Pesona Sang Diva

Pesona Sang Diva
Sang Pebinor


__ADS_3

Usai menenggok sang nenek dan bermain sebentar dengan sang janda tercantik di kampung, Januard langsung pulang malam itu juga karena kalau dia terlalu lama maka Anna akan marah dan curiga dengannya. Pemuda iu


segera mempercepa laju kendaraannya meninggalkan Desa Flamboyan.


“Gila janda itu semakin menggoda saja, sejak saat sekolah dulu aku sering membayangkannya kini di berada di dalam pelukanku. Untung saja


suaminya cepat meninggal karena kesambar petir saat pulang dari berkebun kalau tidak kesempatan mencicipinya tak akan bisa terwujud seperti sekarang,” ujar Januar sambil tertawa sendiri di dalm mobilnya.


Dulunya dia hanyalah seorang pegawai di sebuah butik di mall, kala itulah dia bertemu Anna yang merupakan pelangan di toko tersebut. Akhirnya wanita tua itu mulai mendekatinya karena tertarik dengan pesona sang daun muda.


Anna Kusuma, direktur PT . KCP yang merupakan tante dari Karenina dan Philip. Wanita yang sibuk dengan sang berondong sampai mengabaikan


suaminya juga anak-anaknya. Berkat pengusaha wanita itulah Januard bisa memulai usaha line clothing dan juga memiliki sebuah apartement, mobil dan sedikit saham di PT . KCP yang tentnya semua itu mendatangkan keuntungan yang lumayan. Karena itu dia berhasil membangun rumah mewah untuk sang Nenek di kampung,


memberikan seorang perawat untuk mengurusnya juga bisa menjadi pria stylish sekarang ini.


Tugas Januard hanyalah satu melayani sang sugar mommy diatas tempat tidur dan juga menjaga bentuk tubuh juga wajahnya untuk selalu


bagus di pandang. Pria ini tak pernah menyesal kehilangan perjakanya di tangan wanita tua itu, memang hal ini salah dia tahu benar. Hanya saja hal menguntungkan dan dia bisa membungkam omongan orang-orang di kampung yang kerap

__ADS_1


meremehkan keluarganya. Uang membuatnya buta akan segalanya sampai memuaskan


istri orang lain.


Tak lama dering handphone berbunyi, Januard memasang headset lalu menjawab panggilan itu.


“Hallo sayang ada apa?” tanya Januard.


“Kenapa kau lama sekali?”


“Nenek memintaku menemani sedikit lebih lama.”


“Dalam perjalanan pulang, sabarlah besok aku pasti membuatmu ketagihan.”


“Benarkah, awas kalau besok saat pulang kantor tak menemukanmu di apartement.”


“Tenang saja, aku pasti sudah ada dan akan mengirimmu ke surga.”


“Kau ini bisa saja menggodaku,” kata Anna sambil tertawa cekikikan.

__ADS_1


“Lalu mau menggoda siapa lagi, bukankah kita adalah pasangan.”


“Baiklah, jangan lupa pada janjimu. Besok sore harus ada dirumah.”


“Tenang saja kau bisa menemukanku besok.”


“Hati-hati di jalan ya.”


“Iya sayang.”


Sambungan telepon di matikan dan Januard sedikit bernafas lega, dia bersyukur kali ini Anna tak banyak menuntut dan memaksanya


melayaninya pagi. Jujur dia perlu mengisi energi usai bermain dengan janda cantik dari Desa Flamboyan tadi.


“Sepertinya bulan depan aku harus mencari cara agar bisa kembali kesana , atau ku bujuk saja wanita itu agar mau bekerja di tokoku


sehingga bisa puas bermain dengannya kala Anna sibuk,” gumam Januard sambil tertawa.


Sementara itu Mpok Ipeh sedang berganti pakaian usai mandi mendadak bersin,

__ADS_1


“Duh usia mulai menua nih, masa mandi malam malah bersin-bersin. Duh berondong itu semakin mahir saja bermain, baru pertama kali aku bermain di mobil seperti tadi ternyata enak juga. Besok kalau Januard datang aku akan minta mengulanginya,” kata sang janda cantik sambil memandangi tubuhnya melalui cermin.


__ADS_2