Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Di Jengguk dan Hampir Ketahuan


__ADS_3

“Baiklah Karenina, perkembanganmu semakin baik saja. Semoga bisa berjalan kembali ya,” kata Dokter  Sonny.


“Terima kasih,Dok. Kalau sudah selesai kami mohon pamit karena akan menjenguk salah satu teman,” ujar Karenina.


“Ok, silakan. Sampai jumpa di sesi selanjutnya,” Kata Dokter Sonny.


Bi Kinan membantu sang majikan untuk keluar ruangan dan tersenyum ke arah sang Dokter.


“Ganteng sekali ya,Non,” ujar Bi Kinan usai keduanya berada di luar.


“Bibi, jangan buat malu deh. Bukankah Kak Philip jauh lebih tampan,” kata Karenina.


“Bedalah, dia kan mirip-mirip wajah artis Turki gitu.”


“Waduh Bibi jangan genit ya.”


Keduanya pun tertawa dan mulai naik lift ke lantai atas untuk ke ruangan Kasih.


“Ini ruangannya bukan, nomor 23,” tunjuk Bi Kinan.


“Benar ayo masuk.”


Karenina mengetuk pintu dan masuk ke dalam. Ketiga pria di dalam nampak terkejut ketika melihat wajah tamu yang datang. Tentu saja karena memang keduanya sangat mirip seandainya Kasih tidak melakukan operasi wajah akibat penyiraman air keras dahulu.


“Hai Nina,” sapa Delon.


“Hallo,” sahut Nina yang terlihat agak Kikuk mendapatkan tatapan tajam dari pria tampan di depannya.

__ADS_1


“Kau tahu dari mana kalau aku di rawat di kamar ini?” tanya Kasih mencoba mengalihkan pandangan saudara kembarnya dari kedua kakaknya.


“Dari Steven, ketemu di parkiran tadi. Kebetulan aku mau therapi hari ini. Siapa mereka?” tanya Nina.


“Meraka semua adalah kakakku. Dia Daren, itu Davin dan kau sudah kenal kan kalau si Delon. Aku anak bungsu,” kata Kasih menjelaskan.


“Kau punya banyak kakak lelaki yang tampan, Cuma wajah kalian berbeda ya. Kasih mirip ayah atau Ibu kalian?” tanya Bi Kinan ikut bersuara karena mengamati.


“Dia ikut Nenek kami,” jawab Davin sekenanya.


“Ohhh, maaf Non Kasih kami tidak membawa oleh-oleh. Nanti saat kau sudah sembuh Bibi akan membuatkan masakan lezat,” janji Bi Kinan.


“Tak usah repot-repot,Bi,” ujar Kasih.


“Bibi kalau dia tak mau, buatkan aku saja. Semur jengkol dan kentang iris goreng pakai daging cincang itu sangat enak. Aku selalu terbayang masakan Bibi,” kata Delon tanpa malu.


“Kau ini buat malu saja, kan Kasih yang di tawari bukan kamu.” Davin melotot marah ke adiknya smeentara Darren hanya diam dan duduk di sofa mengamati.


“Asyik, awas kalau kau minta,” ledek Delon sambil menjulurkan lidah.


Hahaha... semua tertawa.


“Kau sakit apa?” tanya Karenina.


“Entahlah semalam bolak balik toilet, sepertinya ada yang menaruh obat di makananku,” jawab Kasih.


“Obat pencahar ya, aku juga pernah mengalami saat akan presentasi produk baru Mithanina dan tentu saja itu pekerjaan dari orang yang tidak menyukai kita,” kata Nina berbagi pengalaman.

__ADS_1


“Kau benar,” sahut Kasih.


Tak lama perawat masuk mengantarkan makan siang dan juga obat untuk pasien. Kasih pun mencoba duduk dn saat dia tak menundukan lehernya. Kalung yang di pakai keluar dan dia dengan cepat memasukan lagi ke dalam pakaiannya.


Bi Kinan yang di tepi ranjang memperhatikan dan terlihat kaget. Ekspresi wajah wanita tua itu di lihat oleh Darren dan dia sengaja bersuara untuk mengusir halus para tamu.


“Kasih mau makan dan minum obat, kalian bisa kunjungi lagi nanti,” kata Darren dengan tegas.


“O—oh baiklah kami pamit pulang. Memang sudah jam untuk makan siang juga. Sampai jumpa Kasih,” kata Karenina sambil menarik tangan sang Bibi.


“Bye, hati-hati di jalan ya,” ujar Kasih.


Usai keduanya pergi , Daren langsung berkata “Sembunyikan dahulu kalungmu. Pakai aksesories lain, wanita tua itu sudah melihatnya.”


“Baik, annti saat pulang aku akan pakai kalung emas yang lain,” ucap Kasih sambil makan.


“Kalian pulanglah, biar aku saja yang jaga Kasih. Sebentar lagi juga Suzy akan mengantarkan  makan


siangku,” kata Delon.


“Baik, kami kan pulang sepuluh menit lagi. Tidak mau berpapasan dengan mereka di parkiran,” kata Darren.


“Benar sekali, jaga baik-baik si bungsu ya,” pesan Davin.


“Siap.”


Bersambung...

__ADS_1



kira-kira beginilah visual dokter Sonny dan Karenina kala santai di rumah .


__ADS_2