Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Kisah kelam Alana


__ADS_3

Saat jam besuk di sore hari datanglah seorang wanita tua mencari Darren. Gaya berpakaiannya terlihat seperti anak muda hanya saja dia memakai beberapa perhiasan di tangan dan leher sehingga nampak mencolok. Baju berwarna merah menyala menyilaukan mata memandang.


“Maaf anda siapa?”tanya Darren dengan heran.


“Saya mencari anda ke kantor di sana di kabarkan kalau anda sedang di rawat di sini. Perkenalkan saya Lala ibu


kandung Alana” jawab wanita itu.


“Ibu kandung? Lalu Tante Safia itu siapa?”


“Di hanya ibu tiri.”


“Sekarang apa tujuan anda mencari saya?”


“Bacalah ini.” Wanita itu mengulurkan sebuah surat yang sampulnya nampak lusuh dan seperti habis dikacak.


Darren yang penasaran membacanya dengan perlahan.


Isi suratnya,

__ADS_1


Hallo Mama Lala, maafkan Nana ya. Saat kau terima surat ini mungkin aku telah pergi ke tempat yang jauh lebih


tenang. Mama Lala, aku sudah tak kuat lagi. Mama Fia selalu menyuruhku melakukan pekerjaan kotor untuk memenuhi biaya hidup keluarga ini, Papa sudah lumpuh sekarang tak bisa bekerja lagi. Gajiku dari maskapai penerbangan tak mencukupi. Mama Fia terus mendesakku dengan alasan biaya obat Papa juga uang kuliah Haris. Kini mentalku sudah tak sanggup menjalani dua pekerjaan ini lagi, apalagi Chandra Wirabrata terus menerus memakaiku bersama teman-temannya.


Aku sebenarnya ingin seperti wanita lainnya bisa hidup normal tapi keadaan ini terus memaksaku memasuki lumpur yang sama bahkan Darren, kekasihku sampai ku tinggalkan agar dia tak mengetahui kalau hidupku sudah hancur seperti ini. Mama maafkan anankmu ini, aku sudah tidak bisa berbakti. Tolong sampaikan permohonan maafku juga ke Darren. Aku selalu mencintai dia selamanya.


Peluk cium,


Alana.


Seketika airmata Darren mengalir, kini dia paham kenapa mantan kekasihnya memilih bunuh diri dengan memakan banyak obat tidur. Ternyata gadis itu sudah sangat menderita dan kala itu dia bukan berselingkuh hanya terpaksa melakukankanya demi desakan sang Mama Tiri.


“Kurang ajar, tante Fia benar-benar keterlaluan,” hardik Darren.


“Tunggu sebentar di sini tertulis Chandra Wirabrata, bukankah ini anaknya Anna direktur PT. KCP?” tanya Darren


sambil menatap ke arah Kasih.


“Benar, dia adalah putera kedua dari wanita itu, aku sudah menyuruh detektif menyelidiki dan memang dialah

__ADS_1


orang yang terlihat rutin bersama Alana selama beberapa bulan sebelum dia meninggal,” jawab Mama Lala.


“Apa maksudnya dengan isi surat ini?” tanya Kasih yang baru saja ikut membaca bersama kedua orangtuanya.


“Jadi Safia sudah menjual putriku ke pembalap itu dan bersama teman-temannya mereka melakukan pesta bahkan merekam setiap adegan dan terus memaksa Alana melayani mereka semua. Rupanya Chandra bersama geng kecilnya suka melakukan pesta dengan beberapa wanita lainnya. Hal ini ku ketahui dari infomasi yang di berikan oleh detektif yang ku sewa” pungkas Mama Lala.


Bu Kalina langsung memeluk sang wanita, dia paham benar perasaan seorang ibu yang terluka mengetahui kenyataan pahit yang telah di alami putrinya.


“Kurang ajar, sekarang musuh kita sama Dek. Abang akan membantumu mendapatkan keadilan, saat Alana tak mampu tertolong.Kini aku akan bertekad membantu Kasih sambil balas dendam ke keluarga bejat itu,”


kata Darren sambil mengepalkan tangannya.


“Apa rencanamu?” tanya Pak Budi.


“Aku akan selesaikan kontrak kerjaku dulu di maskapai udara sambil menunggu Kasih pulih total baru membalas dengan memberikan kenikmatan beracun kepada mereka,” jawab Darren sambil tersenyum.


“Nak, jangan bahayakan dirimu,”ujar Bu Kalina.


“Tenanglah Bu, Bapak masih banyak waktu untuk memikirkan dan merencanakan dengan matang strategi ini,” ujar Darren.

__ADS_1


“Tante Lala, minumlah air mineral ini dan tenangkan dirimu dulu,” ujar Kasih.


Wanita tua itu minum lalu mulai menceritakan panjang lebar kisah bagaimana dia bisa terpisah dengan sang putri akibat perceraian. Sampai jam besuk habis , mereka semua mendengarkan cerita dari tante Lala itu.


__ADS_2