Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Memberikan Hadiah


__ADS_3

Darren terlihat kesal karena menunggu kedatangan Tante Lala yang sangat lambat. Seharusnya dia bisa berada bandara untuk menjemput keluarganya kini malah masih menunggu kedatangan wanita tua itu.


"Darren,maafkan Tante ya sayang," bujuk Tante Lala.


"Huftt kau ini sudah tahu hari ini keluargaku pulang,malah mengajak bertemu sekarang dan datang sangat terlambat,"keluh Darren melengos.


"Maaf ya, kita harus bertemu sekarang karena pengacara ini akan berangkat berobat keluar negri dan lama baru kembali. Lagipula Tante juga tidak lama berada di sini,"ujar Tante Lala.


"Ah lepaskan tanganmu,jika orang melihat di sangka aku adalah daun muda milikmu,"kata Darren sambil menepis tangan sang Tante yang hendak memeluknya.


"Kau ini kaku sekali,heran deh. Apa karena sering melihat wanita cantik sehingga tak ada rasa?Kenapa belum juga punya pacar sih?"tanya Tante Lala.


"Sudahlah jangan mulai menceramahi. Kenapa harus di alihkan atas namaku. Bukankah itu aset milikmu?" tanya Darren.


"Aku sudah punya perkebunan anggur ,rumah dan sedikit tabungan di luar negri jadi tidak butuh banyak harta lagi. Mendingan aku hibahkan ke anak-anak ku jadi kesejahteraan cucuku bisa terjamin,"jawab Tante Lala sekenanya.


"Cucu apa lagi? yang mau menikah itu Delon dam saudara kembar Kasih,tunggulah tahun depan kelahiran cucu mu itu,"sahut Darren.


"Kau kapan?bukankah usiamu lebih tua daripada mereka,kenapa malah lama sekali,"cecar Tante Lala.


"Sudahlah jangan memaksa! Lihat di sana pengacara sudah datang,ayo selesaikan semua dengan cepat,"desak Darren.


"Dasar anak durhaka,Ku sumpahi cepat bertemu jodohmu dan punya anak,"kata Tante Lala.

__ADS_1


"Sumpah yang aneh,"balas Darren sambil tertawa.


"Maaf saya sedikit terlambat," kata pengacara dan duduk di meja bersama mereka.


"Ini berkas nya tinggal di tanda tangani dan semua akan selesai lalu saya akan urus sertifikatnya dan proses balik nama,"lanjutnya.


Tante Lala dan Darren sama-sama membaca beberapa dokumen di depan mereka lalu mulai tanda tangan.


"Baik sudah selesai ,semua akan saya kirimkan ke email Bu Lala dan berkas ke kantor Pak Darren.Terima kasih atas kerjasama kalian,"kata Pengacara.


"Makanlah dahulu sebelum pulang,mau pesan apa Pak?" tanya Tante Lala.


"Nasi goreng saja dengan orange juice,"jawab Pengacara.


"Nasi tidak mau?" tanya Tante Lala.


"Tidak biar cepat pulang,"jawab Darren.


"Kau ini terlalu dingin,cobalah manis sedikit biar wanita ada yang tertarik,"kata Tante Lala.


"Malas."


Darren terlihat cuek dan melihat sekeliling,tiba-tiba dia fokus ke seorang wanita tengah membeli makanan ringan di depan tempat mereka makan. Rupanya dia tidak menyadari ada copet yang hendak mengambil dompetnya.Pemuda itu segera berlari dan menangkap tangan pelaku sebelum berhasil melakukan aksinya.

__ADS_1


"Kena kau!"Seru Darren.


Wanita itu menoleh ke belakang dan keduanya sama-sama terkejut karena saling kenal.


"Kamu!" seru keduanya.


"Cepat panggil sekurity,"kata Darren ke penjual makanan di stand itu.


"Dia berusaha mencuri dompetmu dan aku melihatnya,"lanjutnya.


"Hah!" Terlihat panik, sang wanita mulai melihat tasnya yang memang telah terbuka.


"Dasar pencuri!" hardiknya.


Tak lama pihak sekurity datang dan menangkap pelaku tersebut. Tante Lala juga menuju ke sama dan terkejut melihat gadis yang di tolong Darren.


"Loh kamu ada di sini juga,"kata Tante Lala.


Darren sendiri terlihat binggung ,tak menyangka kalau gadis ini juga di kenal oleh wanita yang sudah di anggapnya Ibu.


Bersambung.....


Hai sambil menunggu update selanjutnya kalian bisa baca karya teman emak nih.

__ADS_1



__ADS_2