
Keesokan hari,
Alicia sarapan bersama Karenina lalu keduanya berangkat ke sebuah pusat perbelanjaan. Untuk membeli beberapa pakaian bagi sang bodyguard. Kedua gadis ini berangkat dengan sopir, hanya saja yang masuk ke dalam Mall cuma mereka berdua. Sopir menunggu di dalam mobil sambil melakukan video call bersama keluarganya.
"Alicia ambil saja beberapa pakaian rumah, kerja juga pakaian kasual yang mungkin kau butuhkan kalau jalan keluar," kata Karenina.
"Makasih ya, badan kita hampir sama ya. Seharusnya aku pakai saja baju bekasmu, lihatlah kaos dan jeans ini muat saja di badanku," ujar Alicia.
"Jangan, aku bisa pilihkan nanti beberapa gaun yang bagus tetapi pakaian tidur dan baju kerja kau harus pakai baru jadi tidak ada omongan di kantor," kata Karenina.
Kau benar, ya sudah ayo kita pilih baju baru nya," ajak Alicia sambil mengandeng tangan Nina.
Sejujurnya ini pertama kalinya dia merasakan ada teman dan bisa pergi berbelanja bersama. Sebelumnya Karenina hanya bersekolah dari rumah dan tidak mempunyai satu orang pun teman main yang sebaya. Kalau Connie dan Chandra hanya menjahilinya sedangkan Cecilia cuma mengurung diri di kamar akibat bisu. Masa kecil dia dan Philip bukanlah hal yang menyenangkan untuk di ingat.
"Lihatlah piyama motif kelinci ini lucu ya," kata Alicia sambil menunjukan sebuah pakaian tidur.
"Benar lucu sekali, cuma warnanya biru. Kau tidak suka warna merah muda?" tanya Nina.
"Memang, aku benci warna itu terlalu feminim. Seandainya saja ayahku mengizinkan rambut ini sudah lama ku potong pendek," jawab Alicia.
"Kamu tomboi ya. Apakah dulu kamu bersekolah di fasilitas umum?" tanya Karenina lagi.
"apa maksudmu? fasilitas umum apa?" Alicia malah binggung.
"Sekolah di sebuah bangunan dan memiliki banyak murid yang sebaya denganmu," balas Karenina.
"Oh sekolah begitu. Tentu saja cuma aku bersekolah di swasta dan khusus putri," kata Alicia.
"Jadi kamu tidak memiliki banyak teman pria?"
"Justru ada banyak, kan aku ikutan les basket, bela diri seperti muang thay, taekwondo dan lain - lain . Di sanalah aku bisa jumpa banyak teman lelaki."
__ADS_1
"Pasti menyenangkan ya, aku tidak demikian karena bersekolah di rumah."
"Tidak masalah yang penting kamu tetap mendapatkan ilmu pelajaran kan."
"Iya sih, eh tunggu sebentar ada panggilan masuk dari tunanganku. Aku ke sana sebentar ya."
Karenina sedikit menjauh dan mulai berbicara dengan Sonny.
"Sayang kenapa dari kemaren kau tidak menghubungiku? Apakah kau sudah tidak menginginkan aku?" tanya Sonny dengan manja.
Nina tertawa melihat tingkah laku dokter satu ini, tampangnya terlihat tegas padahal senang seklai di manja dan beginilah nada bicaranya kalau dengan pujaan hatinya.
"Sayang kenapa diam? jadi benar kau sudah melupakanku," kata Sonny mulai merajuk.
"tidak, hanya saja sedikit capek dan juga ada seorang bodyguard yang kini tinggal bersama ku. Saat ini aku sedang belanja untuk membeli kebutuhannya," ujar Karenina.
"Bodyguard! Laki-laki kah?" tanya Sonny.
"Bukan wanita, dia bernama Alicia da warna negara perancis," jawab Alicia.
"Kau ini ada-ada saja, sudahlah nanti selesai bekerja datang saja ke rumah dan bawakan aku cake," kata Karenina.
"Baiklah sayang, selesai dinas dari rumah sakit pasti langsung tiba di rumahmu," ujar Sonny.
"Aku tahu sampai jumpa," kata Karenina.
"Aku mencintaimu," ujar Sonny.
Selesai menutup telepon, Nina mau menaruh Handphone ke dalam tas tiba- tiba ada yang berteriak "Awas keranjangnya ke arahmu."
Salah satu Ibu berteriak dan memenag benar ada sebuah keranjang belanja yang memakai roda mengarah ke dia, dengan sigap Alicia datang dan menarik sang Bos. Keduanya terjatuh ke lantai dan keranjang itu menabrak dinding salah satu toko.
__ADS_1
"Terima kasih, untung saja kamu sigap," kata Karenina dan berusaha bangkit.
"Iya, tunggu sebentar." alicia mendatangi sang Ibu dan memarahinya.
"Maafkan kami, tadi anakku hendak ke topilet dan keranjang itu ku letakan di jalan ini. Tidak menyangka akan berjalan ke arah gadis itu," kata Sang Ibu yang memang membawa seorang anak balita.
"Lain kali hati-hati bu, gunakan remnya untuk menahan agar tidak mencelakai orang lain. Mana belanjaan ibu banyak sekali kalau tertabrak,teman saya akan cedera," ujar Alicia yang masih sewot.
"Saya minta maaf, sekali lagi maaf," kata Ibu tadi.
"Alicia, sudahlah. Ayo kita teruskan belanja dan pergi melihat yang lain lagi," ujar Karenina.
Gadis pun meninggalkan Ibu itu lalu kembali ke tempat sang Bos. Terlihat beberapa barang belanjaan Ibu tadi sudah terhambur ke lantai. Memang benar kalau keranjang itu sangat penuh ada beras dan juga bahan pokok lainnya.
"Sangat menyebalkan, untung saja kala itu aku sedang menuju ke arahmu untuk bilang sudah selesai belanja kalau tidak? Lain kali biarpun menerima telepon di dekatku saja," kata Alicia mulai mengomel.
"Iya aku paham. Jika sudah selesai belanja kita ke kasir saja untuk bayar,"ujar Karenina.
Kedua wanita itu pun menuju ke kasir, membeli beberapa cemilan dan aksesories lalu pulang ke rumah. Di jalan pun hampir saja celaka karena ban mobil tiba-tiba bocor di tengah jalanĀ raya dan tidak bisa bergerak lalu saat mampir beli beberapa buku di sebuah toko tiba- tiba ada sebuah pot bunga dari atas jatuh tepat di depan Nina dan ketika menoleh ke atas tidak ada orang hanya seekor kucing kecil.
"Kurasa hal ini bukan kebetulan, masa kita bisa sial sampai beberapa kali," kata Alicia.
"Entahlah, ayo kita pulang saja," Ujar Karenina yang mulai lelah melihat banyak kejadian buruk terjadi.
Sampai di rumah pun, salah satu asisten rumah tangga melapor di tabrak sebuah sepeda motor kala membuang sampah di depan jalan. Memang tempat pembuangan sementara sampah rumah tangga ada di depan jalan dekat taman umum di seberang jalan.
"Nah ini makin aneh," ucap Alicia.
"Sudahlah mungkin hanya kebetulan, beristirahat saja atau cuci baju - bajumu sekarang agar bisa di pakai besok," kata Karenina.
"Baik, semoga besok lebih baik lagi."
__ADS_1
Sang bos muda memilih naik ke atas dan merenungkan kemungkinan yang terjadi beberapa hari ini, rasanya memang agak janggal karena semua kejadia seolah menargetkan dia.
Bersambung....