
Para perawat datang membawa Steven untuk di tangani lebih lanjut, polisi juga datang karena di panggil resepsionis hotel yang mengira ada percobaan pembunuhan untung saja Oma datang tepat waktu di kantor polisi dan membebaskan Kasih.
"Saya Oma dari korban, lepaskan dia. Semua hanya salah paham. Dia justru korban dan saya berterima kasih sudah menolong Steven. Sebaiknya kalian tangkap Pak Truddy kemungkinan dia mengerjai cucu saya dengan obat perangsang. Saat ini pengacara kami tengah melakukan pengecekan dengan pihak rumah sakit,"papar Oma.
__ADS_1
"Baiklah, kita anggap ini cuma salah paham. Silakan pulang saudara Kasih,"ujar petugas polisi.
"Keterlaluan mereka berani menyentuh cucuku dengan cara kotor. Dahulu dia juga di celakai saat kuliah kini juga sama saja. Sebaiknya aku tempatkan bodyguard untuk menjaganya," umpat Oma dengan kesal.
Kasih bernafas lega bisa keluar dari kantor polisi, tidak terbayang jika dia harus menginap di sel tahanan.
"Oma antar pulang ya."
"Tidak usah, aku masih harus ambil tasku di kamar hotel. Sebenarnya ada sedikit rasa syukur menyewa presiden suit, seandainya hanya kamar biasa kemungkinan tidak ada vaa bunga yanh bisa di jadikan tameng membela diri,"papar Kasih.
Oma malah tertawa mendengar hal itu.
"Bukan begitu, hanya saya kami baru kenal dan aku ingin malam pertama dengan suami sah di mata Tuhan dan negara bukan cuma Cinta sesaat saja dan terpaksa menikah,"jawab Kasih dengan jujur.
"Bagus sekali, Oma suka prinsipmu. Ayo kami antar dan tinggal saja di hotel lain,"kata Oma.
"Tidak usah, aku bantu oma saja menjaga Steven malam ini, Besok juga akan ke Jepang untuk bekerja,"ujar Kasih.
"Baiklah jadi ke hotel dahulu baru kita ke rumah sakit ya,"kata Oma.
__ADS_1
"Iya, seenggaknya mengurangi sedikit rasa bersalah karena melukai kepalanya,"ujar Kasih.
"Tidak apa-apa, kau kan membela diri menjaga kehormatan. Itu wajar saja,"Kata Oma.
Keduanya pun naik ke dalam mobil dan segera meninggalkan kantor polisi. Kasih belum menceritakan kasus ini kepada ketiga kakaknya takut mereka akan mengamuk.
Sesampainya di rumah sakit,
"Keluarga Steven," kata Suster.
"Iya kami di sini,"sahut Oma.
"Begini kepalanya di jahir sebanyak lima dan memang kami temukan sisa obat yang mengandung afrodisiak dalam darahnya. Saat ini sudah normal karena kami berikan obat penangkal,"kata Suster menjelaskan.
"Hasil pemeriksaan saya minta dan pengacara kami akan mengurusinya. Terima kasih atas kerja keras kalian mengobati cucu ku,"ujar Oma.
"Sama-sama sudah tugas kami membantu masyarakat," kata suster.
"Ayo kita masuk ke dalam, beristirahat lah,"kata Oma.
__ADS_1
Ada dua tempat tidur di sana juga sofa. Satu di pakai pasien yang lainnya Kasih suruh oma saja yang pakai dan dia memilih tidur di sofa.