
❤️✨ Terimakasih sudah membaca, jangan lupa Like, Vote, Rate, Favorit, Komentar dan kirim Hadiah yah❤️✨
"Mama dengarkan aku," rengek Suzy ketika sudah berada di ruang prakter Mamanya.
Dokter Sintia masih memeriksa berkas data diri Kasih jadi tak begitu menghiraukan anaknya. Suzy lebih suka saat bercakap-cakap lawan bicara harus memandang wajahnya.
"Apa? Mama masih harus bekerja sayang. Tunggu sebentar mama buat laporan dulu," kata Dokter. Sintia.
Sang Dokter membuat berberapa catatan dan melukiskan skesta wajah untuk operasi minggu depan setelah selesai diapun melihat ke arah putrinya.
"Ada apa?" tanya Dokter Sintia.
"Mama ternyata Karenina beneran lumpuh dan itu bukan hoaxs, tetapi wajahnya sangatlah cantik," kata Suzy.
"Mirip siapa? Ibunya atau ayahnya?" tanya Dokter Sintia.
Suzy nampak berpikir dan berusaha mengingat wajah kedua orangtua yang telah meninggal itu. Tiba-tiba perhatian gadis ini tertuju pada foto di atas berkas sang Ibu.
"Mirip ini," Tunjuk Suzy.
__ADS_1
"Hah!" Dokter Sintia melihat ke foto yang di tunjukan anaknya.
"Beneran Ma, mirip sekali dengan ini. Lihatlah tadi aku sudah berfoto selfie dengannya," kata Suzy sambil memperlihatkan foto yang di ambil dengan camera nokia miliknya.
"Ya Tuhan, Kau benar sekali. Wajah mereka berdua sama, apakah gadis ini kembaran yang hilang itu?" tanya Dokter Sintia yang kaget dengan fakta baru ini.
"Mungkin saja Ma, tetapi sayang kalau foto dia ada di meja ini berarti dia pasien Mama dong. Artinya wajahnya rusak?" tanya Suzy kembali.
"Iya dia pasien baru. Ada kakak lelakinya juga, mereka korban penyiraman air keras dan kemungkinan minggu depan akan operasi," jawab Dokter Sintia.
"Demi Tuhan, bagaimana bisa takdir aneh ini justru membuat kita menemukannya. Padahal dahulu susah payah mencari namun tak dapat jua," kata Suzy.
"Iya puluhan orang mencari keberadaan bayi ini tapi tak dapat. Sekarang dia muncul di hadapan kita, sebaiknya Mama akan cari tahu kebenarannya dahulu," ujar Dokter Sintia.
"Kau pintar juga. Mama akan ambil sampel DNA nya untuk Test dan kau juga harus mendapatkan bagian tubuh Karenina agar bisa melakukan pencocokan," kata Dokter Sintia.
"Beres, kalau begitu aku ambil sampel DNA dari Karenina dan Mama mengambil dari pasien ini," ujar Suzy.
"Mantap, ayo mulai bekerja. Kamu pulanglah dahulu. Mama mau mengawasi pasien ini, mau selidiki apakah dia tahu tentang latar belakangnya," kata Dokter Sintia.
__ADS_1
"Beres Bos, aku akan balik ke rumah Karenina agar mendapatkan sampel, ku harap test ini bisa segera dilakukan agar kita memperoleh kepastian,"ujar Suzy.
"Semoga benar dia sang anak hilang, maka rencana kita bisa di lakukan dengan lebih baik," kata Dokter Sintia.
"Ya sudah, Aku pamit ya Ma. Sampai jumpa di rumah," ujar Suzy.
"Hati-hati sayang. Gerakan kali ini harus lebih tersembunyi, kalau memang benar itu dia maka tanggungjawab kita untuk menjaganya aman," kata Dokter Sintia mengingatkan.
"Tenang saja Ma, mulutku sudah terkunci rapat," janji Suzy.
"Mama tahu sayang, semangat ya," kata Dokter Sintia.
"Siap."
Sang model cantik pun meninggalkan rumah sakit, menelpon Karenina mengatakan kalau barangnya ada tertinggal dan mau balik lagi kesana.
Sebenarnya hanya alasan saja agar bisa mencapai tujuannya mendapatkan sampel, sedangkan Dokter Sintia nampak berjalan mengunjungi rumah rawat inap milik Kasih dan hendak bercakap-cakap ke orangtuanya agar memperoleh penjelasan tentang asal Kasih .
#PesonaSangDiva
__ADS_1
#NezhaAgeha
Facebook emak : Bejo Nezha